
"Akhh sakitnya" saat ia terbangun merasakan sakit sekujur tubuhnya terutama kepala namun tiba-tiba ia tersadar
"Aku dimana kenapa tubuh ku sakit semua aisss kepala ku dan apa-apaan ini kenapa aku bisa di sini". Tak lama kemudia ia mendengar sebuah langkah kaki yang mendekat dengan cepat.
"Putri, putri sudah sadar syukurla nubi kira putri tidak akan selamat" ucapnya sambil menangis karna khawahir.
"Apa kamu bilang putri siapa putri dan kamu siapa?" Ucapnya bingung sambil terus memegang kepalanya yang semangkin sakit.
"Akhh sakitnya hei jangan terus menangis cepat panggil dokter akhh"
"Ba..baik putri tunggu sebentar" nubi pun pergi sambil dalam keadaan bingung kenapa putri yang selama ini dia jaga tiba-tiba tidak ingat pada dirinya.
Sedangkan di dalam kamar ia terus berusaha untuk menahan rasa sakit yang ia derita. Dia adalah Zaqia Alifa Herlambang anak satu-satunya penerus keluarga Herlambang. Namun kerna sebuah kecelakaan saat ia menyelamatkan seorang anak kecil yang hampir di tambrak sebuah mobil pengangkut barang pada akhirnya dia sendiri yang di tabrak oleh mobil tersebut.
Di saat Zaqia masih merasakan sakit sebuah ingatan muncul di otaknya bagaikan sebuah film yang terus berputar dan saat ingatan itu berakhir rasa sakit di kepalanya pun perlahan lahan mulai mereda.
__ADS_1
"Ingatan siapa ini dan kenapa aku bisa ada di sini bukannya harusnya aku mati saat menyelamatkan anak itu".
zaqia pun berusaha untuk terduduk walaupun sekujur tubuhnya sakit tapi hal ini sudah biasa ia alami saat ia latihan dulu. Sambil melihat sekeliling dia pun ingat akan ingatan yg baru saja muncul di otaknya.
"Apakah aku bereingkarnasi dan sekarang namaku Xiana. Dan wanita tadi pelayan ku dah Akhh kenapa tubuh ini lemah sekali".
Saat masih mencerna apa yang terjadi Zaqia tersadar dari lamunannya saat seorang wanita dan laki-laki memasuki kediamannya.
"Tabib cepat periksa putri "terdengar suara Nubi yang begitu cemas akan keadaan tuanya.
"Keadaan putri sekarang sudah membaik". ucap sang tabib sambil mengecek denyut nadi sang putri. Zaqia yang di periksa pun tenang sambil terus mengiangat siapa dirinya yang sekarang.
"Baik lha karna putri sudah membaik saya akan buatkan obat untuk luka yang ada di tubuh putri. Kalau begitu saya permisi putri" sambil menundukan kepala ia pun keluar dari dalam ruangan tersebut.
Disaat sedang berjalan menuju ruangannya langkah tabib berhenti ketika terdengar suara yang sangat familiar.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan jal*ng itu tabib". ucapnya dengan nada angkuh
"Salam putri mahkota, keadaan putri Xiana sudah membaik tapi hamba rasa putri Xiana mengalami lupa ingatan"
"Hmm begitu, tapi kenapa bisa?"
Dengan bingung di pun mengingat apa yang terjadi kepada putri Xiana. Namun beberapa saat kemudian akhirnya dia mengingat apa yang membuat putri Xiana mengalami lupa ingatan, dikarenakan tiga hari yang lalu dia dan saudaranya lah yang menyiksa putri Xiana hingga kepala putri Xiana terbentur dan akhirnya pingsan.
"Ahh ternyata begitu.. Bagus kalau dia lupa ingatan. Oh ya lalu bagai mana dengan luka di tubuhnya. Apakah kamu sudah memberi ramuan yang aku titipkan padamu" ucanya dengan penuh penekanan.
"Sudah putri dan hamba melihat wajah putri Xiana hancur dan banyak bintik-bintik merah".
Dengan penuh senyum jahat sang tabib yang bernama Hou Jun pun dengan senang melapor kepada putri mahkota yang tak lain adalah Chang Yu Kim
☆☆☆ÇŇ
__ADS_1