Perjalanan Kaisar Chen

Perjalanan Kaisar Chen
Chapter 21 : Kuas ajaib!


__ADS_3

Di bukit dekat Kota Ye Long, disana terlihat Xiao Chen yang memangku Yao kecilnya di bawah pohon rindang, Yao kecilnya yang kini duduk diam, ia melihat di depannya ada banyak bunga-bunga yang bergoyang karena hembusan angin.


Xiao Chen yang melihat itu, ia lalu mengelus kepalanya dengan lembut, karena ia akan memberikan kekuatan yang sangat hebat untuk Yao kecilnya.


"Yao kecil, sekarang Ayah akan memberikan Yao kecil kekuatan yang sangat hebat, jadi Yao kecil jangan bergerak sebentar ya.."


Xiao Chen mengatakan dengan suara halus dan lembut kepada Yao kecilnya, Yao kecil yang mendengar suara ayahnya, ia mengangguk kecil di kepalanya.


Melihat bahwa Yao kecilnya sudah berani, ia lalu mengeluarkan sebutir cahaya dari ujung jarinya, dimana cahaya itu adalah kekuatan Tyrant God of Chaos miliknya sendiri.


Ia perlahan memasukkan ke dalam tubuh Yao kecil, dengan rasa sakit yang di transfer ke tubuhnya, jadi Yao kecil tidak akan merasakan rasa sakit yang begitu hebat.


Sedangkan Xiao Chen yang di transfer rasa sakit, ia tidak merasakan apa-apa karena semuanya hanyalah fiksi, ia yang disana memulai mengatur segala kekuatan yang berada di dalam diri Yao kecilnya.


Ia mengaturnya agar tidak membuat Yao kecil merasakan rasa sakit saat menggunakan kekuatan, dengan begitu, ia akan dengan bebas menggunakan kemampuannya yang Xiao Chen berikan.


Xiao Chen disana sedang menempa kembali tulang-tulangnya agar lebih kuat, tulang-tulang yang ia tempa dari kekacauan luar, dimana akan menjadi tulang terkuat yang Yao kecil punya.


Tulang kekacauan yang ia tempa di dalam tubuh Yao kecilnya, disana ia menempa sedemikian rupa, agar tidak ada cacat sedikitpun di tulangnya. Esensi kehidupan terus mengalir ke dalam tubuh Yao kecil.


Setelah tulang berhasil di tempa, ia mengubah darahnya menjadi darah kekacauan dimana, setiap tetesan darahnya akan menghancurkan Infinity Semesta.


Ia mengubah darah Yao kecil menjadi darah kekacauan, agar semua tubuhnya menjadi kekacauan, dengan begitu Yao kecil akan mendapatkan kekuatan yang maha dahsyat di Dimensi Semesta.


Selang beberapa menit berlalu, darahnya telah berubah menjadi darah kekacauan yang sangat kuat, dengan darah itu. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan Yao kecilnya yang imut.


Saat Penempa tubuh di lakukan, kulit Yao kecil menjadi lebih bersih sekaligus halus seperti Giok Surgawi, sama seperti Xiao Chen yang memiliki kulit yang halus.


Xiao Chen yang melihat perubahan Yao kecil, ia hanya menampilkan senyuman puas, karena sudah sepenuhnya memberikan kekuatan yang hebat kedalam tubuh Yao kecilnya.


Sekarang ia mengelus kepalanya dengan lembut, karena sudah selesai menempa tubuhnya dan segala hal yang tidak akan membuat Yao kecil merasakan rasa sakit.

__ADS_1


"Sekarang sudah selesai, Yao kecil sudah hebat.." Ucap Xiao Chen dengan lembut.


"Apa Yaoyao sudah hebat ayah? Tapi Yaoyao tidak merasakan apa-apa.." Balas Yao kecil.


"Kalau begitu, coba Yao kecil tunjuk ke arah gunung di depan sana, lalu katakan hancur.."


Mendengar perkataan ayahnya, ia perlahan mengangkat tangannya ke depan dengan menunjuk ke arah gunung, disana Yao kecil mulai mengatakan.


"Hancur.."


Satu kata yang keluar dari seorang Dewa, seluruh bintang menjadi hening tanpa suara. Xiao Chen hanya tersenyum tipis, karena yang hancur bukannya gunung, melainkan bintang-bintang di luar bintang yang mereka tempati.


Ledakan-ledakan besar terjadi di lautan bintang, dimana banyak para Dewa yang melihat bahwa bintang-bintang hancur tanpa alasan. Sedangkan Yao kecil bingung, karena gunung di depannya tidak hancur.


