
Leluhur Lembah yang merasakan ancaman segera meledakkan aura yang sangat kuat dan membuat jarak yang cukup jauh dari Feng Lin.
"Nak kau sangat aneh, bagaimana bisa mengeluarkan begitu banyak seni kelas mistis! pasti berlatih ilmu iblis!" Leluhur Lembah dapat merasakan bahwa energi Qi Feng Lin sangat meluap dan tidak ada habisnya.
"Ilmu Iblis? lelucon yang bagus jika begitu maka matilah!" Teriak Feng Lin yang langsung menggunakan seluruh kekuatannya dan membuat wajah Leluhur Lembah pucat.
"Aku tidak akan bisa menahan serangan ini tapi setidaknya harus menjauh" Leluhur Lembah ingin pergi namun ia melihat ada First Sword yang sudah menjaganya.
"Ingin pergi? cukup sulit" First Sword segera membuat sebuah blokade dan membuat Leluhur Lembah tidak dapat pergi dari posisinya.
"Brengsek! kalian! jangan harap Aku bisa mati semudah itu!" Teriak Leluhur Lembah yang juga melesatkan kekuatan yang luar biasa.
"Rasakanlah kekuatan Transcendent Layer 7! Ledakan Esensi Sejati!!" Teriak Leluhur Lembah dengan seluruh tenaga.
BOMM!!!!!
Akhirnya Leluhur Lembah yang berada di Ranah Transcendent Layer 7 harus tumbang ditangan Feng Lin dan hal ini sangat luar biasa.
Apalagi Feng Lin masih Transcendent Layer 1 tapi mampu menghadapi Layer 7 yang dianggap Transcendent Tingkat Tinggi!
"Kita harus segera membantai yang lainnya, pagi hampir tiba" Feng Lin dengan lambaian tangan langsung menghancurkan mayat Leluhur Lembah dan Master Lembah.
Setelah itu mereka segera pergi untuk membantai seluruh murid Lembah Buas dan bahkan menghancurkan seluruh bangunan yang ada.
Mereka telah berkumpul kembali, masing-masing selamat dan tidak ada yang terluka para sama sekali.
"Ambil harta yang ada kemudian kita kembali ke Sekte dan jangan biarkan ada saksi yang hidup" Perintah Feng Lin.
Mereka kemudian mencari murid yang masih hidup untuk dibantai, tidak lama kemudian sudah musnah semua para murid Lembah Buas dan mungkin ada yang hidup tapi diluar Sekte.
Feng Lin bersama yang lainnya segera pergi dari Lembah Buas karena hari sudah mau pagi dan saat pagi hari keadaan Lembah Buas sangat memperhatikan.
**
Di Lembah Buas sudah banyak Ahli yang datang untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dan setelah diselidiki tidak menemukan hasil sama sekali.
Seorang Penatua dari Paviliun Obat terlihat memiliki wajah yang jelek dan sangat marah "Berani-beraninya seseorang membantai Sekte dibawah Paviliun ku!"
__ADS_1
Seorang murid segera menghadap "Penatua kami telah menemukan mayat Leluhur Lembah Buas dan sepertinya dihancurkan dengan kejam"
"Sangat kejam? kejadian ini diluar dugaan kita, Lembah Racun, Lembah Buas telah hancur dan kekuatan Paviliun Obat tidak lagi dimasa puncaknya!" Wajah Penatua sangat jelek dan ia masih tidak tahu siapa yang menyerangnya kali ini.
Penatua Bagian Hukum tiba-tiba muncul dan menghela nafas "Kekuatan orang yang menghancurkan Lembah Buas mungkin cukup kuat dan sebanding dengan Sekte Besar"
"Apakah begitu? sepertinya akan sulit untuk berurusan dengan mereka, kita juga kehilangan 1 Transcendent dan 2 kekuatan bawahan hancur" Penatua Ketiga menghela nafas panjang.
Penatua Bagian Hukum melihat sekitar "Kemungkinan kita akan dapat menghadapi musuh yang menyerang Lembah Buas tapi mungkin sekarang"
"Kita berdua sama-sama Transcendent Layer 7 dan tidak keluar untuk membunuh kita. Pasti ada semacam konspirasi yang direncanakan" Penatua Hukum terkekeh.
Musuh yang dihadapi Paviliun Obat kali ini mungkin tidak benar-benar kuat tapi lebih kearah licik dan sangat ahli dalam bersembunyi.
