
hari Minggu.
di mana hari lamaran Maiza dan Rahman. rumah di persiap kan begitu indah. Anna , Zulfa Maiza pigi ke pasar untuk membeli bahan makanan yg akan di masak.
anak anak di bawa ke butik yg terkenal di kalangan masyarakat kls atas. walaupun keluarga mereka kaya tapi mereka tak pernah sombong. ke5 anak nya Maiza sudah pernah umroh. ke2 anak Safwan dan zafwan juga.
Safwan, zafwan, Raihan ,dan Maiza sudah haji malah. mereka berangkat haji ketika Safwan dan zafwan berumur 20 th.
dan di perkirakan tahun depan mereka akan kesana lagi untuk memberangkatkan anak anak mereka.
selesai sholat Maghrib.
semuanya telah siap dari makanan pakaian persiapan rumah.
keluarga Raihan datang.
assalamualaikum " sapa keluarga Raihan
waalaikum salam " mereka yg di dalam rumah.
bunda memeluk Safwan dan zafwan. dan menangis.
bunda kok nangis sih" Safwan dan zafwan sedang menghapus air mata bunda.
kalok bunda melihatnya kalian berempat berkumpul bunda teringat dengan almarhum orang tua kalian " bunda
maiza dan Raihan mendengar hal tersebut dan langsung lari memeluk bunda. yg kini sudah duduk di sofa.
bunda orang tua kami telah pergi dengan tenang ketika mereka pergi mereka masih menyisakan senyuman untuk kami" zafwan menahan tangis nya.
bunda ingat ketika itu Safwan menangis untuk pertama kalinya di usia nya yg dewasa." bunda masih menitik kan air matanya.
bunda dengar safwan. Safwan ini orang yg kuat mana pernah nangis ya gak dek " Safwan yg menahan air matanya.
jangan sembunyi kesedihan kalian nak " bunda.
__ADS_1
kami gak sedih bunda kami ini bahagia kami ikhlas semua yg sudah terjadi" air mata Maiza yg hampir jatuh.
bunda ingat pas di mana hari pemakaman orang tua kalian. kalian harus berpisah satu tetap di Inggris satu ke Amerika satu ke Indonesia dan satu lagi ke Mesir. bunda tau apa yg kalian rasa nak menangis di dalam sepi. " bunda
kami gak pernah nangis dalam sepi bunda kami ini tegar bunda " Raihan yg hampir meneteskan air mata.
kini ke4 anak yg suka sekali bertanya jadi membatu diam dalam ke sedihan menangis lah nak jangan di tahan bunda tau apa yg kalian rasakan menangis lah jika itu jalan terbaik" bunda
mereka ber4 tak kuasa menahan tangis nya dan menangis.
bundaa kami rindu orang tua kami " nangis mereka ber4
kami rindu bermanja di paha mama " mereka ber4
kami rindu pelukan mama dan papa bunda " nangis mereka
kenapa bunda kenapa mama papa cepat kali pergi" serentak mereka lagi.
kami rindu bunda" nangis mereka sambil memeluk bunda
bunda boleh kah kami ikut mama dan papa " serentak mereka sambil menangis.
jangan nak di sini telah ada yg menyayangi kalian nak. Safwan dan zafwan telah memiliki istri dan anak, Raihan dan Maiza akan menikah. kalian tega meninggal kan mereka " bunda.
kami rindu mama papa bunda kami rindu mereka yg mana selalu ada di sisi kami ketika kami bersedih bunda kami rindu mama papa" serentak mereka yg menangis
tiba tiba tubuh mereka melemas dan tangisan mereka berhenti secara bersamaan. tiba tiba tubuh Safwan dan zafwan terjatuh ke lantai begitu juga Maiza dan Raihan. mereka pingsan.
orang di sana panik. berkali kali di taruh minyak kaiputih di hidung mereka ber3 tetap tak sadar kan diri Fatih, mawar, akbar, tulif. menangis keras melihat orang tua mereka . dewa , raja , kaisar ,purta dan Lana juga menangis melihat mommy yg tak kunjung sadar kan diri.
mama papa aku rindu kalian " gumam mereka ber3 yg telah sadar.
Safwan zafwan Raihan telah sadar tapi Maiza belum juga dasar.
tiba tiba Maiza bangun dari pingsan nya dan menangis.
__ADS_1
kk Maiza rindu mama dan papa kk" Maiza
Safwan zafwan Raihan mendengar itu memeluk Maiza.
sabar dek kita akan ke temu mereka di alam ke abadian" serentak mereka ber3
mereka melepas pelukannya.
Deddy jangan kayak gitu lagi ya" nangis fatih dan mawar memeluk Safwan
papa jangan ikut nenek dan kakek kalok ikut mereka kami gak akan ada yg kawanin tidur" Akbar dan tulif menangis memeluk zafwan
mom kan' janji gak akan nangis lagi kan sama kami tapi mom tetap nangis " ke5 kembar menangis di dalam pelukan Maiza
iya sayang kami gak akan kayak gini lagi" serentak mereka kecuali Raihan.
mentang mentang kalian punya anak ada yg meluk. pigi lah aku " Raihan sambil menangis.
kemana " mereka
mau buat anak sama Sarah yg banyak biar ada yg meluk aku kalok nangis nanti dah yok Sarah kita buat anak " kata Raihan.
Safwan yg sedang melepas sepatu nya dan melempar nya kepada Raihan
belom halal main buntingi anak orang aja." Safwan
semuanya yg ada di sana yg menangis kini ketawa melihat kelakuan Raihan dan Safwan.
¥¥ ¥¥
jangan lupa nantikan episode selanjutnya ya
jangan like'👍🏻👍 komen ✍️📱
favorit ❤️ dan vote ya .
__ADS_1