
"lana.. 50% saham jhonson adalah atas namamu, 25% milik papa, 25% saham kosong di berikan papimu pada pamanmu untuk mengelola, tapi pamanmu sudah berpulang ke rumah Tuhan"
alana terkejut dan meneteskan airmata "tenang jangan menangis, jangan biarkan anak kalian terlibat menanggung penderitaan" nasehat papa, alana mengangguk dan menyeka airmata lalu lanjut mendengar ucapan sang papa
"Sebelum pamanmu meninggal, ia sudah menjual 15 persen sahamnya pada papa karena ia tau sudah di racuni oleh istrinya dan anak tirinya. uang penjualan saham, dia sudah titipkan ke papa uangnya. dia minta serahkan padamu karena banyak bersalah padamu nak" alana berusaha tak menangis dan tenang mendengarkan
"villa, mobil, rumah atas nama papamu yang akan di wariskan padamu dan menjadi namamu, sudah di palsukan tanda tangannya oleh bibi tirimu dan dijual. sisa mansion yang mereka tempati, itu masih atas namamu, suratnya dititip pamanmu pada papa. pamanmu beralasan sudah di gadai ke bank karena perusahaan butuh dana"
"sekarang perusahaan papamu diambang collabs, pamanmu adalah orang yang hebat, pengendapan pembekuan dana kas perusahaan atas nama kamu dan papa tak bisa mereka pergunakan dan tak bisa bergerak, jadi yang bisa mereka olah adalah 25% dana kas"
"sejauh ini CEO adalah calyana, wakil CEO adalah ibunya. mereka menggantikan pamanmu, mereka berpikir saham mereka masih ada 25 persen, seharusnya 10 persen. jadi biarkan saja mereka seperti itu dulu. karena mereka tak mampu menemukan surat saham yang 15 persen itu. kalaupun mereka jual ke orang lain yang 10 persen malah bagus, tinggal tendang saja"
"Sekarang fokus lahirkan anakmu dengan selamat erik, setelah anakmu lahir, mama papa akan merawat anakmu. kamu bantu ambil kembali jhonson group, karena total saham papa ada 40% saham alana 50%"
"sisa saham 10% bisa kalian miliki karena papa sudah mengambil bukti pemalsuan tanda tangan villa, rumah, mobil atas nama alana yang mereka jual. anggap saja barter. setelah alana kembali, kalian bisa cairkan pembekuan dana lagipula warisan alana ada 300 Triliun masih di lindungi notaris dan pengacara papi alana dan tak bisa mereka sentuh"
"Selama alana hamil, jangan sampai ke kota atau kemana mana. cukup di rumah saja. papa tak mau dua wanita ular itu mencelakai cucu papa. saat usia kehamilan sembilan bulan, jet pribadi papa akan menjemput kalian. biar alana melahirkan di rumah. lebih aman karena bayi kembar"
"Baik pah" jawab alana dan erik bersamaan
"Minggu depan papa akan kirim dua asisten menggantikan kamu bekerja di desa angin karena bisnismu sudah meraja sampai ibukota. kalau di lepas begitu saja lebih kasihan warga tak ada tempat bergantung. kamu ajari mereka sampai jago"
"Baik pah" jawab erik
"sekarang sudahi pembicaraan berat, makanan sudah dingin" omel sang mama . papa tertawa
"lana makan yang banyak supaya kuat menghajar mak lampir, semangat" kata mama, ketiganya terbahak bahak
"Jangan sampai hatimu goyah pada ana, dia dan ibunya sangat licik , mungkin kamu sudah membencinya tapi dia bisa menggunakan obat untuk menghancurkan rumah tanggamu. buat jaga jaga sore ini lakukan suntikan KB agar tidak diperdaya wanita manapun. suntikan berlaku 10 tahun kecuali kamu melakukan reversal" perintah papa. erik mengangguk
"habis ini kita belanja, baju hamil yang banyak dan buah buat bumil, mama akan berpesan mengirim buah seminggu sekali buat mantu mama yang cantik dan baik ini, biar papa dan erik ke dokter" ucap mama, alana mengangguk
Jadilah mereka berpencar, jen dan supir yang juga pengawal itu mendampingi nyonyanya, sementara erik dan papa melakukan suntikan kb ke dokter
mama membeli banyak sekali pakaian bumil bahkan sampai bumil 9 bulan. ia belanja membabi buta. "kalau tak suka jual saja di kiosmu nak" ucap mama tertawa. alana pun tertawa
sang mama memberi deposite 10 juta ke toko grosir agar mengirim rutin mingguan buah bergizi dan buah asam pada alana
alana bahkan tak berani berkomentar karena tak mau merusak mood mertuanya yang bahagia menyambut cucu pertamanya
usai belanja mereka bergabung dengan erik yang sudah dari dokter dan mereka makan malam bersama . mereka bergegas ke desa angin
"mobil ini kemarin papa beli buat cucu papa, kalau bawa lana periksa ke kota senja, pakai mobil ini biar cucu papa nyaman. mama yang paksa beli sejam sebelum kami berangkat"
__ADS_1
"makasih pah mah" ucap erik dan alana bersamaan
dua jam perjalanan akhirnya mereka tiba di rumah erik, hunian cukup nyaman. papa mama erik senang melihat perubahan erik
dulu anaknya gila kerja tapi semua uang di kirim ke calyana tanpa pernah ia nikmati sendiri. sekarang ia nikmati uang hasil kerjanya bersama istrinya
"Mana peternakanmu nak?" tanya papa
"yeri pindah ke lahan ujung sana , agar aromanya tak mengenai rumah dan mengganggu lana, sudah yeri sekat juga. tapi dua minggu lalu idul adha sudah habis sapi dan kambing yeri. ini mau segera beli anakan tapi lana ngidam belum sempat mengurus"
"benar, keluarga lebih penting" ucap sang papa
"sebelahnya apa?"
"itu gudang pangkalan beras, aqua dan gas.. erik monopoli beras 5 desa pah, dipasok ke kota agar petani tak rugi jual murah ke tengkulak"
"kalau sebelah ini?"
"itu didalam ada lemari pendingin untuk daging dan hasil bumi di bagian dalam. bagian luar gudang penerimaan pah"
"mobil mobil , motor, becak. erik titip di lahan alana. erik tak suka rumah diganggu masalah pekerjaan. biar keluarga damai"
"sudah benar sekali . papa bangga kamu utamakan keluarga" erik mengangguk
"iya pa"
♡♡♡♡♡♡♡
tiga bulan kemudian
"sayang, besok jadwal cek kelamin baby.. jangan lupa kabari mama, mama mau belanja keperluan baby" pesan mama pada alana
"baik mah" balas alana sambil tersenyum
"kenapa senyum senyum pegang hp? chat dengan siapa?" tanya erik dingin
"kekasih gelap" jawab alana sambil tersenyum, erik langsung merampas ponsel alana dan melihat chat. alana terbahak bahak
"tunggu hukumanmu nanti malam" ancam erik, alana langsung mencebik
***
esok hari jam lima pagi, erik membawa alana ke kota senja untuk USG.
__ADS_1
"wow bayinya lengkap, sehat dan kuat. detak jantungnya sangat baik" ucap dokter sambil membesarkan volume suara jantung. erik meneteskan air mata menatap layar monitor .
"usianya 22 minggu, kelaminnya laki laki.. wow ia tampan, hidungnya mancung seperti papanya... satunya lagi.. wow selamat sepasang.. anak anda sepasang tuan muda, ia sangat cantik seperti mamanya"
dokter segera menyimpan kembali alat alatnya, memprint poto usg, menuliskan resep, memberi kertas petunjuk kehamilan
erik berterima kasih dan berpamitan pada dokter, lalu menebus resep obat dan membawa istrinya makan siang
di resto erik mengirim poto usg pada papa mamanya dengan caption
selamat opa oma, kami sepasang
ponsel alana langsung berdering, sang mama memberi nasehat banyak sekali. akhirnya erik merebut ponselnya dan berkata "ijinkan menantu mama makan dulu, ia kelaparan, nanti saat kami pulang mama telp lagi"
"dasar anak nakal, ya sudah kasih makan yang banyak cucu kesayangan mama" omel sang mama. erik terbahak bahak
♡♡♡♡♡♡
35 minggu kehamilan alana
Jen dan enam pengawal menjemput alana dan erik. mereka merental mobil dari kota senja menuju desa angin.
barang barang alana dan erik sudah di packing kardus semua, dan dimasukkan ke grandmax milik erik
setelah berpesan pada dua asisten kepercayaan kiriman papanya, erik berpamitan pada semuanya dan segera naik ke alphard bersama jen ke kota senja menuju bandara karena jet pribadi sang papa sudah menunggu
Jen memegang sebuah koper berisi dokumen penting milik majikannya, tuan muda dan nyonya mudanya. sementara erik mendorong sang istri dengan kursi roda. ia tak mau istrinya kelelahan. dua pengawal dan jen mendampingi mereka. dua pengawal lain memuat barang tuan mereka ke bagasi pesawat. dan dua lagi membawa alphard itu kembali ke ibukota melalui jalur darat setelah mengembalikan mobil rental dan grandmax di bawa kembali ke desa angin oleh anak buah erik
satu jam lebih mereka tiba di bandara, tapi ponsel erik berbunyi, pesan dari sang papa
"Ada calyana dan ibunya di bandara , minta jen mendorong kursi roda alana, pastikan alana memakai masker dan tertutupi wajahnya"
"Pengawal akan membawakanmu kursi roda, kamu pakai wig dan masker dulu, jangan memicu gejolak"
"ok pah, kami tunggu dipesawat. terima kasih"
"sayang kita belum bisa turun, ada wanita ular di bandara, tunggu anak buah papa membawa samaran untuk kita"
"kak jen, kamu jaga alana, dorong kursi rodanya dan naikkan ke mobil papa di parkiran vip A, aku akan bersama Felix dengan kursi roda dengan mobil lain ke parkiran B, kita bertemu di mansion"
"Siap Tuan Muda"
tak lama pengawal membawa dua kursi roda, masker, wig, kacamata hitam, coat dan baju pasien operasi setelah mereka mengenakan samaran mereka, mereka berpisah
__ADS_1