Pendekar Pedang Tertinggi

Pendekar Pedang Tertinggi
Kedatangan Pemimpin Departemen Hukum


__ADS_3

Feng Lin mengangguk "Benar ada sesuatu yang kuinginkan, ambil ini" Feng Lin melemparkan 7 pedang.


Seketika 7 Artefak Pedang Tingkat Mistis Kelas Atas! "Itu adalah pemberian dariku"


Tiba-tiba ketujuh bawahan Feng Lin langsung membungkuk dengan sangat hormat "Terimakasih atas kebaikan Tuan Muda! kami akan selalu berada disisi anda bagaimanapun situasinya!"


Feng Lin mengangguk "Selama kalian mengikuti diriku maka akan selalu ada daging untuk diberikan"


"Juga Aku memiliki formasi pelindung kelas 7 dan juga 3 formasi spiritual kelas 7" Feng Lin lagi-lagi melemparkan sesuatu yang berharga dengan santai.


"Cukup ingat bahwa 1 Formasi Spiritual untuk murid berbakat Gunung Seribu Pedang juga yang setia pada kita dan untuk sisanya Aku tidak harus berbicara kan?" Feng Lin menyeringai.


Ketujuh bawahan segera mengerti "Kami benar-benar berterimakasih pada anda Tuan Muda, kemurahan hati ini sangat mulia bagi kami"


"Baiklah, segera pasang formasi pertahanan untuk menjaga Gunung Seribu Pedang"


"Baik Tuan Muda"


Segera mereka kemudian bubar dan melakukan kegiatan seperti biasa juga tidak lupa membuat formasi.


Feng Lin tersenyum, dengan formasi pertahanan kelas 7 ia yakin meskipun ada Ranah Transcendent yang muncul tidak akan cukup untuk menembusnya.


Juga dengan tiga Formasi Spiritual Kelas 3 Feng Lin yakin dalam beberapa bulan akan muncul bibit yang baik dan bahkan Tiga Pelindung memiliki kesempatan untuk naik ke Ranah Transcendent.


Awalan kultivasi menurut Feng Lin adalah Ranah Transcendent oleh karena itu seharusnya cukup mudah menembus lapisan di Ranah Nescent Soul!


Jika seseorang mencapai Ranah Transcendent maka formasi spiritual apapun dibawah kelas 9 tidak terlalu berdampak namun dibawah Ranah Transcendent sangat berarti.


Inilah pemahaman Feng Lin yang menyimpulkan bahwa Ranah Transcendent adalah awal dari jalan menuju keabadian!


Tiba-tiba seorang pemuda tampan muncul dengan wajah gelap juga dingin "Hehehe! lihat aura ditubuhku!"


Feng Lin menoleh untuk melihat Ling Dong "Hanya Ranah Qi Transformation Layer 4?"


"Hanya? apa kau meremehkan diriku?" Tanya Ling Dong dengan wajah jelek.


Feng Lin menggelengkan kepalanya "Setidaknya cukup berbakat namun hanya itu saja"


Wajah Ling Dong seketika marah "Kau!"


Feng Lin langsung memberi tekanan pada Ling Dong "Seharusnya kau tidak terlalu banyak bicara kan?"

__ADS_1


'Ranah True Foundation!'


Ling Dong ingat bahwa Ranah Feng Lin seharusnya Qi Fusion tahap awal ataupun dibawahnya namun ternyata Ranah True Foundation!


Ling Dong juga tahu bahwa tulang Feng Ling sangat muda jadi bagaimana bisa sangat kuat! ini benar-benar mengejutkan dirinya.


"Huh, baiklah Saya akan berusaha lebih keras agar kau melihatku!" Dengus Ling Dong yang segera pergi meninggalkan Feng Lin.


"Permainan anak-anak, sepertinya pion ini cukup bagus" Feng Lin kemudian berlatih dengan tenang.


**


Gunung Kuning


Di hutan bambu ada beberapa orang yang berkumpul, aura mereka banyak yang menekan dan bahkan beberapa orang terlihat menakutkan.


Nenek Luo menghela nafas "Akhir dari orang tua boe cukup buruk, sekarang Gunung Seribu Pedang telah diambil alih dan mungkin Gunung Kuning telah diawasi"


Seorang gadis muda yang sangat menawan terlihat tenang "Berita itu sangat mengejutkan, hanya dalam semalam Gunung Seribu Pedang berpindah tangan"


"Seperti itulah kehidupan jika kita tidak cukup kuat untuk mempertahankan milik kita maka hanya kematian saja yang menunggu" Patriak Gunung Kuning tersenyum kecil.


