
Keesokan harinya Feng Lin kini berada di taman belakang kediamannya dan didepannya sudah ada beberapa orang yaitu Gu Cheng bersama 5 Murid Sejati.
"Jadi ada perlu apa kalian menghampiri ku di hari yang damai ini?" Tanya Feng Lin dengan santai.
"Tuan Muda, Aku ingin membalas dendam atas perbuatan Kota Elang padaku beberapa waktu yang lalu" Gu Cheng nampak bersemangat dan berapi-api.
Feng Lin menyeringai "Balas dendam? lakukanlah apa kau perlu bantuan?"
"Tidak perlu Tuan Muda, Aku membawa 5 Murid Sejati ini bersamaku dan tidak perlu bantuan lainnya" Gu Cheng merasa bersemangat.
Feng Lin mengangguk "Lakukan dengan baik, jangan permalukan dirimu lebih jauh, mengerti?"
"Mengerti Tuan Muda" Setelah itu Gu Cheng bersama 5 Murid Sejati segera berangkat menuju ke Kota Elang untuk membantai orang-orang dari Mansion Kota!
Sementara Feng Lin sedang merasakan kekuatannya sedang naik turun namun stabil yang menandakan akan menerobos ke Ranah Transcendent Layer 2.
'First Sword segera siapkan rencana kita untuk melakukan penyerangan terhadap Lembah Buas' Perintah Feng Lin.
'Mengerti Tuan Muda' First Sword segera menghubungi Second Sword dan Third Swors untuk membawa yang terkuat saja dalam perang kali ini.
Karena ini menyinggung Sekte Besar, mereka tidak boleh menyerang dengan gegabah dan juga menyerang secara leluasa.
Yang dibawa kali ini adalah 3 Pelindung Pedang yang masing-masing memiliki Ranah Transcendent Layer 5 kemudian tentu saja Feng Lin.
Ning Ying bersama Ning Bai yang berada di Ranah Nescent Soul Layer 8, Mu Ling juga meskipun hanya Nescent Soul Layer 6, Pemimpin Mata-mata bersama wakilnya yang sama-sama Transcendent Layer 1.
Gu Cheng juga meskipun harus menunggu sampai ia kembali setelah membantai mansion kota elang.
**
Di Kota Elang kini sangat ramai karena invasi iblis telah berhasil dipukul mundur dan Kota Elang kembali ramai pengunjung.
Di mansion kota Leluhur Kota Elang telah naik ke Ranah Transcendent Layer 1 dan merasa dapat hidup selama ratusan tahun lagi.
Penguasa Kota tertawa "Selamat Leluhur, Kota Elang kita sudah bukan sesuatu yang sepel lagi, Aku khawatir akan banyak yang menyanjung kita"
__ADS_1
"Hanya Transcendent Layer 1, setidaknya sampai ke Layer 3 untuk mengamankan posisi kita dan juga mendapatkan hal yang baik" Leluhur itu tersenyum kecil.
Ia telah bertemu dengan beberapa orang hebat seperti Second Sword dari Gunung Pedang Tertinggi dan merasa sangat luar biasa karena kekuatannya.
"Jika Aku dapat menjadi seperti Second Sword dari Gunung Pedang Tertinggi maka kehidupan ini benar-benar layak" Leluhur itu tersenyum.
Raja Kota Elang mengangguk "Dengan kekuatan seperti Second Sword Aku yakin Kekaisaran akan memperlakukan kita sangat baik dan tidak berani menyinggung secara terang-terangan"
Mereka kemudian berbicara dengan tenang dan juga berbicara tentang pengalaman mereka diluar.
BOOMM!!
Tiba-tiba ledakan membuat mereka berhenti berbicara dan langsung menatap kearah ledakan itu "Siapa yang berani menyerang mansion kota!"
Gu Cheng tertawa "Pak tua! ini Aku Master Racun Keji, beberapa waktu lalu Aku dipermalukan sehingga membuat Tuanku marah! sekarang Aku akan membunuhmu!"
"Arogan! sekarang Aku telah naik ke Ranah Transcendent dan tidak ada yang boleh bermacam-macam!" Leluhur itu langsung melesat kearah Gu Cheng.
"Hanya Transcendent Layer 1 berani bersikap sombong!" Gu Cheng langsung meledakkan sumber racun disekitar dan membuat sekitarnya penuh kabut.
