Perjalan Sang Permaisuri Dari Masa Depan

Perjalan Sang Permaisuri Dari Masa Depan
Chp 10


__ADS_3

Suasana yang awalnya ricuh kini berubah menjadi isak tangis. Hanya suara tangisan lah yang kini memenuhi seluruh aula ke kaisaran. tampak seluruh orang yang datang kini tengah menangis dan seakan ikut merasakan penderitaan yang sedang diderita Xiana.


Bahkan Kaisar Aming mo meneteskan air matanya saat melihat Xiana terisak isak. Kaisar pun turun dari singgahsananya dan berjalan ingin menghampiri Xiana namun dirinya kalah cepat dengan Jendral King yang berjalan duluan mendekati Xiana dan memeluknya, lalu berkata dengan nada lembut.


"Sya'er sudah lah nak, jangan di teruskan. Sudah cukup untuk hari ini. Mari kita kembali kekediamanmu. Apa yang kamu pendam selama ini sudah cukup untuk kamu ungkapkan."


Xiana yang menangis dipelukan Jendral King pun hanya diam sambil mengangguk.


Jendral King pun memohon izin pada kaisar Aming mo dan para kaisar yang hadir di acara hari ini.


"Jika yang mulia mengizinkan hamba mohon undur diri"


Kaisar Aming mo yang telah turun dari singgahsananya diam dan berdiri di tempat dan hanya menganguk pertanda setuju.


" Terima kasih yang mulia. Saya pamit yang mulia dan para kaisar sekalian."

__ADS_1


Para kaisar pun mengangguk dan disaat Xiana dan jendral King melangkah keluar tampak dari jauh seorang laki-laki dengan muka yang sangat tampan, terselip pula sebuh pedang di pakaian putih bersihnya sedang sedikit berlari..


"Pak Tua kamu apakan Adik kecil ku!! Kenapa dia menangis.. cepat katakan kenapa dia bisa sampai seperti ini!?" ucap pemuda itu dengan nada tinggi. pamuda itu yang tak lain adalah Kenzo Jieru Huan. Anak satu-satunya jandral King Jun Huan


Suaranya yang tinggi membuat semua orang melihat kearah mereka yang kini berada tepat di depan pintu.


"Dasar anak kurang ajar bahkannya kau tak memberi salam pada ayah mu tapi malah kau berkata kasar kepada ku."


Xiana yang sedang di rangkul oleh jendral King pun langsung memeluk erat Kenzo saat dirinya sudah sampai di depan Xiana bahkan suara tangis Xiana yang terbenam di dada Kenzo keluar.


Sedangkan Kenzo yang melihat Adik kecilnya dalam keadaan yang tidak baik pun langsung menenangkan Xiana dengan mengelus pucuk kepala dan punggung Xiana yang berada di dalam pelukannya. Namun dia juga melirik dan menatap tajam kearah ayahnya seolah berkata.


"Aku meminta penjelasanmu tentang hal ini ayah!!"


Ayahnya jendral King pun yang mengerti hanya mengangguk sambil membalas tatapan tajam yang di berikan Kenzo.

__ADS_1


▪▪▪


"Astaga itukah tuan muda Kenzo yang terkenal sebagai jendral muda. Sungguh ketampan yang tiada duanya."


"Aku ingin menjadi selirnya asal bisa bersama dengannya"


"Bermimpilah kalian semua karna sebentar lagi dia akan menjadi suami ku!" Ucapnya dalam hati sambil tersenyum misterius.


"Pemuda yang sangat luar biasa di usinya yang baru menginjak dua puluh tahun telah berada di Dasar Perak tingkat delapan. Sangat pantas bila dia menduduki posisi jendral muda di kekaisaran ini." Ucap Kaisal Han dan diangguki oleh para kaisar yang lainnya


Suara tangis kini berubah kembali normal saat datangnya sosok Kenzo yang tampan dingin dan tidak tersentu, dan kenapa semua orang tidak narah saat Kenzo berkata kasar kepada jendral King, maka jawabanya karna memang dari Kenzo kecil sampai sekarang sikap dan sifatnya sama dengan ayahnya jendral King sendiri. Jadi saat beradu mulut dengan Kenzo jendral King merasa seperti menghadapi dirinya sendiri waktu masih muda.


☆☆☆ÇŇ


~maaf ya kakak semua karna author blum pernah ngasih crazy up.. So Makasih yang udah mampir.

__ADS_1


__ADS_2