
"Malam semakin larut. Kegelapan menyelimuti hutan wage. Suara teriakan dimana mana.
"Cepat tangkap bajingan itu jangan sampai lolos!"
Nampak seorang lelaki tua berpakaian baju putih yang berlari kencang di ikuti kejaran puluhan prajurit kerajaan karang tengah,namun langkah nya terhenti ketika dari arah depan sudah ada prajurit yang tiba- tiba muncul menghadang,lalu dilihatnya sekeliling ternyata ia sudah di kepung semua prajurit kerajaan.
"Kau mau lari kemana lagi penghianat, ucap Ara Kusuma pemimpin prajurit kerajaan.
"Kakek kau sudah melakukan penghianatan besar,kau sudah melukai putri kerajaan, sekarang kau harus bertanggung jawab.
"Sial aku tertangkap aku tak boleh mati sebagai penjahat,ucap hati Jagad barawa!"
"Hyatt ...Ara Kusuma meloncat dari kudanya sambil mengarah kan tendangan ke jagad birawa.
"Het..Jagad birawa mundur selangkah sambil miringkan badannya."
Dengan jarak satu tombak Jagad barawa dan Ara Kusuma saling berhadapan. Jagad birawa menatap sekeliling semua prajurit turun dari kudanya untuk menangkap Jagad birawa. "Diam semuanya,teriak Ara birawa kepada semua prajurit, aku ingin mencoba dulu sampai mana ilmu ketangkasan kakek jagad yang katanya dulu di juluki tiga pendekar legendaris ucap Ara Kusuma.
Mendengar hal itu prajurit mundur kembali satu langkah namun tetap waspada pada Jagad birawa. Sementara hati Jagad birawa cukup tenang karena ia berpikir nyawa nya masih akan selamat karena hanya melawan satu orang.
"Aku harus bisa manfa'at kan sedikit apapun waktu untuk kabur dari kepungan prajurit kerajaan, bisa mati aku kalau melawan semuanya."
Tidak banyak basa-basi Ara Kusuma memegang erat tombaknya bersiap untuk menyerang Jagad birawa
"Hyat...Ara meloncat sambil menghunuskan tombak nya ke arah Jagad birawa. Dengan cepat Jagad birawa memiringkan badannya sambil mengangkat tangan kirinya dan berhasil menangkap gagang tombak Ara Kusuma. Lalu Jagad mengepalkan tangan kanannya dan langsung di tinjukan pada gagang tombak Ara Kusuma.
"Trakkk..."
"Gagang tombak Ara Kusuma patah."
Semua prajurit yang melihat terbuka matanya melotot.
Gerakan Jagad sangat cepat tanpa sempat Ara Kusuma menarik lagi tombaknya jagad sudah mematahkannya.
"Bagaimana bisa dia mematahakan gagang tombaku hanya dengan satu kali tinju,ucap Ara Kusuma di hatinya."
Melihat pemimpinya yang kalah telak dalam satu geprakan semua prajurit mengeluarkan senjatanya dan mendekat ke arah Jagad Kusuma sambil todongkan senjati.
__ADS_1
Ara Kusuma masih terdiam ia masih belum percaya bahwa tombak nya bisa di Patahkan oleh Jagad birawa hanya dengan satu kali tinjuan.
Menyadari potensi diri tidak akan mampu mengalahkan Jagad birawa yang di juluki si tiga pendekar legendaris. Ara birawa pun berteriak memberi perintah kepada semua prajurit.
"Bunuhh...teriak Ara Kusuma."
"Celaka, ucap hati Jagad birawa!"
"Hyatt...hyattt, semua prajurit menyerang!"
Melihat semua prajurit menyerang Jagad birawa memasang kuda-kuda. Sementara tangan kanannya masuk ke dalam baju putihnya untuk mencabut sebuah pisau yang terselip di sabuk dalamnya.
Sambil sedikit penampakan mata Jagad birawa berkata di hatinya "Mungkin sekarang aku mati!"
"Hyatt..
"Hyatt..
Dua orang prajurit menyerang sambil mengelebatkan sebuah golok ke arah kepala jagad birawa.
"Blupp.. prajurit jatuh tersungkur ketanah terkena tendangan Jagad birawa.
Sementara prajurit yang satunya lagi sudah melayangkan golok panjang nya untuk menusuk Jagad birawa. Hanya tinggal sejengkal lagi golok itu menghunus perut Jagad birawa. Namun dengan cepat Jagad birawa memiringkan badannya.
"Hyat.. dug..sambil memiringkan badannya dengan cepat Jagad birawa mengangkat tangan kirinya dan meninju pergelangan tangan prajurit itu.
