
Berbeda dengan nubi yang merasa aneh dengan sikap tuannya tersebut saat masih melamun Zaqia pun mebangunkan nya dengan pertanyaan dan nada dinginya.
"Ceritakan siapa jati diriku, siapa kamu dan kenapa tubuh ku bisa penuh dengan luka seperti ini".
Nubi yang mendengar suara dingin dari sang putri tubuhnya pun langsung begetar. karna yang selama ini dia tau bahwa Xiana tidak perna berbicara sedingin ini pada dirinya.
"Pu..putri apa putri tidak ingat Nubi?"
"Aku tidak mengingat apa pun jadi bisakah kamu menceritakan siapa diriku dan tidak banyak bertanya!"
"Ba..baik putri Nubi akan menceritakan siapa putri dan apa yang terjadi pada putri".
"Putri adalah Putri Xiana Sya Kim, putri kedua dari permaisuri Chun Huan dan kaisar Aming Han Kim, Kaisar dari Kekaisaran Tianzi yang ada di benua Timur dunia tengah. Seharusnya putri Xiana adalah putri mahkota namun karna putri malas belajar dan semua orang menganggap putri bodoh dan lemah. Akhirnya putri di asingkan dari istana dan tinggal di sebuah pafilium unggu yang berada di ujung istana. "
"Permaisuri Chun Huan meninggal saat putri berusia 2 tahun dan posisi permaisuri di gantikan oleh selir agung yang sekarang, akibatnya putri Xiana selalu di buli dan di siksa oleh saudara putri yang iri akan kecantikan putri dan Kaisar sendiri mempunyai beberapa selir dan juga beberapa saudara putri".
"Saat kematian permaisuri Kaisar begitu terpukul karna demi menyelamatkan putri yang hampir tenggelam permaisuri yang panik pun langsung menolong putri padahal permaisuri sendiri tidak dapat berenang dan akhirnya permaisuri sendiri yang tenggelam saat itu."
"Dari situ Kaisar tidak pernah memperhatikan putri lagi sampai saat ini, dan dari situ pula kaisar mengasingkan putri. hanya Nubi dan dua orang pengawal setia permaisuri yang saat ini mereka sedang ikut pelatihan pasukan elit putri".
__ADS_1
"Nama Nubi Jian Shi, Nubi sendiri seorang pelayan yang dulu di temukan oleh permaisuri di sebuah penginapan saat itu Nubi hampir saja di bunuh kalau saja yang mulia permaisuri tidak membawa Nubi dan kebetulan yang mulia sedang mengandung anda putri untuk dua orang pengawal bernama Feng Zan dan Feng Bou mereka adalah dua saudara kandung putri".
"Jadi begitu baik lah bisakah kamu ambilkan cermin aku ingin melihat wajahku".
"Baik putri" dengan cepat Nubi pun memberikan cermin tersebut pada Xianan. Saat melihat pantulan wajahnya di cermin alangkah kagetnya Xiana.
(Sekarang kita pakai nama Xianan bukan Zaqia biar gak bingung akunya nulis)
"Apa ini wajah ku kenapa bisa begini?" Xiana yang marah dan heran dengan wajahnya. Wajahnya penuh dengan bintik-bintik merah dan yg dia herankan wajahnya mirip dengan wajah dia dulu yang ada di bumi.
Xiana pun menghela nafas dan ia pun berusaha untuk bangun dari duduknya, melihat itu Jian Shi langsung Khawatir .
"Putri mau kemana biar Nubi yg ambilkan"
"Ini putri" dengan rasa penasaran Jian Shi pun bertanya
"Putri ini untuk apa?"
"sudah lah diam dan jangan banyak bertanya dan mulai sekarang jangan panggil aku putri karana kamu bukan pelayanku panggil aku Sya'er dan aku akan memanggil mu dengan sebutan kakak. Mengerti!"
__ADS_1
mendengan ucapan Xiana Jian Shi sangat senang karna memang selama ini Jian Shi sudah menganggap Xiana sebagai adiknya sendiri namun dia juga takut akan hukuman yang akan dia dapatkan saat ada yang mendengar atau pun ada yang melapor.
"ta..taapi Nubi tidak berani putri, bagai mana
jika ada yang melapor putri Nubi ta..."
"Haisss sudah lah aku tidak berkata di depan banyak orang cukup aku. kamu dan dua paman. di dunia ini aku tidak mempunyai siapa-siapa kecuali kalian yang aku percaya."
"Baik lah put. eh Sya'er"
"emm itu terdengar lebih baik".
Xiana menulis apa yang di perlukan saat sudah ia memberinya pada sang pelayan.
Saat Nubi menerima dan membacanya alangkah kagetnya dia sekaligus heran
"Sya'er i..ini"
"Aku ingin kamu mencari bahan yang ada di dalam kertas tersebut"
__ADS_1
"Baik putri tapi dari mana putri tau tentang tanaman obat ini bukankah selama ini putri tidak tau tentang obat?".
☆☆☆ÇŇ