Perawan Anak Lima

Perawan Anak Lima
serentak lagi lahiran nya deh


__ADS_3

" kayak mana ini " Raihan yg panik.


" tenang sekarang bawa Sarah ke rumah sakit dahulu" Safwan


" betul itu" Rahman.



mereka membawa mobil ini


Raihan sibuk menenangkan Sarah yg sedang menangis dan dia juga sibuk mengontrol fobianya. Rahman yg mengemudi kan mobil Maiza sibuk menghubungi bunda dan pak Febri ayah nya Sarah.


sedang kan putra memegang hp yg sedang bervc. sedang yg lain tetap tenang.


sampai di rumah sakit. Sarah langsung di larikan ke ruang persalinan.


" Raihan pingsan gak ya" zafwan.


" iya juga fobia dia parah juga tu" Safwan.


" kalok pingsan gak ada yg kawani Sarah dong" pak Febri.


" gak bakal pingsan dia ayah tenang aja dia kuat" Maiza. pak Febri menyuruh mereka memanggil dirinya sama seperti Sarah memanggil pak Febri.


" gak yakin bunda" bunda.


" berdoa aja lah Bun mu" Safwan.


di dalam ruangan persalinan.


Sarah mencoba agar tak menangis agar Raihan tenang. tak butuh waktu lama 15 menit berlalu anak pertama Raihan lahir dan di bawa di bersihkan.


" apa masih kuat mbak atau kita jalani proses ke2" dokter.


" masih dok lanjut aja" Sarah.


akhirnya anak ke2 dan ke3 Sarah lahir berjarak 5 menit dengan normal.


" terima kasih sayang dah mau melahirkan keturunan ku" kata Raihan sambil mencium kening Sarah.


Raihan keluar dari ruangan karna Sarah akan di bersihkan dahulu.


" selamat kini udah jadi ayah" serentak mereka.


" sama sama " Raihan berjalan lemas dan memeluk bunda.


" selamat ya sayang kini kau dah jadi seorang ayah" bunda. tapi raihan sudah pingsan


" Raihan nak Raihan " bunda.


" pingsan si bujang tu Bun" zafwan.


setelah di perhatikan Raihan ternyata pingsan.


" lah pingsan ternyata" dewa.


Raihan di dudukan di kursi. dewa selalu membawa minyak kaiputih dan permen asam. setelah di kasi minyak kaiputih Raihan juga tak sadar.


" kk permen asam kk bawa gak" putra.


" bawa. nah " dewa menyerahkan permen asam sebanyak 3 buah.


putra membuka permen tersebut dan melarutkan nya di dalam air hangat. permen ini betul betul sangat asam tapi entah kenapa dewa suka. putra memasukkan air asam ke dalam mulut Raihan dan Raihan pun sadar.


" eeeoookk apa ni asammm" Raihan.


" hahahaha" ketawa mereka.


Sarah telah di bawa ke ruangan VIP di pesan Maiza. Raihan mengazani anak anak nya suara azan Raihan begitu merdu. dan selesai.


" mana anak mu Raihan kasi tengok kk " zafwan.



" yg paling ujung belah kiri dia perempuan anak terakhir ku " Raihan.

__ADS_1


" mirip bapak nya lah gak ada mirip emak nya" zufla.


" iya masak mirib bapak nya " Anna.


" lah kan ini anak ku" Raihan.


" semoga kelakuan nya gak mirib kau" serentak Safwan dan zafwan.


" bunda mereka jahat" Raihan yg menja sama bunda.


" iiiss kalian ini lah udah jadi ayah juga melakukan nya kek anak kecil" bunda.


" bunda Anna kan dah bisa pulang sebentar lagi kami langsung ke Jakarta ya" Safwan.


" iya kami juga" zafwan


" emang boleh" bunda.


" boleh lah nanti sebentar lagi kami pergi kok" Safwan.


" loh nak Maiza rok mu itu kok berdarah" pak Febri.


maiza melihat nya


" lah kok berdarah lah tunggu mas sakit mas" Maiza yg tak tau apa itu.


" air ketuban mu dek" Raihan.


" aaaa kenapa sama semua sih" Safwan prustasi.


maiza di bawa ke ruangan persalinan. rahman panik. semua yg ada di sana juga panik. Lana menelpon ummi dan abii Rahman.


di ruang persalinan.


maiza tenang tenang aja membuat yg ada di sana menjadi aneh.


" sakit ya dek" Rahman yg panik


" biasa aja mas cuman sakit dikit kok" Maiza terlalu santuy.


" sakit sih tapi tak sakit kali" Maiza.


akhirnya anak pertama Maiza lahir begitu banyak darah yg di keluarkan oleh maiza. badan Rahman gemetar tapi mencoba kuat. kelang 5 menit bayi ke2 lahir badan Rahman semakin gemetar. kelang 5 menit lagi bayi terakhir keluar. Rahman sudah gak tahan


" terimakasih dek " Rahman jatuh ke lantai dan pingsan membuat yg ada di ruangan terkejut.


di luar


" Rahman kok gak keluar" Safwan.


" iya kok dia gak keluar ya" zafwan.


" paling pingsan" Raihan.


" kau yg pingsan percaya kk " Safwan.


dewa masuk ke dalam ruangan persalinan. dan melihat suster memandikan adek adek nya dan juga melihat Rahman yg baru sadar dari pingsan nya.


" Abi dah sadar" dewa.


" Alhamdulillah udah nak" Rahman.


maiza sudah di pindahkan ke ruangan Sarah.


" mana anak mu dek " Safwan.


" tunggu ya anak ku belum di antar ke sini." maiza.


dan tak lama dewa Dateng bersama suster bersama anak anak nya. Rahman mengazani anak anak nya. dan selesai.



" yg paling ujung belah kanan perempuan kk " Maiza.


" mukanya mirib maiza lah tapi yg di di ujung belah kiri mirib Rahman" zafwan.

__ADS_1


" apa lagi dek kasi lah asi " Anna


" betul itu dek jangan lama lama di kasi" zufla.


" nah kain nya apa perlu pakai alat bantu dewa ada bawa botol susu juga minyak kaiputih juga bawa apa perlu susu formula Tante" dewa bertanya.


" dewa lebih peka deh" Anna


" iyalah dia bahkan sempat membawa keperluan Maiza dan Sarah lah" zufla.


akhirnya Maiza memberikan asi untuk pertama kali nya di bantu oleh rahman. Rahman memegang kain panjang menutupi tubuh Maiza.


" masik ganteng anak ku lah" Safwan.


" ganteng lah anak ku lagi" zafwan.


" anak ku lah lagi ya kan sayang anak papa paling ganteng " Raihan lagi menggendong anak pertama nya.


" masik gantengan anak ku lagi pada anak kalian" Maiza.


" sudah sudah Jahan berantam " bunda.


" maaf bunda" serentak mereka.


" udah dulu ya semua sekarang waktunya kami perangkat ke bandara" Safwan.


" iya juga kami juga ya"


" assalamualaikum" serentak mereka.


" waalaikum salam"


malam hari.


di rumah penuh dengan tangisan bayi. bunda mengajari Sarah dan Raihan di ajarin bunda dan pak Febri tentang menjadi seorang orang tua. bagaimana memandikan anak mereka dan lain lain nya.


sedang kan Maiza enteng aja umur 15 tahun dia sudah menjaga anak sebanyak 5 orang. jadi tinggal Rahman saja yg di ajari sikit aja lah.


" sayang kk siapa sih ini ha siapa sih dia" putra.


" sudah lah berhenti main main nya nanti mereka gak tidur" dewa.


tak lama Safwan dan zafwan menelpon untuk menjemput mereka di bandara. singkat cerita.


kini mereka telah di rumah. rumah begitu sepi hanya tertinggal tangisan anak bayi saja. bunda dan pak Febri sudah pulang ke rumah nya.


" ya Allah capek banget" Akbar.


" ya udah lah dek tidur sana di kamar" raja yg sedang menggendong anak ke2 Maiza.


" kami juga" serentak mereka


" selamat malam" serentak anak anak


" malam sayang" serentak orang tua mereka.


" kapan di kasi nama anak kita ini" Raihan


" seminggu lagi lah" Safwan. yg sedang memangku anak ke3 nya


" nah masalah nama itu gampang lah" zafwan. sedang memangku nama ke3 nya


" yg jadi masalah nama belakang anak Maiza ikut Maiza atau Rahman." Anna.


" iya juga tu sebenarnya tak masalah siapa namanya Furqon adalah lambang nama keluarga yg biasa di pakai keluarga inti" zufla.


" gak masalah siapa pun namanya loh kkkk ku sayang" Maiza.


" iya kk lagian siapapun namanya yg penting itu akhlak nya kelak" Rahman.


¥¥¥¥¥¥¥¥¥


nantikan epesode selanjutnya nya


jangan lupa like 👍 komen ✍️🤳

__ADS_1


favorit ❤️ dan vote nya ya


__ADS_2