
Di Saat semua orang satu persatu telah selesai menampilkan bakat banyak di antara para putri dan nona muda melihat sinis dan tersenyum merendahkan kepada Xiana berharap Xiana akan terprovokasi akan siapa mereka namun pada akhirnya mereka lah yang justru merasa direndahkan akan sikap Xiana.
Xiana menyari hal tersebut pun hanya diam dan cuek bahkan tampak berkali-kali dia menguap.
"Teruslah bersikap layaknya anj*ng yang menggonggong" ucap Xiana dalam hati
Tidak ada satu orang pun yang berani maju untuk memprovokasi Xiana di depan umum karna di saat mereka bertatapan mata dengan Xiana mereka malah terasa terintimidasi dan membuat tubuh mereka bergetar banya dari mereka yang membantah hal itu.
Setelah semuanya telah menampilkan bakat masing-masing nampak kepuasan di semua wajah orang-orang yang hadir.
Disaat yang bersamaan suara keras seseorang membuat suasana menjadi ricuh dan penuh dengan bisikan kata-kata ejekan.
"Maaf yang mulia kaisar, semua orang telah menampilkan bakatnya masing-masing lalu kenapakah tuan putri Xiana tidak menampilkan bakatnya seperti kami.?" ucap salah satu nona muda Tang Xiumei dari keluarga bangsawan Tang yang berada di ibukota kesaisaran Tianzi yang terkenal karna kecantikan dan selalu memamerkan lekukan tubuhnya.
"Iya yang mulia bukankah sangat tidak adil bagi kami yang telah menampilkan bakat kami sedangkan putri Xiana hanya duduk dan menikmati." ucap salah satu putri kekaisaran Xionglue dari benua selatan yang bermarga Han yang tidak lain adalah Han Xingxing.
__ADS_1
Sebelum Kaisar Aming menjawab Xiana lebih dulu menyuarakan suaranya.
"Ck.ck.ck Apakah kalian semua merasa tersaingi sekarang. Sungguh sangat menyedihkan!!" ucap Xiana dengan nada yang sangat merendahkan.
"Kamu!!" ucap salah seorang anggota bangsawan sambil menunjuk kearah Xiana dengan nada marah.
"Aku apa!.. Setelah sekian lama aku tak pernah mengikuti acara seperti ini lalu kalian menganggap kehadiran ku sebagai ancaman lelucon apa yang sedang kalian mainkan." senyum sinis Xiana semangkin memprovokasi mereka semua yang berada di aula.
"Putri Xiana lihatlah disini banyak para kaisar dari negara tetangga sedang berkunjung tolong hormati ayahandamu sebagai kaisar di negara ini."
Selir Mian Chi yang sejak kedatangan Xiana hanya diam kini menyuarakan suaranya dengan nada lembut, namun di dalam hatinya dia sangat mengutuk Xiana karana dia tidak habis fikir kemana Xiana yang selalu malu dan takut di depan banyak orang.
"Apa yang di bilang oleh Ibu selir Mian benar Xiana. Dimana kah sopan santun mu sebagi seorang putri kekaisaran ini?" ucap putri Lian Wei dengan nada sedih, namun di hatinya dia tersenyum penuh kemenangan.
Semua orang yang hadir membenarkan apa yang di katakan oleh selir Mian Chi dan putri Lian Wei.
__ADS_1
"Sungguh seorang Putri yang berani walaupun dia diasingkan dari kekaisarannya sendiri namun sikapnya yang Tegas dan percaya diri menunjukkan bahwa dia pantas berada di posisi putri mahkota yang sedang kosong." ucap kaisar Wang Chang Ying dalam hati. Kaisar Wang berasal dari kekaisaran Xiancheng, benua Utara.
"Hahaha.. Bagus keponakan ku buatlah mereka semua bungkan dengan bakatmu." ucap Jendral King dalam hatinya. dia yang hanya diam dan mennyaksikan kini tersenyum dengan lebarnya.
▪▪▪
mendengar itu Xiana semangkin mengembangkan senyumnya sinisnya.
"Teruslah bermain dalam kalimat yang kalian ucapkan. Cih Itu benar-benar sangat menjijikkan." dengan memasang raut wajah yang dingin Xiana berhasil membut wajah mereka merah menahan marah.
"Lihat saja kau jalang aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapan ku saat acara adu kekuatan nanti." ucap putri Lian Wei setelah mendapatkan sebuah ide untuk mempermalukan Xiana
"Putri Xiana bisakah kamu langsung maju dan menjunjukan bakat mu." Kaisar Aming yang dari tafi hanya pemperhatikan semua tindakan yang dilakukan Xiana merasa malu mempunyai anak yang tidak tau diri ini.
"Ya baiklah kalau itu yang kaisar minta akan ku lakukan" dengan bangkit dari duduknya Xiana menjawab ucappan kaisar Aming dengan nada cuek.
__ADS_1
"Lancang!!! Berani sekali putri tidak menunduk dan berkata sopan kepada yang Mulia kaisar" ucap salah satu petinggi istana keluarga bangsawan Rui Jingsheng.
☆☆☆ÇŇ