
Ruang makan dirgantara
Jam 06:30
"makan yang banyak, agar lekas pulih. mama sediakan sup ikan gabus untukmu agar bekas operasi cepat kering sayang" ucap mama , lana mengangguk "makasih ma"
mereka makan dengan tenang sampai ponsel papa berbunyi. papa menahan tawa setelah membaca pesan dan secepatnya melanjutkan makannya . semua kebingungan tapi menahan penasaran karena aturan meja makan dirgantara tak boleh bicara saat makan
"kenapa papa tertawa tadi?" tanya mama
"Jeniffer buka berita" perintah papa . sang pengawal wanita menghidupkan tv di ruang makan. semua melotot menonton berita dan terbahak bahak
dua wanita ditahan polisi karena percobaan memjebak Tuan Demitri dengan obat perangsang di hotel. Tertangkap basah, barang bukti , bukti cctv, saksi, bukti transaksi pembelian obat sudah ada ditangan pihak kepolisian. di ancam dua tahun penjara mengingat usia tuan demitri yang punya riwayat jantung bisa meregang nyawa jika sampai terkonsumsi obat tersebut. ancaman pidana adalah dua tahun penjara
empat orang itu terbahak bahak melihat wajah dua wanita itu babak belur . karena nyonya besar demitri terkenal suka mencambuk pelakor yang menggoda suaminya
"kita tunggu saja vonis hakim pada mereka, karena ana banyak scandal dengan pengusaha dan pejabat, ia bisa mengancam mereka untuk membantunya. mungkin hukuman bisa sisa enam bulan, tapi itu sudah lebih dari cukup untuk mendepak mereka dan menggugat mereka agar saat keluar langsung masuk lagi ke penjara" ucap papa. erik mengangguk
"Kamu pulihkan dirimu dengan tenang, setelah empat puluh hari kita hajar mereka, biar papa dan suamimu mengumpulkan bukti dosa mereka dulu" kata mama .
"twins biar mama yang rawat, jaga kesehatanmu dengan baik ya sayang" pesan mama
"iya ma, terima kasih" ucap alana
"yeri kamu sementara keluar dengan topeng kulit, masker dan kacamata dulu, jangan lengah. ingat keselamatan anakmu" perintah papa. erik mengangguk
♡♡♡♡♡♡
35 hari kemudian
Ruang makan dirgantara
__ADS_1
jam 07:00
"Sayang.. papa berhasil meminta orang membantu membeli saham mereka 5%. dua wanita itu butuh uang menyuap banyak pihak. hukuman mereka jadi sembilan bulan penjara karena Nyonya Demitri menggunakan media massa menyerang pihak yang terkait kasus ini"
"hari ini kita selesaikan dua hal ya. pertama pengambilan perusahaan jonshon, kedua mengenai pencairan deposito warisan alana, akan banyak nyawa terkorban kalau tak di selesaikan"
"apa pandangan papa ?" tanya alana serius
"Saham saat ini 50% milik lana, 39% milik yerikho, 6% milik papa, 5% milik wenda.. kita ambil bangku jabatan dulu.. lana CEO, yeri wa CEO, papa Direktur, mereka wadir"
"Jangan pah, lana ga paham perusahaan, kita balikkan saja, mas erik CEO, lana Wa CEO, papa direktur" pinta lana "Baik kalau itu mau lana. tapi setelah wanita ular itu didepak, lana harus jalanin sendiri, kami hanya bantu dari belakang karena yeri juga punya tanggung jawab sebagai anak, suami dan ayah. dia harus berdiri sendiri" tegas papa. alana mengangguk "lana akan belajar pah"
"Kedua bagaimana pah?" tanya alana
"Deposito lana sudah bisa di cairkan karena sudah menikah sesuai wasiat papi mami kamu. ini wasiat aslinya" papa menyerahkan sebuah dokumen
tertulis bahwa alana wajib menikah dengan yerikho pria yang di jodohkan, kalau tidak warisan akan otomatis jatuh ke yayasan sosial di usia alana 30 tahun. alana meneteskan airmata membaca tulisan papanya dan dokumen resmi notaris serta pengacara sebagai saksi
