Perjalan Sang Permaisuri Dari Masa Depan

Perjalan Sang Permaisuri Dari Masa Depan
Chp 5


__ADS_3

Di istana sejak permaisuri Chun Huan meninggal kaisar tidak pernah lagi mengadakan acara makan malam kecuali disaat kaisar mengadakan jamuan.


Pagi hari pun tiba di mana informasi undangan kaisar untuk datang ke aula telah tersebar di semua keluarga istana. Satu persatu orang memasuki aula istana hingga tiba menunggu sang kaisar datang.


Tampak semua orang telah hadir di aula dan duduk dengan rapi kecuali bangku Xiana yang memang masih kosong.


"Yang mulia kaisar memasuki ruangan"


Terdengar suara kasim menggema dan semua orang yang ada di aula berdiri dan menunduk saat kaisar Aming Han Kim berjalan menuju kursi kebesarannya.


"Hormat yang mulia, semoga di berikan umur yang panjang" ucap semua orang serentak.


"Duduklah!"


"Terimakasih yang mulia." merekapun duduk kembali.


Dan ketika melihat tempat duduk putri Xiana yang madih kosong kaisar Aming pun menanyakan hal tersebut.


"Dimana putri Xiana kenapa dia tidak datang untuk menemui Zhen?"


Semua orang terdiam saat kaisar aming menanyakan hal tersebut, namun tiba-tiba masuk seorang prajurit yang membari kabar tentang keadaan putri Xiana yang tak lain adalah Feng Zan yang telah selesai menjalani pelatihan beberapa hari yang lalu.


"Salam yang mulia kaisar hamba prajurit yang menjaga kedian Putri Xiana. Saat ini kondisi sang putri dalam masa pemulihan juga lupa ingatan yang dialami sang putri belum sembuh yang mulia."

__ADS_1


"Begitukah? baiklah tidak masalah kamu boleh pergi. Tapi ingat saat nanti acara Zhen tiba dia harus sudah sembuh" ucap kaisat aming dengan nada tegas


"Baik yang mulia. Hamba mohon udur diri." Feng Zan pun meninggalkan aula istana dan kembali kekediaman Xiana yang terletak di ujung belakang istana.


...****************...


Sedangkan di kediaman Xiana kini telah berubah menjadi kediaman yang sangat cantik dan asri di karenakan saat menunggu pelatihan jendral King Jun Huan yang sedang melatih para prajurit elite kekaisaran, Xiana dan Jian Shi mengatur dan menata beberapa tanaman bunga agar menjadi taman yang indah dan hidup.


Dan terlihat pula bahwa Xiana sedang berlatih pedang bersama sang paman. sebenarnya jendral King sangat menyayangi Xiana namun karna dia bersetatus kepala jendral maka dia sangat jarang berada di kekaisaran.


Lagi pula keluarga besar permaisuri tidak menyukai Xiana dan malah membencinya karna alasan bahwa Xiana adalah penyebab kematian keluarga yang sangat mereka sayangi jadi saat Xiana diasingkan dari istana banyak yang setuju dengan keputusan sang kaisar.


▪▪▪


"Emm.. Baik paman terima kasih untuk hari ini"sambil mengelap keringat yang mengalir di dahinya Xiana tersenyum manis kepada sang paman


"Ini bukan apa-apa demi keponanakan kecil paman dan ya di dalam cincin ini ada beberapa inti spirit best dasar Bintang tinggak lima, dan akan cukup hingga kamu berada di tahap dasar Perunggu tinggat dua setara dengan yang berada di usiamu."


"Mn.. paman memang yang terbaik" dengan senag hati Xiana menerima cincin tersebut.


"Sudah saatnya paman kembali jaga dirimu baik-baik Sya'er". ucap sang paman sambil mengelus kepala Xiana.


"Dan untuk kalian bertiga jika terjadi sesuatu pada keponakan kecil ku ini akan aku gantung kalian di alun-alun kota." sorot mata yang tajam serta aura membunuh keluar dari badan sang jendral yang artinya dia tidak akan main-main apa yang dia ucapkan.

__ADS_1


Dengan terbata-bata dan tubuh yang menggigil pun mereka bertiga menjawab perkataan jendral King Jun.


"Ba..baik jendra jami akan melindungi putri segenap jiwa dan raga kami." suara serius dan sungguh-sungguh memantapkan hati jendral King Jun untuk mempercayakan Xiana kepada mereka.


Melihat ketegangan di antara mereka Xiana dengan cepat menyela dan mencairkan suasana yng terjadi.


"Ayolah paman aku ini kuat. Paman jangan menganggap aku anak kecil paman." mulut manyun pun tercipta di bibir manis Xiana dan dengan cepat membuat sang paman tertawa


"hahaa.. baik lah baik pemonakan paman sudah besar sekarang."


"sekarang cepat lah istirahat dan kanjutkan kultivasi mu nak. Agar saat Zo'er kembali dari sekte kamu bisa menghajar anak itu."


"Paman benar. baik lah paman kalau begitu aku akan berlatih keras agar saat anak itu kembali aku bisa menendang pantatnya!!.. Kakak siapkan aku air."


"Baik Sya'er."


Meliat tingkah Xiana jendral Kim Jun hanya tersenyum bahagia karna akan ada yang membalas anak tidak tahu diri itu.


"Baik lah pama kembali sekarang"


"Iya paman hati-hati"


Yang mereka maksud adalah Kenzo Jieru Huan adalah anak satu-satunya jendral Kim Jun yang saat ini sedang belajar di salah satu sekte besar yang ada di kota Diego bagian barat yaitu sekte Pedang Surgawi.

__ADS_1


☆☆☆ÇŇ


__ADS_2