Penyesalan Yerikho

Penyesalan Yerikho
Bab 3 - Jadian


__ADS_3

Jam lima sore


Diperjalanan pulang


"Lana, kenapa bisa sampai didesa angin. kenapa berpakaian seperti itu di rumah?"


"Aku ini anak yatim piatu. papi mami kecelakaan saat aku usia 9 tahun dan berpulang. Papi Mami meninggalkan perusahaan dan warisan untukku"


"Setelah papi mami meninggal perusahaan di kelola paman leo, aku tinggal bersamanya. paman leo sangat menyayangiku. tapi karena ia sibuk bekerja aku di rumah bersama istri kedua dan anak tirinya yang seusia aku. mereka selalu menyiksa dan menzalimi aku"


"Akhirnya aku melaporkan pada notaris dan pengacara kepercayaan papa atas kelakuan keduanya. aku minta sekolah di asrama. dan permintaanku di kabulkan. biaya hidupku dan pendidikanku dari bunga deposito warisan orangtuaku. dua wanita iblis itu terus mau menguasai harta itu"


"Dalam wasiat tertulis. saat aku berusia 18 tahun, akan jatuh deposito 10 Milliar, untuk biaya kuliahku. karena dua wanita itu mau merebutnya. aku meminta pada notaris dan pengacaraku agar dana itu aku pakai kuliah di london. akhirnya aku kuliah di london selama 5 tahun menyelesaikan s2 ku disana"


"Baru pulang dari london, aku bekerja sebagai skeretaris diperusahaan papi, pamanku sangat senang. tapi baru tiga bulan kembali aku sudah di jebak bibi tiri dan anaknya agar menikah dengan pilihannya. karena tertulis kalau aku menikah sisa deposito papi mami akan jatuh ketanganku dan perusahaan dikembalikan padaku"


"aku menolak perjodohan mereka, alhasil mereka sudah berulang kali menjebakku bahkan tak sungkan memberi obat perangsang. beruntung saja relasi sekaligus sahabat papi selalu menyelamatkan aku"


"Sahabat papi memang berulang kali menyelamatkanku, tapi tak selalu ia bisa menjagaku. bisa saja suatu saat bibi tiriku kesampaian mencelakaiku, ia memintaku menghindar dulu sementara waktu sampai keadaan tenang baru di bicarakan lagi. aku disarankan tinggal didesa udara , sampai disana aku hampir dilecehkan, mungkin karena tinggal sendirian , untung saja ada pengawal sahabat papi menyelamatkanku"


"Aku dipindahkan ke desa angin. aku mengenakan pakaian tertutup. dan aman sampai sekarang" terang alana


"Mas erik gimana bisa terdampar sampai disini?" tanya lana


erik menceritakan kisah hidupnya tanpa di tutupi dari awal sampai sekarang


"jadi masih mencintai ana sampai sekarang?" tanya lana "Aku memang mencintai dia melebihi nyawaku tapi saat di detik terakhir, aku terluka atas perbuatannya, aku memilih melupakannya daripada membencinya. aku sudah berdamai dengan masa laluku. sekarang tinggal mencari maaf pada papa mama saja"


alana mengangguk paham "Nama pacar mas erik sama dengan anak tiri pamanku. calyana. dia juga model, cuma kena scandal dua tahun lalu dia sudah hilang namanya"


setelah menceritakan banyak hal ternyata calyana mantan kekasih erik dengan sepupu tiri alana adalah orang yang sama. dunia begitu sempit sekali . mereka tertawa bersama


"kapan mau menikah?" tanya erik


"jodohnya belum tiba mas, tunggu jodoh tiba dulu" jawab alana "kalau jodohmu disampingmu, diterima gak?" tanya erik

__ADS_1


"ya harus perkenalan dulu mas, menikah bukan seenaknya tapi janji dihadapan Tuhan. menjalani dan mempertahankannya sangat susah sekali. lana maunya menikah sekali seumur hidup"


"Setuju, ya sudah kita pacaran dulu ya sambil saling mengenal, sama sama merintis disini" alana mengangguk malu malu. "iya mas" erik menggenggam tangan mungil itu dan mengecupnya


tak terasa akhirnya mereka hampir tiba, alana segera mengambil tas yang dia bawa , mengenakan pakaian panjang dan tudungnya. erik tertawa terbahak bahak


"sekalian masker, aku tak sudi kekasihku di tatap om om mamang mamang di warung" kata erik menyerahkan masker


"Dasar posesive" omel alana


"Gapapa posesive yang penting sayang" jawab erik , alana mengangguk dan mengenakan maskernya .


saat mobil tiba didepan rumah, erik meminta anak buahnya membantu memasukkan barang barang belanjaan ke rumahnya. anak buah alana juga memasukkan barang ke rumah alana


♡♡♡♡♡


Setahun kemudian


Hubungan Alana dan Erik semakin dekat, meski mencuri curi karena tak ingin di ketahui oleh warga. maklum saja warga masih pedalaman masih primitive dan kolot. mereka tak mau mencari masalah dengan warga


Bisnis erik dan alana pun semakin membesar. selain membeli seluruh beras di desa itu, erik juga membeli beras dari desa sebelah, desa lembayung.


ternak erik juga bertambah banyak, setiap hari dia memasok daging dan hasil laut ke pasar pasar di kota bahkan sudah suply ke ibukota


Alana yang awalnya menjual pakaian, mulai membayar jasa penjahit dan menerima jahitan kebaya atau seragam. juga baju dan gaun pesta, ia menjual secara online. produknya di beli oleh orang dadi berbagai kota besar dan bahkan luar negeri


♡♡♡♡♡♡


Mansion


Kediaman Dirgantara


"Pa bagaimana yeri?" tanya sang mama sendu "kartu dari kita bahkan tak ia pakai sama sekali"


"Anak bodoh itu, hanya tau kerja, kapan hamilnya alana kalau begini" omel papa

__ADS_1


"Dia biasa dikejar wanita, seperti calyana dulu, tak bisa mengejar wanita pah, papa harus lebih berusaha" rajuk sang mama


"kok papa? kalau papa yang berusaha pasti usahanya ke mama. apa mau nambah adik yeri? ayo mah" goda sang papa. pinggangnya langsung jadi sasaran cubitan sang istri


"kalau sampai tahun depan mama belum punya cucu, mama akan pindah ke desa angin. biar papa sendirian disini" ancam sang istri


KRINGGG KRINNGGG


ponsel papa berbunyi


"Shalom pa.. apa kabar papa mama? yeri harap sehat selalu. maaf yeri mengganggu, apakah papa mau menjual dua lahan papa ke yeri? yeri membutuhkannya buat peternakan. enam bulan lagi idul adha pa" tanya yeri langsung sebelum di matikan ponselnya


"Dasar anak bodoh, kapan kau telepon kesini mengabarkan anakmu sudah lahir hah? setiap telepon hanya lahan dan lahan saja" bentak sang papa lalu sambungan diputuskan .


"kenapa pa?" tanya mama


"Anakmu yang bodoh itu lagi lagi nanya lahan" ketus sang papa


"usahanya membesar tapi keturunan tak membesar, pokoknya awas saja papa tahun depan" ucap mama yerikho. sang papa memijat pelipisnya


"Jennnnnn"


"Saya Tuan"


"Berikan tas ini pada Tuan Muda, katakan kalau tak ada cucu, tak ada bantuan apapun lagi"


"Baik Tuan besar" jen segera beranjak


"Tunggu, kamu kembali dulu. sewa empat rumah rsss disana kirim 8 orang tinggal disana. pantau kapan mereka bersama saat warung tutup. langsung gerebek mereka. jangan lupa sediakan kepala desa dan pendeta agar langsung dinikahkan"


"Baik Tuan"


"Waktumu sebulan"


"Baik Tuan"

__ADS_1


jen segera berlalu menjalankan perintah Tuan Besarnya



__ADS_2