"Meskipun Gunung Seribu Pedang tidak memiliki Ranah Transcendent namun Penatua Agung mereka sangat kuat dan tidak mudah dikalahkan!"


"Nenek Luo anda membawa beberapa Penatua untuk berkunjung ke Gunung Seribu Pedang" Perintah Patriak Gunung Kuning.


Gadis cantik itu menggelengkan kepalanya "Ayah harus cukup sabar karena pemerintah resmi Provinsi Merak akan berkunjung nanti dan kita akan melihat bagaimana mereka menanganinya"


Patriak Gunung Kuning mengangguk "Artinya kita harus cukup sabar sekarang"


**


Diluar Gunung Seribu Pedang muncul beberapa atasan pemerintah Provinsi Merak dan mereka memiliki aura yang kuat.


Kemudian Penatua Luar yaitu Ning Ying muncul "Saya Panatua Bagian Luar Ning Ying, ada yang bisa Saya bantu?"


Pemimpin atasan maju dengan tenang "Kami ingin menemui Patriak muda dan ada sesuatu yang ingin kami bahas dengannya"


Ning Ying "Mohon tunggu sebentar"


Tiba-tiba beberapa atasan memiliki wajah yang jelek "Beraninya kau membuat kami menunggu!"

__ADS_1


Kemudian Ning Ying menatap atasan itu dan segera atasan itu merasa ketakutan.


'Ranah Nescent Soul Layer 4!'


Hanya seorang Penatua Bagian Luar saja memiliki kekuatan seperti ini, pemimpin atasan itu segera bergerak "Mohon maaf atas kekerasan bawahan Saya"


Ning Ying mendengus dingin "Akan ku maafkan kali ini"


Pemimpin atasan itu hanya menggelengkan kepalanya 'Meskipun Saya seorang Nescent Soul Layer 7 namun tidak baik membuat keributan'


Kemudian Ning Ying mendapatkan pesan dari dalam "Baiklah kalian dapat bertemu Patriak muda kami"


"Terimakasih"


Setelah itu mereka segera masuk ke Gunung Seribu Pedang, pemimpin atasan sangat terkejut dengan perusahaan suasana Gunung Seribu Pedang.


Ia juga melihat beberapa Nescent Soul yang mengawasi sekitar, seorang Nescent Soul hanya menjadi pengawas! apakah itu mungkin?


Total ada 25 Nescent Soul Layer 1 yang terlihat di mata pemimpin itu, juga ada 2 Nescent Soul Layer 4 dan 1 Nescent Soul Layer 5.


Juga didalam aula ada Nescent Soul Layer 1 yang kemungkinan Patriak muda, juga ada dua aura gelap yang menakutkan dan tidak dapat diketahui kultivasinya.


Pemimpin atasan juga merasa tiga mata yang sangat menakutkan sehingga ia tidak berani menatap sama sekali dan setelah berjalan cukup lama akhirnya sampai di aula.


Aula itu cukup sederhana namun tenang, di atas sana ada Mu Ling dengan wajah tenang dan di sebelahnya ada dua Penatua umum.


"Kami memberi salam pada Patriak Gunung Seribu Pedang" Pemimpin Atasan segera memberi hormat begitu juga yang lain.


Mu Ling segera memberi balasan "Salam untuk semuanya, tidak perlu formal mari duduk"


Mu Ling kemudian menatap beberapa mata kemudian muncul beberapa pelayan dan segera memberi minuman ke para tamu.


"Patriak repot-repot" Pemimpin atasan tersenyum ramah.


Mu Ling juga memiliki senyuman ramah setelah itu mereka berbicara beberapa kata dan akhirnya Mu Ling berbicara serius "Ada tujuan apa anda kemari Pemimpin Departemen Hukum?"


Mu Ling mengenal orang ini yang merupakan Pemimpin Departemen Hukum Provinsi Merak dan statusnya tidak rendah.


Pemimpin itu tersenyum "Kami telah mendengar berita yang tidak mengenakan di Gunung Seribu Pedang jadi kami ingin melakukan beberapa penyelidikan"


Mu Ling menyeringai "Seharusnya pemimpin tidak perdulikan tentang siapa yang memegang Gunung Seribu Pedang? untuk uang bulanan kami akan membayar 2x lipat bagaimana?"

__ADS_1


To Be Continued


Terimakasih yang sudah membaca novel saya 🐱


__ADS_2