PENDEKAR NUSA

PENDEKAR NUSA
Pertarungan Antar Keluarga


__ADS_3

Keluarga Iskan adalah keluarga bangsawan di wilayah suku Sialang.


Pendiri keluarga Iskan adalah Syahrul Basrul,nama keluarganya berganti saat ia menikah dengan Rila Andra berganti nama keluarga menjadi Syahrul Iskan.


Anak Syahrul Iskan dan Rila Andra adalah



Zulfan Iskan


Rani Iskan


Adi Iskan


Dhika Iskan



Mereka semua adalah anak dari Syahrul Iskan ia adalah pendiri kota Iskandarsyah dan ketua suku Sialang.


"Permisi".Kata Adi saat masuk rumah keluarga Iskan.


"Kakak?".Kata adik Adi yang bernama Dhika Iskan mengetahui bahwa kakaknya sudah pulang,Adi telah membuka topengnya.


"Dhik kemana ayah dan ibu".Kata Adi bertanya dimana ayah dan ibunya pada adiknya.


"Ayah dan ibu lagi di Istana suku Sialang".Kata Dhika menjawab pertanyaan Adi.


"Selama ini kakak darimana saja".Kata Dhika bertanya pada kakaknya selama ini.


"Aku bertualang untuk berlatih".Kata Adi menjawab pertanyaan adiknya.


Lalu Dhika mengajak Adi masuk ke rumah.


"Dhika aku akan berlatih di bukit belakang rumah jika ayah dan ibu pulang panggil saja aku".Kata Adi memberi tahu adiknya.


"Iya kak".Kata Dhika lalu ia meninggalkan Adi.


"Jadi ini rumah keluargamu Adi".Kata Raja Natha yang tiba-tiba keluar dari cincin.


"Iya begitulah".Kata Adi menjawab pertanyaan gurunya.


Lalu Adi memulai pertapaannya untuk menyerap energi alam dan meningkatkan kekuatannya.


Adi bertapa sampai malam hari hingga ayah dan ibunya pulang ke rumah.


"Kak ayah dan ibu sudah pulang".Kata Dhika memanggil dan menghampiri Adi yang sedang bertapa.


"Oh ya terima kasih".Lalu Adi pergi menuju rumah untuk melihat ayah dan ibunya.


"Ayah ibu!".Kata Adi yang menghampiri ayah dan ibunya.


"Oh ternyata kamu sudah pulang Adi apa yang kamu dapat dari berlatih mu selama ini".Kata ayahnya menanyakan apa yang didapatkannya selama ini.


"Coba kulihat".Lalu ayah Adi melihat dengan Mata Sakti untuk melihat tingkatan bela diri Adi.


"Bagus Adi!tingkatan mu sekarang sudah menjadi Pendekar Madya Tingkat Satu tidak sia-sia aku melempar mu waktu itu".Ayah Adi tidak mengetahui bahwa Adi sudah menjadi Pendekar Langit Tahap Awal.


"Dulu kamu sekarang bukanlah siapa-siapa dan menjadi orang lemah tapi sekarang kamu akan menjadi orang yang hebat".Kata ayahnya memujinya.


"Terima kasih ayah".Kata Adi berterima kasih pada ayahnya.

__ADS_1


"Adi,ayo kita masuk hari sudah larut,kalau mau bercerita lagi besok saja".Kata ibunya mengajak mereka masuk.


Lalu Adi,ayahnya,ibunya dan adiknya masuk ke rumah karena hari sudah larut.


Keesokan harinya...


"Adi kamu sudah bangun,ayo kita makan sama-sama".Kata ibunya mengajak Adi makan sama-sama.


"Oh ya,aku akan mandi dulu".Lalu Adi mandi dan setelah itu ia makan bersama keluarganya.


"Ayah! kak Rani kemana kenapa ia tidak ada".Kata Adi bertanya kepada ayahnya dimana kakak perempuannya.


"kakakmu sedang menjalankan misi".Kata ayahnya menjawab Adi bahwa kakaknya sedang ada misi.


"Oh iya waktu ayah melempar mu kamu terlempar sampai kemana".Kata ayahnya menanyakan sampai terlempar kemana saat ia melemparnya.


"Aku terlempar sampai ke pulau Bukit Seru di pinggiran desa Bukit Tebing".


Kata Adi menjawab pertanyaan ayahnya.


"Oh pulau itu,di pulau itu ayah dulu juga pernah berlatih di sana".Kata ayah Adi membicarakan bahwa ia juga pernah berlatih di pulau Bukit Seru.


"Apa saja yang kamu lakukan dan dari pulau Bukit Seru terus kamu kemana?".Kata ayahnya bertanya kemana saja ia selama ini.


"Aku berlatih di pulau Bukit Seru selama 3 bulan setelah itu aku pergi ke desa Bukit Tebing dan bertemu kakek Galih ia menjadikan aku murid katanya ia dari suku Balai dan saudara dari ayah ibu".Kata Adi menjelaskan bahwa ia berlatih dengan kakek Galih.


"Galih,sepertinya aku pernah mendengarnya".Kata ayah Adi berpikir siapa Galih.


"Galih itu pamanku namanya itu Galih Nadja adik dari ayahku".Kata ibu Adi menjelaskan siapa Galih.


"Oh iya aku baru ingat".Kata ayah Adi baru ingat siapa Galih.


"Aku berlatih dengan kakek Galih selama 1 bulan,lalu aku pergi ke kota Iskandarsyah dan bertemu dengan kak Zulfan di sana dan aku mendapatkan Golok Rimau ini di sana".Kata Adi memperlihatkan Golok Rimau pada ayahnya.