Leluhur tidak tinggal diam, ia menyapu kabut menggunakan esensi Qi nya dan dengan bangga mencari Gu Cheng didalam kabut.
Leluhur sedikit panik "Sampai kapan kau akan bersembunyi? apa kau takut?"
"Hahah!! takut? hanya seekor tulang tua sepertimu berani berfikiran seperti itu, akan Aku perlihatkan kekuatan asli dari Ranah Transcendent!" Gu Cheng langsung memanipulasi energi Qinya dengan bangga.
Ia kemudian melesat kearah Leluhur yang tidak merasakan ancaman sama sekali dan dalam sekali serangan Leluhur langsung terpental beberapa meter.
Hal ini dilihat oleh Raja Kota Elang, ia segera waspada dan melihat sekitar "Lindungi Leluhur! jangan biarkan orang ini menyerangnya!"
Beberapa Penatua langsung menghampiri Gu Cheng dan menyerang tapi tiba-tiba muncul 5 Ahli yang membantu Gu Cheng.
Gu Cheng kemudian melesat kearah Raja Kota "Hanya Nescent Soul kecil, matilah!"
Dalam satu serangan Raja Kota langsung mati dan mayatnya tiba-tiba berubah menjadi cairan berwarna hijau.
__ADS_1
"Baiklah saatnya kau pak tua!" Gu Cheng melihat Leluhur yang terluka parah dan ia menyeringai.
Leluhur berusaha untuk bangkit "Uhuk,, dasar bajingan arogan! jangan remehkan kekuatan ku!"
Leluhur langsung memanipulasi energi Qi yang tersisa dan ia bersiap untuk meledakkan dirinya sehingga ia dapat membawa Gu Cheng bersamanya.
"Meledakkan diri? naif sekali, trik ini benar-benar lelucon dihadapanku" Gu Cheng kemudian mengurung tubuh Leluhur dan tiba-tiba tidak terjadi ledakan.
"A-apa yang terjadi?" Wajah Leluhur tiba-tiba menjadi kaku dan ia tidak percaya apa yang ia lihat.
"Terkejut? ini adalah pengekangan" Gu Cheng kemudian memegang kepala Leluhur dan kemudian menarik jiwanya.
"Agh!!!" Jiwa Leluhur langsung dilenyapkan oleh Gu Cheng dan hal ini benar-benar keji.
Karakter seperti Gu Cheng sangat mengerikan, ia pantas dijadikan sebagai Protagonis utama dan akan dibunuh oleh mc karena sangat kejam..
"Bunuh semuanya dan bakar mansion kota elang. Kemudian kita pergi untuk bergabung dalam penyerangan" Perintah Gu Cheng.
"Mengerti" 5 Murid Sejati segera membantai para Penatua dan mereka juta membantai seluruh orang di mansion kota elang tanpa pandang bulu.
Sebaiknya mencabut masalah sampai ke akarnya agar tidak menyebabkan masalah yang tidak perlu dan hal ini sudah biasa di benua ini.
Setelah itu Mansion Kota Elang tiba-tiba terbakar, diketahui juga bahwa seluruh orang di Mansion Kota Elang musnah dan mati ditempat.
Kejadian ini membuat kota sekitar merinding, mereka tidak tahu Kota Elang menyinggung karakter kejam seperti apa sehingga dimusnahkan dalam sehari.
**
Didekat Lembah Buas sudah berkumpul seluruh petinggi yang akan menyerang Lembah Buas dan mereka tidak cukup banyak.
Hanya Feng Lin, 3 Pelindung Pedang, Ning Bai, Ning Ying, Luo Xia, Mu Ling, Pemimpin Mata-mata kemudian wakil mata-mata dan Gu Cheng yang sudah kembali setelah memusnahkan mansion kota elang.
"Baiklah karena semuanya sudah berkumpul, sesuai rencana kita akan terbagi menjadi 2, Aku akan bersama Luo Xia dan First Sword menuju bagian belakang. Sisanya bagian depan" Perintah Feng Lin.
"Mengerti Tuan Muda" Segera mereka berpisah dan menyerang dari bagian yang sudah ditentukan.
__ADS_1
To Be Continued
Terimakasih yang sudah membaca novel saya 😎