
Waktu menjelang pagi,matahari perlahan muncul dari arah timur. Nampak Rangga keluar dari gubuknya di ikuti Darga dari belakang,sementara si domba sedang sibuk mencari makan di tepian bukit.
"Darga sebelum kau berlatih jurus aku akan memperkuat daya tahan tubuhmu dulu." ucap Rangga. Tanpa menjawab Darga hanya mendengarkan apa yang di katakan gurunya.
"Sekarang kau ikuti aku!" Rangga berjalan kebelakang gubuknya diikuti Darga.
Tak jauh dari belakang rumah gurunya terdapat batu yang cukup besar,batu yang setinggi hampir sedada dengan Darga. Sementara tepat di samping batu besar itu tumbuh sebuah pohon Pinus yang tinggi.
"Darga kau duduklah di atas batu itu." Perintah Rangga pada muridnya.
"Baik Guru!" jawab darga. Darga menaiki batu besar itu duduk di atasnya.
Setelah Darga duduk di atas batu itu Rangga berkata. "Pejamkan matamu,kau rasakan panasnya matahari dan sejuknya angin yang menerpa tubuhmu."
__ADS_1
Darga memejamkan matanya dan mulai untuk merasakan panasnya matahari dari timur dan sejuknya angin yang menghembus.
"Kau terus duduk disini sampai matahari terbenam setelah itu baru kau boleh makan lalu tidur,setelah itu kau duduk lagi disini sampai matahari terbenam,lakukan latihan ini sampai tujuh hari baru kau lulus latihan pertamamu."
Mendengar perintah gurunya Darga membuka mata "Baik Guru." jawab Darga.
"Bagus,sekarang kau mulai." Tanpa menjawab Darga memejamkan matanya kembali,lalu Rangga pergi meninggalkan nya.
"Eumm, sepertinya hujan akan turun!" Ucap hati Rangga ketika melihat gundukan awan mendung di langit.Lalu Rangga menoleh kebelakang melihat Rangga yang sedang terduduk diatas batu.
Rangga kembali masuk ke gubuk dua lantainya, sementara di luar hujan mulai turun. Awan menutupi sinar panas matahari.Darga yang sedang duduk di atas batu di temani pohon Pinus yang cukup besar di sampingnya,kuyup basah terkena tetesan-tetesan air hujan yang deras. Tubuh yang tadinya terasa panas oleh terpaan sinar matahari berubah menjadi dingin,namun semua itu tak mematahkan tekadnya Darga tetap duduk kokoh.
Waktu terus berlalu matahari mulai berjalan kebarat.Hujan besar yang sedikit demi sedikit mereda. Ketika menjelang sore hujan mulai berhenti. Sinar matahari mulai kembali menyentuh Darga. Dua jam berlalu pakaian Darga mulai kering kembali. Matahari mulai tenggelam dari sudut arah barat. Perlahan-lahan Darga mulai membuka matanya.
__ADS_1
"Sepertinya matahari mulai terbenam,waktunya aku kembali kerumah Guru!" Dengan perlahan Darga turun dari sebuah batu besar yang di dudukinya. Setelah itu Darga berjalan pelan menuju rumah sederhana gurunya.
"Heh,kau sudah datang,baru saja Guru akan menyusul mu,ayo cepat kau makan dulu." Lalu Darga mengambil tempat untuk duduk. "Apa ini daging guru? tanya Darga.
"Iya,tadi guru berburu waktu hujan telah reda,dan mendapatkan satu ekor kelinci,ayo cepat makanlah pasti kau lapar.
"Ini untuk ku Guru?"
"Ya,habiskanlah semua daging itu!"
"Wah terimakasih Guru."
"Setelah kau makan langsung kau tidur,jika kau tidur terlalu malam tidak dengan kesehatan tubuh mu,apalagi di saat kau sedang latihan seperti ini.
__ADS_1
"Baik guru!" Jawab Darga sambil anggukan kepalanya. Lalu Darga sempat berpikir.
"Ternyata Guru perhatian padaku." Lalu Darga melahap daging yang sudah di sediakan oleh gurunya.