"Lalu setelah itu kemana?".Kata ayahnya menanyakan setelah itu kemana lagi Adi setelah mendapatkan senjata Golok Rimau.


"Setelah itu tidak ada lagi yang kulakukan tapi aku ke desa Talang Bambu lalu pergi dan sampai ke kota Bandarsyah".Kata Adi menjelaskan lagi darimana saja dia.


"Dua hari lagi akan diadakan pertarungan antar keluarga apakah kamu sudah siap Adi".Kata ayahnya menanyakan apakah Adi sudah siap.


"Aku sudah siap ayah aku tidak akan mengecewakan kalian".Kata Adi dengan tegasnya.


"Bagus".Kata ayahnya.


Pertarungan antar keluarga di wilayah suku Sialang pun dimulai.


"Sekarang saatnya aku menunjukkan kekuatanku agar aku tidak diremehkan lagi".Kata Adi dengan semangatnya yang membara.


Beberapa hari kemudian...


Pertarungan antar keluarga akan diadakan di pusat kota Bandarsyah.


Tempat pertarungan sudah sangat ramai,selain para peserta yang mengikuti pertarungan juga dipadati oleh para warga yang sekedar datang untuk melihat pertarungan antar keluarga maupun mereka yang datang untuk berdagang di pusat kota.


Adi mendaftarkan diri sebagai perwakilan keluarga Iskan,selesai mendaftar Adi duduk di bangku peserta yang telah disiapkan khusus untuk para peserta.


Di bangku telah banyak diduduki oleh para peserta dan anggota suku Sialang.


Tidak berselang lama pertandingan antar keluarga dimulai,seorang pendekar pedang yang bernama Naufal Muzakki pemimpin pasukan tentara suku Sialang maju ke depan untuk memulai pertarungan antar keluarga.


"Pertarungan antar keluarga adalah pertarungan yang dilakukan 1 tahun sekali untuk mencari pendekar yang berbakat, peraturan pertarungan ini adalah boleh memakai senjata apa saja,yang keluar dari tempat pertarungan akan kalah dan boleh menyerah dalam pertarungan".Kata Naufal Muzakki menjelaskan tentang pertarungan antar keluarga dan peraturannya.

__ADS_1


Pertarungan pertama akan mempertemukan perwakilan dari keluarga Mulya melawan keluarga Taufik.


"Saphira Mulya dari keluarga Mulya"


"Dayat Taufik dari keluarga Taufik".


"Semua siap,pertarungan dimulai".Kata Naufal Muzakki memulai pertarungan pertama.


Pertarungan pertama berjalan begitu sengit yang mempertemukan perwakilan dari dua keluarga besar di kota Bandarsyah.


Saphira Mulya dengan pedang di tangannya pedang tersebut bernama pedang Brataga,sedangkan Dayat Taufik dengan tongkat saktinya yang bernama tongkat Jagara.


"Aku akan menang".Kata Dayat Taufik dengan semangatnya membawa tongkat Jagara.


"Takkan kubiarkan kamu menang".Kata Saphira Mulya dengan pedang Brataga di tangan kanannya.


Pertarungan mereka berjalan begitu sengit hampir memakan waktu satu jam.


"Tongkat Jagara: Tusukan Maut".Kata Dayat mengeluarkan jurus tongkatnya.


"Aaahhh".Tusukan tongkat Dayat mengenai Saphira dan membuatnya terluka.


"Hahaha aku akan menang".Kata Dayat dengan sombongnya.


Lalu Saphira berdiri dan mengeluarkan jurusnya.


"Pedang Brataga:Sabetan Mematikan".


Kata Saphira mengeluarkan jurusnya yang terakhir.


Jurus Sabetan Mematikan dari pedang Brataga milik Saphira mengenai perut Dayat karena ia tidak bisa menahannya dan membuatnya terluka parah.


"Aaahhh".Dayat terluka dan membuatnya pingsan.


"Pertarungan pertama dimenangkan oleh Saphira Mulya dari keluarga Mulya".Kata Naufal Muzakki mengumumkan pemenang pertarungan pertama.


"Untuk pertarungan selanjutnya,Syam Mahidin dari keluarga Mahidin melawan


Ganyar Aziz dari keluarga Aziz".Kata Naufal mengumumkan pertarungan selanjutnya.


Pertarungan sangat sengit antara Syam dan Ganyar.


Baru mulai pertarungan Ganyar langsung mengeluarkan jurusnya.


"Pukulan Kera Besar".Kata Ganyar mengeluarkan jurus pukulannya.


Pukulan Kera Besar Ganyar sangat kuat hingga hampir membuat Syam terluka dan terjatuh.


"Sialan!aku akan mengalahkan mu".Kata Syam menghindar dari pukulan Ganyar lalu mengeluarkan senjata kerisnya.


"Sabetan Raja".Syam mengeluarkan kerisnya lalu mengeluarkan jurusnya dan mengenai perut Ganyar,Ganyar hampir jatuh karena keris Syam hampir menembus perutnya.


"Haaahh".Ganyar mengamuk dan berubah menjadi Siluman Kera Besar.


"Apa?jadi kau punya kekuatan seperti ini".Lalu Syam menghindari Ganyar yang berubah menjadi Siluman Kera Besar.


Ganyar yang berubah menjadi Siluman Kera Besar menyerang Syam dengan pukulannya.


"Waahhhhh".Syam terpental jauh sampai keluar dari tempat pertandingan karena pukulan Ganyar.


"Pemenang pertarungan ini adalah Ganyar Aziz".Kata Naufal Muzakki mengumumkan pemenang pertarungan kedua.

__ADS_1


Untuk pertarungan selanjutnya cenderung membosankan.


Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba giliran Adi menunjukkan kekuatannya.


__ADS_2