Pendekar Pedang Tertinggi

Pendekar Pedang Tertinggi
Selesai


__ADS_3

Diluar Gunung Seribu Pedang banyak sekali serigala yang bersiap untuk menelan mereka.


Feng Lin cukup tidak senang dengan adanya formasi ini dan ia bingung bagaimana menghancurkannya.


Ning Ying tiba-tiba muncul "Tuan Muda, Saya bisa membuka formasi ini tanpa diketahui pengguna formasi namun waktunya cukup singkat"


"Bagus! segera lakukan" Perintah Feng Lin, ia sangat senang karena ternyata ada master formasi didalam pasukannya.


Ning Ying kemudian melakukan beberapa formasi dan akhirnya membuka sebuah lubang kecil "Segera Tuan Muda!"


Feng Lin bersama yang lainnya segera masuk dalam satu tarikan nafas dan akhirnya semua pasukan sudah berada di Gunung Seribu Pedang.


"25 Assassin segera meracuni semua murid, Pelindung Kedua bersama Pelindung Ketiga cari semua Penatua Gunung Seribu Pedang namun jangan dibunuh!"


"Jangan lupa untuk menuju aula Gunung Seribu Pedang setelah menyelesaikan misi, sisanya ikuti Aku" Perintah Feng Lin yang langsung segera dikerjakan oleh bawahannya.


Feng Lin kini menuju ke aula dengan santai, ada juga beberapa murid patroli yang langsung ditembak oleh Feng Lin saat dilihat.


Feng Lin cukup senang untuk menembak para semut dengan satu jari, tidak lama kemudian mereka akhirnya sampai didepan aula.


Didepan aula sudah ada Patriak bersama Penatua Agung dan dua Penatua Ranah Nescent Soul!


Patriak Gunung Seribu Pedang menatap Feng Lin dengan mata tajam "Siapa yang memerintahkanmu untuk membuat kekacauan di sekteku ha!"


Pelindung Pertama menatap tajam kearah Patriak Gunung Seribu Pedang "Beraninya kau membuat suara bising dihadapan Tuan Muda!"


Keempat orang itu segera waspada, siapa yang menyangka bahwa pria itu seorang Nescent Soul Layer 8 Puncak dan tiga dari mereka juga merupakan Nescent Soul!


Kekuatan semacam ini sudah sangat luar biasa!


"Kami tidak tahu apa yang dilakukan yang mulia di Sekte kami, mohon yang mulia untuk memberitahu kami" Patriak Boe telah merubah sikapnya.


Penatua Agung bahkan sangat waspada kemudian membisikkan sesuatu "Masih ada dua Ranah Nescent Soul Layer 8 yang menuju kemari"


Wajah Patriak Boe semakin pucat, ia tidak tahu kapan menyinggung kekuatan seperti ini.


"Aku hanya sedang bermain-main" Jawab Feng Lin dengan dingin dan membuat keempat orang itu memiliki urat didahinya.


Tiba-tiba ada dua pria berjubah lagi yang melempar beberapa orang dan membuat keempat orang terkejut.


"Tiga Penatua!" Wajah Patriak Boe semakin pucat, hanya dalam beberapa menit tiga Penatua sudah tumbang dan kekuatan mereka sangat berkurang.

__ADS_1


Tiba-tiba seorang pemuda dengan aura tajam muncul, ia melihat sekitar dan wajahnya sangat marah "Kau!"


Patriak Boe langsung menenangkan pemuda itu "Nak jangan gegabah, kita tidak cukup kuat untuk mengalahkan mereka"


Pemuda itu cukup marah, ia adalah anak Patriak Boe, jenius Gunung Seribu Pedang, dibawah usia 30 tahun telah menembus Ranah Qi Fusion Layer 4!


Juga merupakan satu-satunya harapan Patriak Boe dalam membangkitkan Gunung Seribu Pedang.


"Menarik! Patriak Boe biarkan anak anda bertarung denganku, bila Aku kalah mungkin Gunung ini masih milik anda namun bila dia kalah maka Gunung ini harus dimiliki olehku"


Patriak Boe terkejut "Itu terserah pada anak-"


"Baik! mari kira bertarung!" Segera pemuda itu langsung mengeluarkan pedangnya dan ada ekspresi marah.


Feng Lin tersenyum "Mari kita mulai"


Tiba-tiba pemuda itu langsung maju dengan cepat, ia terus menerus menebas kearah Feng Lin dan sekali-kali menembakkan Qi Pedang.


Feng Lin dengan santai menghindari seluruh serangan pemuda itu dan dalam waktu cukup lama akhirnya Feng Lin berhenti mundur.


"Saatnya serius" Aura Feng Ling langsung naik dengan cepat, matanya mengeluarkan tatapan yang tajam dan membuat jiwa pemuda itu bergetar.


"Hmmm" Dalam satu nafas Feng Lin langsung meninju pemuda itu dengan cepat.


"Jika hal ini berlanjut mungkin keponakan akan kalah" Bisik Penatua Agung.


Patriak Boe mengangguk, meskipun Feng Lin hanya berada di Ranah Qi Transformation Layer 9 Puncak namun ia dapat bersaing dengan Qi Fusion Layer 4 yang sangat mengejutkan!


"Seratus Pedang!" Teriak pemuda itu dengan wajah putus asa dan langsung mengeluarkan seni terkuatnya.


Feng Lin menyeringai "Bermain pedang? penguasaan pedang!" Teriak Feng Lin yang membuat pedang dengan energi Qi.


"Penguasa Pedang!" Semua orang terkejut dan seketika melihar Feng Lin sebagai monster.


Dengan itu serangan Feng Lin langsung menghancurkan pedang pemuda itu dan bahkan dalam beberapa hitungan langsung menusuk kedalam jantung pemuda itu.


"Cukup menyenangkan" Feng Lin menyeringai.


Patriak Boe langsung meledakkan auranya "Beraninya kau membunuh anak Saya!!"


Dengan cepat ia melesat kearah Feng Lin namun Pelindung Kedua langsung menembak Patriak Boe dan dalam hitungan detik ia terlempar beberapa menit.

__ADS_1


"Bunuh mereka" Perintah Feng Lin kemudian langsung dijalankan oleh ketiga pelindung begitu juga dengan tiga murid batin.


Akhirnya pertarungan segera pecah dengan cepat, untuk Feng Lin ia hanya berdiam diri sambil mengawasi sekitar dan dia samar-samar merasakan aura yang unik.


Ia kemudian mengikuti jejak aura itu hingga akhirnya sampai di sebuah rumah yang lusuh dan Feng Lin membukanya.


Ia terkejut ada seseorang disini, ia terlihat sangat menyedihkan namun auranya unik dan ada perasaan meledak.


"Lihat informasinya"


[Ding]


[Nama: Ling Dong]


[Identitas: Reinkarnasi Raja Sihir]


[Kultivasi: Initial Foundation Layer 1]


[Deskripsi: Ling Dong hanyalah murid biasa di Gunung Seribu Pedang, sudah sepuluh tahun ia di Gunung Seribu Pedang namun menjadi sampah, ia kemudian dikucilkan oleh anggota lainnya, identitas lainnya adalah Reinkarnasi Raja Sihir yang kuat dan jiwa itu kini telah bangkit]


Feng Lin menyeringai kemudian Ling Dong tiba-tiba bangun dan melihat Feng Lin "Siapa kau!"


Mata Ling Dong tajam tidak seperti seorang pemuda sama sekali "Hm? Aku Feng Lin, sepertinya kau hanyalah sampah Gunung Seribu Pedang, sungguh membuang waktu"


Feng Lin kemudian segera keluar dari rumah lusuh itu dan melihat pertarungan diluar namun Ling Dong segera mengikuti.


Ia sangat terkejut dengan pemandangan dimana Patriak yang ia hormati dipukuli dan bahkan Penatua lainnya juga.


"I-ini, apa ini ilahmu?" Tanya Ling Dong dengan wajah yang sangat terkejut.


Feng Lin hanya mengangguk "Sebaiknya kau bersiap untuk pergi dari Gunung Seribu Pedang jika tidak mungkin nyawamu akan hilang"


Tiba-tiba wajah Ling Dong sedikit berubah bahkan matanya menjadi ungu dan ada perasaan tidak menyenangkan.


"Terimakasih atas kebaikan anda namun Saya ingin melihat kejatuhan Sekte ini dengan mata kepalaku"


"Terserah"


Setelah beberapa menit akhirnya Patriak Boe, Penatua Agung dan bahkan dua Penatua telah dihapuskan.


To Be Continued

__ADS_1


Terimakasih yang sudah membaca novel saya 🐱


__ADS_2