
" putra sih ikhlas menjalani nya.. lagian putra gak suka namanya ada kata perceraian" kata putra.
" Alhamdulillah" serentak mereka menua.
" putra Bawak lah Lisa ke kamar mu dia pasti capek nak" Maiza.
" iya mom yok" putra berjalan dan di ikutin oleh Lisa.
putra mengajak Lisa berkeliling kamar nya biar Lisa tau.
" 1 jam lagi ku tunggu kita akan pergi ke rumah kita yg ku maksud" kata putra lalu keluar.
1 jam kemudian.
putra telah meminta izin pada Maiza dan Rahman agar Lisa tinggal sendiri dirumah mereka. maiza dan Rahman sih mengijinkan.
" nak apa kau gak takut dia berbuat sesuatu" Safwan.
" gak kok om. rumah putra sudah putra kasi cctv di setiap ruangan " putra.
" lalu uang belanja yg kau kasi" Anna.
" 1 Minggu 500 ribu berarti 1 bulan 2 juta hemat lah" putra.
" kau ngasi Lisa uang segitu makan apa " zafwan.
" biar dia belajar hemat om. walau pun Keluarga kita memiliki ekonomi yg lumayan baik dan benar bukan berarti putra memanjakannya dengan harta kalian" kata putra.
" bagus tu " serentak mereka.
" nanti sesekali kami ke sana " Maiza.
" lah ya emang lah kan kita tinggal di sana " dewa.
" masss " Husna datang.
" kenapa yank" dewa sedikit kaget.
" gak bisa tidur.." Husna.
" lah kok bisa" dewa.
" mas nya pigi sih..." Husna.
" yaudah yuk ke kamar " dewa pergi kekamar bersama Husna.
" kayak nya model hamil Husna manja kali ya sama dewa" Maiza.
" iya " serentak mereka.
" hhhmm biasanya kalok gitu pasti mirib ayah nya tu" Anna.
" iya pasti mirib ayah nya karna dulu zufla juga gitu ya kan bg" zufla.
" iya sih" zafwan.
1 jam kemudian.
putra dan lisa telah pigi ke rumah tersebut rumah nya gak besar cuman 3 tingkat aja. di sana semua rumah milik mereka ya makanya di namakan komplek kompleks Keluarga ku.
" dah tau semua nya kan " putra.
" udah bg" Lisa.
" Lisa kuliah gak " putra.
" kuliah kok tapi dah tamat" Lisa.
" umur nya berapa sekarang" putra.
__ADS_1
" 21 th hehehe" Lisa.
" lalu Lisa gak kerja" putra.
" belum dapat kerjaan. boleh gak bg Lisa kerja" Lisa.
" boleh kok nanti kerja di kantor bg aja " putra.
" makasi" Lisa memeluk putra.
" anu... sama sama" putra yg malu.
" udah yuk kita belanja gak ada apa apa di kulkas" putra.
lalu mereka pergi ke pasar untuk belanja. pasar gak terlalu jauh dari rumah jadi mereka memilih untuk jalan kaki.
" bg mau punya anak berapa" Lisa.
" anak itu rejeki gak boleh di tolak" kata putra.
" hhhmm iya juga. kalok gitu bikin anak yok bg" Lisa.
" uhuk uhuk apa" putra yg tersedak saat minum.
" pelan pelan lah" Lisa.
" cieee pengantin baru ya" ibuk ibuk jualan.
" iya buk " Lisa.
" udah berapa lama" ibuk ibuk.
" jam 9 tadi pagi hehehe" Lisa.
" lah penganten baru aja nikah kok di sini sih di rumah lah.." ibuk ibuk tersebut.
selesai berbelanja mereka pulang ke rumah lalu ke mall untuk membeli keperluan Lisa.
" pertama kita beli baju dulu" putra.
toko baju.
putra memilih baju Lisa semua yg di pilih nya pakain muslim yg tertutup begitu juga Lisa. sekarang ia tau bahwa ia harus Tutup aurat nya atau putra akan marah.
selesai berbelanja mereka pergi ke kebutuhan hari hari.
" sampo bg yg mana" Lisa.
" hhmm yank ini" putra memasukkan nya ke dalam keranjang belanjaan.
lalu mereka menyusuri tepat tersebut.
" susu udah beras udah gula udah makanan ringan udah kebutuhan Lisa juga udah hhhmmm apa yg belum ya" putra mereda kekurangan.
" ada yg kurang bg" Lisa.
" tunggu di sini dulu bg ada yg ketinggalan" putra lalu pergi.
tak lama kemudian putra kembali ternyata ia membeli pembalut untuk lisa. wajah lisa memerah di sana. selesai berbelanja mereka pulang ke rumah mereka bukan ke rumah bersama.
sampai rumah hujan turun sangat lebat.
" kayak nya bakal nginap lah " putra.
" Untung baju baju udah di masukin koper jadi gak terburu buru kali lah" kata putra.
" bg besok berangkat jam berapa" Lisa.
" jam 9 pagi " putra.
__ADS_1
" OOO bg mau makan apa biar Lisa masakan" Lisa.
" apapun jadi " putra.
selesai memasak mereka langsung menunaikan sholat Maghrib.
" mau makan sekarang bg " Lisa.
" nanti aja habis isya " putra.
karna mendengar itu Lisa ke kamar mengganti baju nya. ia memakai celana pendek kesukaan nya lalu memakai baju tanpa lengan. tak lama azan isya datang mereka sholat berdua.
putra gak tau apa yg di pakai oleh Lisa membuat nya hanya tenang tenang aja.
saat makan malam.
putra terkejut melihat pakaian Lisa.
" lisa kok pakai kayak gitu sih" putra sedikit terpancing nafsu.
" kan yg liat cuman bg doang kan gak papa lagian kita kan suami istri gak papa dong" kata Lisa sambil menaruk nasi di piring putra.
akhirnya mereka makan berdua sesekali putra sesekali melirik dada Lisa yg lumayan besar . Lisa mengetahui nya cuman ia hanya diam.
" aku tau bodiku bisa mengalahkan para biduan kampung ku hehehehe" kata Lisa di dalam hati memuji dirinya sendiri.
sedang kan putra.
" ya Allah.. putra tahan nafsu mu tahan kalok dia mau melayani mu kalok gak " kata putra dalam hati sambil menahan nafsunya.
selesai makan mereka menonton TV ternyata mereka sama sama menyukai animasi. tak lama setelah itu Maiza menelpon.
" assalamualaikum putra" Maiza.
" waalaikum salam mom " putra dan lisa.
" gak pulang nak" Maiza.
" kayak nya gak lah mom soal nya hujan nya ngeri kali banyak petir lagi gak aman untuk berkendara mom maaf ya" putra.
" ya udah gak papa lah " Maiza.
" jangan lupa buat cucu Abi jangan sampai ketinggalan " kata Rahman membuat yg ada di sana ketawa.
" anu aanuu ituu eh kalok soal itu" jawab mereka.
" HAHAHA" serentak mereka.
" mas ini lah suka kali ngelawani putra lah haha" Maiza.
" yaudah lah ya sayang " Maiza.
" iya mom assalamualaikum" putra.
" waalaikum salam " jawab mereka.
" ada ada aja Abi ini lah" putra.
tiba tiba mati lampu.
" Aaa bg" Lisa takut dan langsung memeluk putra.
" alah lisa bisa bisanya kau banguni adek ku hanya karna pelukan aja" kata putra karna dada Lisa menyentuh dada bidang putra.
" bg Lisa takut gelap" kata Lisa.
¥¥¥¥¥
nantikan kelanjutan ceritanya ya
__ADS_1
jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya