Perawan Anak Lima

Perawan Anak Lima
kemesraan pengantin baru


__ADS_3

selesai mandi Husna mencoba untuk berjalan tapi tak bisa walhasil dewa mengendong nya sampai ke tempat tidur.


" maaf ya semalam aku terlalu kasar" dewa.


" ngak kok" Husna.


dewa melihat tubuh Husna penuh dengan tanda milih nya. ia tersenyum. dan mengingat apa yg di bilang anna.


" dek coba mas tengok " dewa.


" apa nya" reflek Husna langsung menutupi tubuhnya.


" ini nya lah" dewa menunjuk bagian paling sensitif Husna


" untuk apa " Husna.


" mau di kasi salap ini di suruh Tante Anna" dewa.


" tapi... " Husna


dewa langsung membaringkan tubuh Husna dan membuka kaki husna. dan nampak lah surga nya ke nikmattan nya semalam.


" lah aku main terlalu kasar apa sampai bengkak kayak gini" dewa terkejut lalu mengoleskan salep tersebut.


selesai itu mereka langsung turun ke dapur untuk makan.


" baru keluar" Lana.


" siap singa ngerepet" dalam hati dewa.


" kk tau gak. gak ada kk kami jadi menanggung hapalan kk tau BLA BLA BLA BLA BLA" Lana dah merepet.


" udah udah sebagai gantinya kk masak makanan kesukaan kalian lah" senyum dewa langsung ke dapur menyiapkan bahan masakan yg akan ia masak.


" tumben kk dewa senyum " serentak anak anak terus Melihat Husna.


" kenapa liatin kk " Husna.


" jangan ada dusta di antara kita" serentak mereka.


" ei" husna.


di dapur.


hari ini hari pertama ia menjadi suami yg sah dalam memberikan hak nya pada husna. karna senang hati dewa memasak begitu banyak makanan.


makan siang.


mereka langsung menuju ke ruang makan. dan melihat begitu banyak makanan di sana.


" lah ada tamu yg akan datang ya dek" Rahman.


" gak ada kok" Maiza


" kalian masak semua ini" Safwan.


" bukan " jawab mereka.


" lalu siapa yg masak" zafwan.


" kk dewa om " mawar.


" lah dewa bisa masak makanan ini semua " Raihan yg heran.


" lah kk gak tau" Maiza yg sudah duduk di kursi bersama yg lain.


" gak tau kk dek " Raihan terkejut.


" seandainya om lihat kk dewa masak pizza, kk dewa udah ahlinya" putra memakai pizza nya.


" kah sekarang' kk dewa nya mana" raja.


" ada di halaman belakang" kaisar.


" ngapain " serentak mereka yg heran.


" gak tau kaisar mereka duduk di ayunan. kk Husna duduk kk dewa golek manjadi kan paha kk Husna jadi bantal" kaisar memamakan kentang goreng nya.


" mereka dah sarapan " Maiza.

__ADS_1


" cuman minum susu mom tapi gak pakai gula tapi madu" putra.


" itu anak mu Maiza Rahman" serentak mereka.


" iya" serentak mereka berdua.


" dek habis ini berenang yok cuacanya mendukung ini" raja.


" boleh juga tu mandi mandi lah kita " Maiza


mereka memutuskan akan berenang selesai makan siang


di halaman belakang.


dewa sedang makan di suapi husna. tingkah manza dewa aktif.


" haus " dewa.


" nah " Husna menyerahkan air minum nya pada dewa dan dewa meminum nya.


" gak manis"dewa.


" ya iyalah kan air putih gak manis lah " Husna heran.


" kalok gini manis" dewa meminum air putih tadi dan mencium bibir Husna dan memasukkan air tersebut.


" nah sekarang manis" dewa.


mereka gak sadar ada 8 orang dewasa 8 anak anak dan 8 balita melihat mereka berdua.


" somplak" Raihan melempar pola voli ke dewa. dan dewa membalas pukulannya.


" apaan sih paman ini kalok kenak Husna gimana" dewa.


" kau ini ya mentang mentang dah nikah seenak nya gitu mau ciuman pikirin adek adek mu setan..." Raihan gemas menjewer telinga dewa.


" sakit om" dewa.


" apa sakit sakit kalok mau bermesraan Mesran di kamar bukan di halaman belakang" Raihan.


" iya iya " dewa.


" kebiasaan " serentak mereka.


akhirnya mereka mandi bersama di sana. juga bermain voli. membakar BBQ. sedangkan dewa tertidur di ayunan.


" iss tengok anak mu itu ngak bisa kendalikan nafsu jadi begadang" safwan.


malam hari. di kamar Maiza.


" dek OOO dek" rahman manzanya kumat.


" kenapa mas" Maiza.


" kita kapan pindah ke rumah kita dek" Rahman.


" mas mau nya kapan" Maiza


" secepatnya lah" Rahman.


" mas gak mau tinggal di sini" Maiza.


" bukan gitu coba adek perhatian disini memang terlalu bahagia buat adek kan" Rahman


" iya" Maiza.


" kita punya ke luar sendiri sendiri gak enak mas terus disini " Rahman mencoba membuat Maiza mengerti.


maiza sedikit murung.


" dek dengarkan mas adek gak kasian sama kk Safwan dan kk zafwan mereka berbelas jam loh di pesawat hanya untuk menemui anak mereka. mas udah bicara ini sama mereka dan mereka kasi ijin kok" Rahman.


" adek sih gak masalah tapi dewa dia udah punya istri mas" Maiza.


" nah jadi rencana mas itu kamar anak anak akan di buat macam kamar tamu anak anak. jadi 1 kamar ada 3 orang. kamar Lana tetap kamar lana. kamar dewa dan raja akan jadi kamar dewa dan Husna. dan kamar nya kaisar dan putra akan jadi kamar kaisar putra dan raja" rahman.


akhirnya mereka telah siap untuk pindah Safwan dan zafwan juga kembali karna ini membuat mereka lebih mudah bekerja. rencana mereka akan pindah 1 Minggu lagi.


satu Minggu kemudian.

__ADS_1


mereka pisah di bandara menuju tampat mereka masing masing. singkat cerita.


sampai di rumah Maiza dan Rahman.


mereka langsung masuk ke dalam rumah dan membereskan barang barang di sana juga ada ummi dan abii Rahman.


mereka membantu menjaga Ali Isa dan Aisyah.


sedangkan yg lain merapikan pakain mereka.


" nak kapan kau ambil alih pesantren" Abah Mansur.


" Rahman gak bisa janji Abah ini terlalu berat loh" Rahman.


" iiss kalok bukan kau siapa lagi " Abah Mansur.


" nantilah lah Abah Rahman pikirkan " Rahman.


" assalamualaikum " serentak dewa dan Husna yg baru pulang dari pasar.


" Rahman dia siapa " Abah Mansur.


" ini mantu saya hehe" Rahman.


" lah anak mu ini dah nikah" Abah Mansur terkejut.


" udah Abah 2 Minggu yg lalu" Rahman.


" ciiee pengantin baru ini jangan lupa buat cicit Abah jangan lupa" Abah Mansur.


" tenang Abah lagi di proses" dewa.


" lah cucu Abah ini dah gak perjaka lagi toh" Abah Mansur mencubit pipi dewa.


"hehehe" dewa.


malam hari.


anak anak telah tidur tersisaa Maiza husma Rahman dan dewa.


" Abi kapan dewa masuk sekolah" dewa


" 2 hari lagi " Rahman


" ok " dewa.


" kalian gak berencana punya anak" Maiza.


" mommy ini " Husna


" gak mommy Husna masih kecil dan dewa gak mau nanti gak bisa bedakan mana cucu mana anak" dewa.


" Husna pakai KB" Rahman.


" iya pakai Abi " Husna.


" dek mas takut ke bobolan lah" Rahman


" bisa juga tu dewa pakai pengaman lah " Maiza.


" pakai kok" dewa.


mereka berbicara sampai larut malam


di kamar dewa.


" dek " dewa memeluk Husna.


" kemapa mas" Husna.


" pengen " dewa mencium bibir Husna.


" mas ini lah " Husna.


akhirnya mereka melakukan nya. walau seperti itu dewa melakukan nya dengan cepat.


¥¥¥¥¥¥


nantikan kelanjutan ceritanya ya

__ADS_1


jangan lupa like 👍 komen ✍️🤳


__ADS_2