Xiao Chen lalu perlahan menciptakan sebuah kuas yang cantik untuk Yao kecil, karena dengan kuas yang ia buat, Yao kecil bisa mengontrol kekuatan untuk menyerang ataupun membuat sesuatu dengan mudah.


Ia mengeluarkan kuas yang ia buat di tangannya, lalu memberikan kepada Yao kecilnya, melihat kuas tersebut, Yao kecil menjadi sangat senang dengan kuas yang diberikan ayahnya.


"Yao kecil, kuas ini untuk mengendalikan kekuatan Yao kecil, jika Yao kecil menggerakkan kuas ini ke arah gunung, maka gunung akan hancur, Yao kecil juga bisa membuat gunung baru dengan kuas ini."


Sresh! Sresh!


Perlahan gunung di depannya terhapus seperti di telan oleh sesuatu yang tidak terlihat, Yao kecil masih menghapus semua gunung yang berada di hadapannya dengan kuas.


Tidak perlu waktu lama, gunung di depannya hilang menjadi dataran rendah yang tanpa ada mahkluk hidup lagi.


Sedangkan di kota Ye Long, orang-orang di Kota Ye Long menjadi tercengang melihat bahwa gunung di dekat mereka menghilang secara tiba-tiba, bahkan hilangnya gunung tidak ada mengeluarkan sebuah suara sedikitpun.


Kehilangan sebuah gunung tanpa suara, ditambahkan kemunculan Xiao Chen di kota, mereka menjadi sangat ketakutan dengan apa yang terjadi sekarang ini.


***

__ADS_1


Ditempat Xiao Chen berada, kini Yao kecil terkejut bahwa gunung didepannya menghilang karena ia menghapusnya, ia yang takut dengan orang-orang kota jika tahu bahwa dirinya yang menghilangkan gunung disana.


Dengan gemetaran, Yao kecil melihat ke arah ayahnya yang tersenyum melihatnya. "A-Ayah.. gu-gunungnya hilang.."


"Tidak apa-apa, Yao kecil bisa membuatnya lagi dengan kuas itu, coba saja jika Yao kecil tidak percaya."


"Be-benarkah ayah?"


Xiao Chen mengangguk kepalanya, Yao kecilnya melihat ayahnya mengatakan iya, ia lalu mencoba membuat gunung baru untuk mengantikan gunung yang lama di dekat kota.


Garis demi garis di buat, Yao kecil membuat pohon-pohon dengan kuasnya, walaupun semuanya masih jelek, tapi bakat gambarnya harus di kasih jempol dua.


Saat ia melihat putrinya menggambar gunung, ia hanya tersenyum senang dengan mengelus kepalanya dengan lembut, agar ia semangat untuk menggambar.


Xiao Chen tidak meningkatkan pengetahuannya, karena ia ingin pengetahuan di tingkatkan oleh dirinya sendiri. Agar tidak ada pengetahuan yang tidak ia ketahui, karena itulah Xiao Chen tidak mau pengetahuannya bolong.


Melihat Yao kecilnya sudah selesai membuat gunung, tiba-tiba di dekat kota gunungnya telah berubah menjadi gunung yang menjulang lebih tinggi dari sebelumnya.


Perpohonan disana semakin lebat, dengan ukuran yang begitu besar, tidak ada danau ataupun air terjun untuk membersihkan diri, jika orang-orang pergi ke gunung untuk berburu.


"Lu-lukisan Yaoyao sangat buruk, apa ayah bisa mengajarkan Yaoyao melukis?" Tanya Yao kecilnya.


"Tentu, kita akan pergi ke kota untuk membeli alat-alat lukis, ayah akan mengajarkan Yao kecil Ayah cara melukis dengan benar.."


"Terimakasih banyak, Ayah.."


Yao kecilnya memeluk dirinya dengan erat, Xiao Chen yang merasakan hal tersebut, ia hanya bisa tersenyum senang melihat Yao kecilnya, karena sudah selesai dengan urusannya disini.


Xiao Chen mengendong Yao kecil ke tangannya, ia lalu berjalan menuju ke kota untuk membeli alat-alat tulis, agar Yao kecilnya belajar cara melukis dengan baik, dan sangat bagus.


Ia berjalan dengan langkah kaki yang kecil, karena ia mengobrol dengan Yao kecilnya agar hubungan mereka semakin dekat, obrolan mereka hanya tentang mengajarkan cara melukis untuk Yao kecilnya.

__ADS_1


...


*Thanks You For Reading*


__ADS_2