"Ahh.. prajurit yang hampir saja merobek perut Jagad birawa menjerit kesakitan. Pergelangan tangan prajurit itu patah terkena tinjuan Jagad birawa. Golok nya pun jatuh ke tanah. Namun berbarengan dengan itu tanpa di sadari seorang prajurit meloncat sambil melakukan tendakan pada Jagad birawa.
"Hyatt... Kena kau..
"Eupp..Jagad birawa tersungkur ke tanah terkena tendangan seorang prajurit yang menyerangnya dari belakang.
Sementara prajurit lain menyusul sambil mengelebatkan goloknya menyerang Jagad birawa. Namun dengan cepat Jagad birawa berguling sambil melemparkan pisaunya.
"Bless.. "Prajurit yang menyerangnya menjerit kesakitan terkena lemparan pisau Jagad birawa yang tepat mengenai pahanya. Namun tidak cukup empat orang prajurit menu bersamaan masing-masing siap mengelebatkan goloknya. Dalam posisi setengah berdiri.
"Hyaat.. Jagad birawa langsung meloncat dan melakukan tendangan dengan kedua kakinya.
__ADS_1
"Argh.. dua orang prajurit terpental kebelakang lalu jatuh ketanah."
Lalu dengan cepat Jagad birawa langsung meloncat berguling kesamping untuk mengatur jarak dari dua prajurit lagi sedang menyerang nya. Namun tanpa disadari ternyata posisi tubuh Jagad birawa tepat membelakangi Ara Kusuma.
"Ini kesempatan ku untuk menangkapnya, ucap hati Ara Kusuma."
Dengan cepat Ara Kusuma mencengkram rambut Jagad birawa dan langsung menempelkan sebilah pisau di lehernya.
"Hahah... akhirnya aku bisa menangkapmu,aku akan mendapatkan hadiah besar.
Mendengar Ara Kusuma banyak bicara. Jagad birawa ambil kesempatan.
Dengan cepat tangan kiri Jagad memegang pergelangan tangan Ara Kusuma lalu sedikit di tarik ke depa sehingga pisau yang menempel di lehernya berjarak sekitar dua jengkal. Sementara tangan kanan kebelakang mencengkram rambut kepala Ara Kusuma. Lalu dengan cepat Jagad birawa bantingkan badan Ara Kusuma kedepan. Dengan deras Ara Kusuma terjungkal ketanah. Namun seorang prajurit dari samping menyerang dengan satu tendangan keras dari samping mengenai iganya.
"Akhh.. Jagad birawa sempoyongan lalu roboh ketanah.
Melihat hal itu Ara Kusuma langsung bangkit. Ara Kusuma langsung mengambil golok yang di pegang salah satu prajuritnya. Sambil memegang golok Ara kusuma langsung melompat tinggi, dan meluruk deras sambil mengarahkan goloknya ke arah dada Jagad birawa yang sedang terkapar di tanah.
Namun entah datang darimana datang seorang melesat dengan kaki kanannya mendarat telak di tubuh Ara kusuma. Akibatnya Ara Kusuma terpental jauh ke belakang. Lalu orang yang menolong nyawa Jagad birawa mendarat lunak di samping Jagad yang menggeletak sambil tangan pagangi iganya.
"Setengah tidak percaya ternyata ada yang menyelamatkan nyawanya. Dilihatnya orang itu berpakaian jubah serba hitam dan muka yang di tutupa topeng dengan lubang mata kanan di topengnya.
Lalu orang berjubah merah itu menyodorkan tangan untuk membantu Jagad birawa berdiri.
"Perkenalkan namaku Agra,ucap orang yang berjubah merah."
Setelah memperkenalkan diri Agra melirik Ara Kusuma yang sudah berdiri dengan tatapan mata penuh kemarahan.
"Serang!"
Ara Kusuma beri perintah prajurit nya untuk menyerang. Namun baru maju selangkah prajurit. Tiba-tiba melesat sebuah golok terbang lalu membabat semua prajurit baru paling depan.
"Arkh..semua prajurit menjerit pekik kesakitan terbabat sebuah golok terbang. Semua prajurit barisan depan roboh ke tanah. Melihat hal itu prajurit lain tidak berani maju semua prajurit mundur beberapa langkah dengan mata melirik kiri kanan mencari siap pemilik golok terbang itu. Tiba-tiba datang seorang meloncat masuk mendarat di samping Agra dan Jagad. Sementara tangannya mengacung keatas mengendalikan golok itu. Lalu golok itu menghampiri nya dan di pegang kembali olehnya.
"Ahahah ..perkenalkan namaku Raksasesa. Jadi cuma segini kemampuan kemampuan prajurit kerajaan karang tengah."
Raksasesa memperkenalkan diri sambil seraya mengejek prajurit kerajaan.
__ADS_1