PENDEKAR GOLOK SEMBILAN DARGA GUMELAR

PENDEKAR GOLOK SEMBILAN DARGA GUMELAR
SENYAP


__ADS_3

Sebelah timur Desa Caringin terdapat sebuah goa. Sungai kecil melintang dari depan mulut goa. Suara gemericik air sungai beradu dengan suara angin malam.Di dalam goa bayangan cahaya meliuk-liuk dari api obor yang tertempel di ding-ding goa. Dua orang terduduk saling berhadapan. Salah satu dari kedua orang itu berpakaian serba hitam sementara satunya lagi berjubah merah ,muka di tutupi sebuah topeng dengan satu lubang mata kanan. Sementara di lubang mata kiri tertempel batu giok berwarna hijau berbentuk bulat seakan seperti menggantikan bola mata yang kiri.


"Apa yang mau kau bicarakan Agra?" Tanya orang yang memakai baju serba hitam.


" Aku berencana untuk merekrut orang-orang bergabung dengan kita."


"Siapa yang mau bergabung dengan kita?kita hanya penjahat!"


"Kita akan merekrut orang-orang yang menjadi buronan kerajaan atau para penghianat Desa dan tentu para bandit-bandit,penjahat-hanya akan bergabung dengan penjahat."


Lalu orang yang berpakaian baju serba hitam berkata "Rencanamu bagus,tetapi kita juga harus merekrut orang dalam kerajaan,mungkin dengan hal itu kita lebih mudah untuk menghancurkan kerajaan karang tengah.


"Dengan cara? Tanya Agra.


"Tenang saja kebetulan beberapa anak buahku sudah ku susupi di istana bahkan mereka berhasil di terima menjadi anggota militer kerajaan."


"Bagus dengan begitu kita akan lebih mudah bergerak."


"Tentu,emm tapi kita harus mempunyai nama,


"Nama apa maksudmu?" potong Agra.


"Sesuai dengan rencanamu Agra,kita akan merekrut orang-orang jelas secara langsung kita akan membentuk organisasi tentu kita harus memiliki nama untuk organisasi ini."


Mendengar hal itu Agra terdiam lalu menengadah kan kepalanya ke atas berpikir nama yang pas untuk organisasi nya itu. Setelah sekian detik berpikir Agra lalu berkata.


"Heemm,nanti saja aku kasih tau!"


Mendengar jawaban Agra orang yang memakai baju hitam langsung tertawa.

__ADS_1


"Hahah kau pusing ya ?" ejeknya.


Namun tanpa menghiraukan temannya Agra beranjak dari duduknya untuk mengambil sebuah obor lalu berjalan untuk keluar goa,sambil langkahkan kakinya Agra berkata "Tugas ini kita mulai besok."


Tanpa menjawab orang bebaju hitam hanya mengikuti langkah Agra untuk keluar goa namun hatinya berkata "Sial dia tidak menghiraukan ejekanku."


Setelah cukup jauh mereka berjalan menjauhi goa,Agra tiba-tiba meloncat kekanan memisahkan diri.


"Hey kau mau kemana? Tanya orang yg memakai baju hitam.


"Aku akan pergi ke selatan."


"Untuk apa? itu arah menuju istana kerajaan."


"Ya kau benar,aku mendengar kabar bahwa putri kerajaan telah di lukai." jawab Agra.


"Terus apa tujuanmu?"


Orang yang memakai baju hitam itu mengangguk tanda ia sudah mengerti,lalu berkata.


"Baiklah aku akan ikut denganmu."


Tanpa menjawab Agra langsung berbalik dan melanjutkan langkahnya. Melihat hal itu orang yang memakai baju serba hitam itu mengikuti Agra dari belakang.


Malam semakin larut Agra dan temannya terus berjalan menuju arah selatan namun belum juga menemukan orang yang di tujunya. Sementara teman Agra sudah kelelahan.


"Hey kau Agra kita berada dimana? sudah lelah aku berjalan."


Mendengar temannya merengek Agra berkata.

__ADS_1


"Kita berada di hutan wage,jika kau lelah pulang saja jangan ikuti aku." tegas Agra.


"Apa kau bilang pulang aku sudah berjalan jauh.


"Diam!" Potong Agra keras namun pelan.


"Bersembunyi ada yang datang." lanjut Agra.


Suara drap kuda menyerbu. Tampak dari arah barat puluhan penunggang kuda melintas. Semuanya berpakaian yang sama dengan masing-masing menggenggam sebuah obor. Sebuah pedang terselip di punggung mereka. Sementara orang yang paling depan menggenggam sebuah tombak yang di angkat di atas kepala seakan siap untuk menghujamkan tombaknya kapanpun.


Melihat hal itu Agra dan temannya dengan cepat mundur kebelakang untuk bersembunyi di pohon


Setelah rombongan berkuda itu melintas Agra dan temannya kembali keluar dari balik pepohonan.


"Mereka pasti prajurit istana!" ucap Agra.


"Untuk apa mereka datang ke hutan ini Agra?"


"Mereka pasti mengejar orang yang sudah melukai putri kerajaan!"


"Eumm,terus apa sekarang rencanamu Agra?"


"Kita ikuti saja prajurit kerajaan itu dari belakang."


"Untuk apa kita mengikuti mereka?


Melihat temannya terlalu banyak bertanya Agra menjadi mulai kesal.


"Pulanglah kalau kau tak mau!" Perintah Agra sambil beranjak untuk mengikuti prajurit kerajaan,oh iya untuk nama organisasi ini adalah SENYAP!"

__ADS_1


Teman Agra berpikir sejenak.


"Heumm nama yang bagus,hey tunggu Agra aku ikut denganmu.


__ADS_2