Perjalan Sang Permaisuri Dari Masa Depan

Perjalan Sang Permaisuri Dari Masa Depan
Chp 6


__ADS_3

Dari hari itu Xiana memutuskan untuk berkultivasi di dalam kamarnya. Sedangkan Jian Shi pun mulai di ajari cara menggunakan pedang dan juga jurus-jurus yang di ajarkan oleh Feng Zan dan Feng Bou.


karena kedianam purti Xiana berada di ujung belakang istanan jadi jarang ada yang melewati jadi tempat tersebut jadi disaat mereka latihan tidak ada yang mengetahui hal tersebut.


Dikediaman Jendral King Jun sepulang dari mengajarkan Xiana ia sangat bahagia karna jendral King jun merasa bahwa Xiana mempunyai potensi untuk menjadi pendekar.


"Adik andai kamu masih hidup mungkin Sya'er sekarang telah menjadi anak yang jenius di diusianya dan dia tidak akan diasingkan seperti sekarang. Aku berjanji adik apapun yang terjadi aku akan menjaga dia segenap jiwa ragaku." ucapny dalam hati


...****************...


Beberapa bulan telah berlalu dan kini tiba lah acara ulang tahun kaisar. Dan dikediaman Xiana tampak dia sudah keluar dari kultivasinya yang kini Xiana berada di Dasar perunggu tingakat lima setara dengan putri Lian Wei. Bisa dipastikan saat jendral King Jun melihat ini dia akan tercengang karena melampaui dari perkiraannya


Xiana yang sedang bersiap di depan cermin bersama dengan Jian Shi yang membantu dirinya bersiap. Xiana menggunakan gaun berwarna kuning lengakap dengan hiasan rambut dan cadar yang sesuai dengan warna pakaiannya.



~Anggap aja kalau Xiana lagi pakek cadar~


"Kakak ambilkan aku cadar yang sesuai dengan warna bajuku" ucapnya pada Jian Shi


"Sya'er kenapa kamu ingin menggunakan cadar bukan kah dengan begini maka semua orng akan tau bahwa isu yang tersebar itu adalah berita bohong." namun walaupun Jian Shi berkata seperti itu dia tetap mengambilkan apa yang di katakan Xiana.


Xiana pun tersenyum misterius saat Jian Shi menanyakan hal itu.


"Kakak mari kita kita buat kejutan untuk dua nenek lampir itu"

__ADS_1


"nenek lampir siapa yang kamu maksud Sya'er?. Tunggu!! jangan bilang kalau sebutan itu untuk putri Chang Yu dan putri Lian Wei."


"ya ya ya siapa lagi yang bersikap seperti nenek lampir kakak"


"Haha adikku kamu memang yang terbaik dalam memberi nama"


"Baiklah kakak sudah saatnya kita buat kejutan untuk mereka."


"ya kamu bener Sya'er baik ayo" semangat bembara terpancar dari raut wajah Jian Shi membayangkan apa yang akan terjadi di dalam aula.


▪▪▪


Di seluruh tempat kekaisaran tampak semua dihias seindah mungkin dari ibukota kekaisaran Tianzi sampai di istanan umbul-umbul, karangan bunga, serta jamuan untuk para tamu telah tersedia dengan rapi pada tempatnya.


Sudah banyak pula tamu yang berdatangan bahkan sudah tampak beberapa kekaisaran dan keluarga bangsawan kota yang telah datang.


"Yang mulia kaisar Aming Han dan permaisuri memasuki ruangan."


Dari arah pintu masuk tampak kaisar Aming berjalan masuk dengan permaisuri.


"Hormat kepada yang mulia Kaisar semoga diberi kebahagian dan umur panjang" ucap semua orang yang berada di dalam aula dan kaisar menjawab dengan menganggukkan kepala lalu berkata kepada semua orang yang berada di aula


"selamat datang dan terima kasih banyak kepada saudara-saudara ku yang telah menghadiri acara Zhen dan semoga kalian merasa terhibur."


"Dan untuk agenda kegiatan selama acara berlangsung akan di sampaikan pada kasim istana" ucap kaisar Aming sambil melirik kasim yang tak jauh dari singgasananya.

__ADS_1


sang kasim yang melihat itu pun segera menyampaikan apa yang menjadi agenda pada acara tersebut namun saat hendak mengatakan itu terdengar suara kasim di depan pintu masuk aula.


"Putri Xiana memasuki aula" ucapnya dengan nada yang keras.


Mendengar itu semua mata tertuju pada arah pintu yang penasaan akan putri Xiana. saat Xiana memasuki aula dan semua mata tertuju padanya dia sama sekali tidak perduli bahkan bersiakap acuh tak acuh.


Bahkan langsung terdengar bisikan-bisikan yang terlontar dari para tamu maupun keluarga bangsawan istana. karena saat ini Xiana masuk dengan menggunakan cadar yang dia kenakan, sehingga banyak yang menganggap bahwa isu tentang dirinya itu benar adanya.


"Salam yang mulia, salam permaisuri dan seluruh kaisar. Maaf atas keterlambatan hamba". ucap Xiana dengan nada lembut namun terlihat sangat acuh tak acuh


"Mn. apa alasan yang membuat mu datang terlambat?" ucap sang kaisar dengan nada yang dingin.


"Bukan kah yang mulia sendiri yang menempatkan kediaman hamba jauh dari istana lalu kenapa yang mulia menanyakan alasan hamba terlambat." ucap Xiana dengan santai.


"Lancang!!! Dimana sopan santun mu saat berbicara putri Xiana." ucap putri Chang Yu yang berusaha membuat Xiana malu.


"Ada apa putri Chang Yu kenapa anda marah bukan kah memang benar yang ku katakan." ucap Xiana dengan senyum sinisnya


putri Chang Yu yang melihat senyum Xiana merasa ingin menghajar gadis di depannya tersebut.


"Kamu!!!"


Kaisar yang melihat dan mendengar itu pun langsung menghentikan hal tersebut.


"Hentikan, dan kamu putri Xiana duduk lah di tempatmu karana acara akan segera di mulai."

__ADS_1


"Baik yang mulia" tanpa penghormatan Xiana pun langsung duduk di tempatnya


☆☆☆ÇŇ


__ADS_2