PENDEKAR GOLOK SEMBILAN DARGA GUMELAR

PENDEKAR GOLOK SEMBILAN DARGA GUMELAR
KEDIAMAN HARIMAU UTARA


__ADS_3

Sungai jernih membentang di samping bukit kecil. Berbagai tanaman umbi-umbian berjajar rapih. Tepat di tengah bukit rumah bambu dua lantai dengan atap injuk.


"Sekarang perutku sudah kenyang." Ucap Rangga pada Darga setelah memakan beberapa umbi bakar.


"Kau tidak ikut makan anak muda?makanlah."


"Baiklah Guru."


"Nah gitu, kau harus banyak makan, lihatlah tubuh Guru kekar dan berotot." ucap Rangga sambil memperlihatkan otot lengannya.


Sambil memakan umbi bakar Darga bertanya "Guru apa aku nanti akan bisa memiliki badan seperti Guru?"


"Tentu asal kau berlatih dengan sungguh-sungguh." jawab Rangga.


"Oh iya aku belum tau namamu, siapa namamu anak muda?" Tanya Rangga sambil meminum air dalam cangkir bambu.


"Namaku Darga Gumelar!"


Rangga seketika langsung terselak air yang di minumnya,ia begitu terkejut mendengar nama si anak muda itu. Melihat hal itu sontak Darga kaget.


"Ada apa Guru?" tanya Darga.


"Tidak-tidak,Guru hanya terkejut namamu sama persis dengan nama Guruku,yaitu Darga."


"Oh...begitu."


"Haha,sudahlah jangan di pikirkan.oh iya, setelah kau selesai makan kau kumpulkan ranting-ranting yang yang ada di sekitar gubuk ini,kau simpan saja di depan gubuk ini."


"Baik guru."

__ADS_1


"Baiklah aku akan Tidur dulu!" Ucap Rangga sambil beranjak ke lantai dua.


Setelah Darga selesai makan ia langsung bergegas keluar rumah untuk mengumpulkan ranting-ranting.


Satu demi satu Darga mengumpulkan ranting-ranting kering di sekitar bukit.


"Aku jadi teringat dulu waktu mengambil rumput." Ucap hati Darga ketika menyusun rapih ranting-ranting kering.


Lalu Darga melanjutkan kembali tugasnya,Darga mengambil gundukan-gundukan ranting untuk di simpan depan rumah gurunya


Matahari menyorot tepat berada sejajar di kepala. Sebercak keringat bercucuran membasahi tubuh.


"Sepertinya aku harus mandi,sekalian memandikan si hitam."


Sambil membawa dombanya Darga turun dari bukit untuk menuju sungai. Pertama Darga menyiram Dombanya sambil mengusap-usapnya. Setelah badannya terasa cukup bersih Darga membasuh tanduk si domba dengan beberapa rumput yang di petiknya. Terasa sudah cukup bersih Darga menuntun Dombanya untuk naik ke permukaan sungai.


"Sekarang giliran ku untuk mandi,Hitam kau pergilah ke atas bukit,keringkan bulumu!" Ucap Darga menanggalkan satu persatu pakaiannya.


"Dimana anak itu,waktu sudah sore tidak ada di rumah."


Lalu Rangga melihat ke sekitar gubuknya,tepat di depan gubuknya gundukan ranting kering sudah tersusun rapih.


"Hebat juga anak itu mempunyai seni kerapihan yang tinggi." pujian dalam hatinya.


"Ternyata Guru sudah bangun!" Ucap Darga yang berada di samping gubuk.


"Eh kau darimana saja?


"Maaf guru aku habis mandi dari sungai."

__ADS_1


"Bagus,selain kau pandai kerapihan kau juga pandai kebersihan ahaha." puji Rangga sambil tertawa.


"Sekarang kau bantu aku menyalakan api,kita bakar singkong untuk makan malam nanti."


"Baik guru."


Malam gelap gulita yang hanya di sinari oleh api dari tumpukan ranting-ranting kering. Bersama gurunya Darga memakan singkong bakar. Sementara Domba peliharaannya duduk depan perapian sambil tertidur.


"Makanlah yang banyak Darga besok kau awal mulai latihan. Namun aku hanya akan mengajarkan ilmu fisik saja."


"Maksud guru?" Darga kebingungan.


"Hem..kau tidak mengerti ya,dalam ilmu persilatan ada yang di sebut ilmu fisik ada yang di sebut ilmu batin atau Kanuragan. Ilmu batinku adalah ilmu harimau makannya dulu masih muda,ketika malang melintang di dunia persilatan aku di sebut atau di juluki si Harimau Utara. Lantas kenapa aku tidak akan memberikan dan mengajari ilmu batin.


"Kenapa Guru?" potong Darga.


Tanpa menjawab Rangga hanya membuka rompinya.


" lihatlah Darga olehmu."


Sambil terpundur kebelakang Darga terkejut dengan apa yang di lihatnya. Punggung gurunya di tumbuhi bulu dengan corak warna harimau.


"Apa yang terjadi guru?" Tanya Darga dengan ketakutan.


Sambil tertawa sedikit gurunya berkata.


"Haha jangan takut,Aku juga sama manusia sepertimu." Inilah kenapa aku tidak ingin memberikan ilmu batinku,inilah resikonya jika mempelajari ilmu harimau sepertiku. Siapa saja orang yang mempelajari ilmu ini,di akhir hayatnya akan menjadi harimau. Kau mengerti Darga?"


"Baik guru aku mengerti."

__ADS_1


"Haha bagus, sudahlah penjelasan nya cukup sampai disini sekarang kita tidur waktu sudah malam. Jangan sampai besok kita bangun kesiangan.


__ADS_2