"Papa rasa setelah ini kalian ke bank, ikat deposito selama 10 tahun agar uang tak tersentuh, saldo ada 100 Triliun. langsung buat ahli waris saja. jatuh kepada kembar saat usia mereka 18 tahun dan yerikho sebagai wali. kalau terjadi sesuatu dengan lana warisan akan jatuh pada kembar"
"kalau terjadi sesuatu dengan wali, di usia kembar 30 tahun dana akan jatuh pada kembar, kalau terjadi sesuatu dengan kembar, harta akan jatuh pada yayasan sosial. dengan begitu mereka bahkan akan bantu jaga nyawa sikembar"
"Lana setuju pah, Puji Tuhan lana dapat mertua sebaik papa mama. kalau oranglain pasti mengincar harta itu bahkan nyawa lana" ucap lana
"Harta dirgantara dan natanegara lebih banyak dari itu puluhan lipat sayang, kami butuh anak cucu bahagia. bukan uang. uang bisa kami cari" kata papa tersenyum
"bersiaplah kita segera ke perusahaan jonshon, papa sudah info ke notaris. mereka menunggu kita jam 2 siang di resto green garden"
"Baik pah, lana siapkan tas mas erik dulu"
alana segera naik menyediakan pakaian kerja dan peralatan kerja suaminya. ia masuk ke walk in closet mengenakan pakaian resmi juga. setelan blazer dan celana panjang hitam, kemeja putih , sepatu pantofel hitam, handbag prada putih, tas kerja hitam
__ADS_1
"Ayo mas berangkat" ajak alana
"Pakaikan dasi mas"
"Manja" omel alana "gapapa manja sama istri daripada sama mak lampir" ucap erik cuek. alana terbahak bahak
♡♡♡♡♡♡
Jonshon Group
Meeting room
semua jajaran petinggi divisi sudah di kumpulkan di ruang meeting. mereka sangat teekejut melihat kemunculan alana, lebih terkejut lagi ada Tuan Besar Dirgantara dan Pewaris dirgantara & natanegara yaitu yerikho
"Jeniffer silahkan" perintah alana , semua menatap proyektor
"Saham saya dari papi saya Matius Jonshon adalah 50% , semua orang disini tau hal ini. ini adalah dokumen asli sebagai bukti. silahkan lihat ke layar proyektor"
"Benar kami setuju" ucap para direktur dan para manager senior
"Saham Tuan Yohanes Dirgantara sejak jonshon group dibangun adalah 25% dan ini dokumen lama, silahkan lihat ke proyektor"
"Benar kami setuju" ucap para direktur dan para manager senior lagi
"Saham kosong yang diberikan oleh papi saya Matius jonshons kepada paman kandung saya leonardo jonshons adalah 25%. silahkan lihat ke layar dokumen lamanya"
"Benar kami setuju" ucap para direktur dan para manager senior
"Tapi.. saat paman leo sakit, beliau sudah menjual 15% sahamnya pada Tuan Besar Yohanes Dirgantara tanpa di ketahui siapapun. ini adalah dokumen asli penjualan saham dan video resminya. silahkan lihat kelayar"
"Hi semua team jonshon group... karena saya sakit , di temukan racun dalam darah saya, racun tak berwarna dan tak berasa yang diberikan sedikit demi sedikit lama lama hampir meregang nyawa saya.. saya memilih menjual saham saya 15% pada sahabat saya. alasannya dana bisa saya pakai membantu perputaran perusahaan, kedua saya yakin kelak kalau saya tiada dan perusahaan bermasalah kiranya Tuan Besar Yohanes Dirgantara berkenan kiranya membantu Jonshon Group semaximal mungkin, ketiga saya tak mau kerja keras kakak saya yang sehatusnya buat Alana jonshons keponakan saya malah jatuh ke oknum yang salah , jadi dengan ini saya telah resmi menjual saham saya 15% pada sahabat saya Yohanes Dirgantara dengan ikhlas, tanpa paksaan dari pihak manapun, kelak kalau beliau menjabat mohon semua mendukungnya"
__ADS_1