Jika tujuan mereka adalah memancing Penatua dari Paviliun Obat muncul maka 2 Penatua sudah pasti berhadapan dengan musuh dan bukan malah aman-aman saja.
"Perintahkan para murid untuk tetap berada di area ini, juga laporkan pada Penjaga Paviliun untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan karena musuh terlalu licik" Perintah Penatua Bagian Hukum.
Penatua Ketiga mengangguk "Aku akan pergi dulu, untuk sisanya tolong lanjutkan terlebih dahulu"
Penatua Bagian Hukum mengangguk dan mereka segera pergi kearah yang berlawanan karena ada sesuatu yang akan mereka lakukan.
**
Feng Lin bersama yang lainnya sedang berada di desa setelah insiden penyerangan kemarin dan mereka terlihat sedikit lelah.
Tujuan mereka disini adalah untuk memulihkan energi Qi dan kemudian bersiap untuk segera kembali ke Sekte.
Tiba-tiba First Sword muncul "Tuan Muda sebaiknya kita pergi sekarang"
"Baik, segera pergi" Feng Lin segera bersiap dan pergi dari Desa Kecil ini.
Sepertinya First Sword merasakan sesuatu jadi mereka segera pergi dengan cepat dan tidak meninggalkan jejak sama sekali.
Setelah beberapa jam akhirnya muncul beberapa orang dan salah satunya Penatua Ketiga dari Paviliun Obat.
"Mereka melarikan diri dengan cepat dan bahkan menghapus jejak yang tertinggal" Penatua Ketiga yang tiba merasa sedikit menyesal karena datang terlambat.
__ADS_1
Seorang murid segera melapor "Mereka tidak jauh dari sini Penatua, apakah kita akan mengejar?"
"Kita harus menangkapnya tidak peduli apa yang terjadi!" Wajah Penatua Ketiga sedikit jelek dan ia segera memerintahkan untuk mengejar.
Feng Lin sudah mengetahui hal ini sebenarnya dan sedang merencanakan sesuatu.
Setelah terbang beberapa jam akhirnya Feng Lin berhenti dan membuat bawahannya terkejut.
"Ada apa Tuan Muda?" Tanya First Sword dengan wajah bingung.
"Kita sergap orang yang mengejar kita, kekuatan mereka tidak terlalu kuat dan hanya ada 1 Transcendent saja" Feng Lin kemudian mengeluarkan pedangnya.
First Sword mengangguk "Baik Tuan Muda, semuanya segera bersiap berperang!"
Mereka kemudian segera bersiap-siap dan menuju ke tempatnya masing-masing.
Tidak lama kemudian muncul beberapa orang dan dipimpin oleh Penatua Ketiga dari Paviliun Obat.
Penatua Ketiga terkejut dengan keadaan sekitar "Huh! cukup berani untuk menyergap Penatua ini!"
Feng Lin bersama yang lainnya tiba-tiba muncul dan tertawa kecil "Siapa yang menduga bahwa akan muncul seorang Penatua"
Penatua Ketiga tidak peduli dan segera mengeluarkan auranya "Tidak perlu berbasa-basi lagi, bunuh semuanya!"
Perintah Penatua Ketiga segera dilaksanakan oleh murid lainnya namun Feng Lin tidak kalah cepat dan ia sudah memberi perintah untuk membantai para musuh.
Tidak sampai setengah jam seluruh murid telah dibantai dan membuat wajah Penatua Ketiga sedikit berubah.
"Cukup licik! ada 6 Transcendent yang sudah menunggu" Wajah Penatua Ketiga mencoba untuk tenang dan menganalisis situasinya.
"Bunuh!" Perintah Feng Lin yang langsung dikerjakan dan mereka menyerang secara bersamaan.
Melihat hal ini wajah Penatua Ketiga memburuk tapi ia dengan cepat bersiap untuk bertempur sembari mengirimkan sinyal bantuan.
"Aju hanya perlu bertahan sampai bantuan datang" Penatua Ketiga dengan santai memblokir seluruh serangan dengan bangga dan tidak terlihat kesusahan.
Feng Lin dan Luo Xia tidak menyerang jadi pantas tidak ada serang yang benar-benar melukai Penatua Ketiga.
__ADS_1
To Be Continued
Terimakasih yang sudah membaca novel saya 😎