
Mereka berdua pergi ke restoran, disana mereka akan makana terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju lembah kalajengking iblis yang berada di setelah kota ini.
Berjalan kaki menuju ke tempat restoran sebelumnya, kini mereka berdua masuk kedalam restoran yang berada di Kota Guifeng. Disana masuk tanpa ada gangguan dari orang-orang sekitarnya.
Mereka berdua duduk di kursi di tengah-tengah ruangan, di restoran tersebut tidak ada orang yang menanggapi Xiao Chen yang tengah duduk bersama putrinya.
Pelayan restoran datang menghampiri Xiao Chen, ia yang berada di hadapan Xiao Chen, kini dengan ramah menyapanya. "Selamat datang, Tuan, apa anda sudah memilih pesanan anda?"
Xiao Chen tersenyum, lalu di sana Xiao Chen mulai berbicara, "Aku pesan semuanya, dan tolong di percepat, karena putriku sedang ingin makan.."
"Baik, tolong tunggu sebentar.."
Setelah mencatat pesanan Xiao Chen, kini ia pergi dari sana untuk menyiapkan pesanan Xiao Chen yang memesan banyak makanan.
***
Setelah beberapa menit berlalu, para pelayan meletakkan banyak hidangan di atas meja tempat Xiao Chen berada. Disana, Yaoyao melihat banyak makanan di atas meja, kini ia melihat ke arah ayahnya yang berada di sampingnya.
"Yao kecil, jika Yao kecil lapar.. Yao kecil boleh menghabiskan semuanya, jika kurang.. ayah akan memesankan lagi.."
"Baik Ayah."
Disana Xiao Chen melihat Yao kecilnya sedang makan dengan lahap, ia tertawa kecil karena melihat Yao kecilnya makan.
Ia juga ikut makan dengan tenang, karena setelah ini mungkin akan sangat lama untuk makan lagi di restoran, mereka akan makan di alam liar dengan bahan-bahan seadanya.
Mereka berdua yang makan dengan tenang di restoran, setelah beberapa menit berlalu di dalam restoran, Xiao Chen pergi membayar biaya pesanan yang ia pesan tadi.
Setelah selesai, mereka berdua pergi dari sana menuju tempat kalajengking iblis yang berada di dekat kota tersebut, meskipun membutuhkan 1 hari lagi ke wilayah tersebut.
***
Berjalan keluar dari kota, Xiao Chen berjalan dengan mendapatkan pandangan negatif dari orang-orang di kota, ia ingin sekali menghancurkan mereka semua dengan membawa kota Guifeng dengan apinya.
Setelah mereka keluar dari Kota Guifeng, Xiao Chen menjentikkan jarinya untuk memberikan pelajaran untuk mereka semua yang memandang Xiao Chen dengan tatapan negatif.
__ADS_1
Ctikk!
Suara jentikan jarinya membuat kobaran api dimana-mana, api tersebut membakar habis orang-orang yang memandang Xiao Chen tadi dengan tatapan negatif.
'Mahkluk bodoh! Kalian membuat Pencipta kalian seperti orang hina, maka akan kubuat kalian mati!'
Ia berjalan kaki sambil mengatakan di dalam hatinya, kini berjalan menjauh dari kota menuju tempat selanjutnya, dimana akan ada banyak monster-monster yang berdatangan.
Karena jalur yang mereka ambil adalah jalur untuk menuju wilayah kalajengking iblis, dimana akan ada banyak hewan-hewan iblis di sepanjang perjalanan.
"Yao kecil.. Yao kecil.. apa Yao kecil mau makan buah-buahan?"
Xiao Chen memanggilnya beberapa kali, karena ia mengusap-usap wajahnya dengan lembut ke arah wajah Yao kecilnya. "Aduh.. Ayah.. geli.., Yaoyao mau buah-buahan yang manis.."
Ia tersenyum, karena tidak ada sesuatu yang bisa ia lakukan sekarang ini selain menjahili putri kecilnya. Xiao Chen lalu mengeluarkan banyak buah-buahan yang melayang di sekitar mereka berdua.
Karena Xiao Chen menggunakan gravitasi, agar buah-buahan tersebut melayang di sekeliling, dan bisa mengambilnya dengan mudah untuk dimakan putri kecilnya.
Yaoyao mengambil buah apel, lalu ia memakannya dengan gigitan kecil di sana. Xiao Chen juga sama halnya, ia mengambil buah anggur dengan sebuah gigitan, Xiao Chen memakan buah anggur dengan tenang.
Sambil melihat putrinya, Xiao Chen loncat dari satu sisi ke sisi lainnya, ia pergi menuju ke tempat kalajengking iblis untuk membalaskan dendam putrinya yang dimana keluarganya telah di bunuh oleh mereka.
Sesampainya di sebuah hutan yang penuh akan kabut hitam, dimana hutan tersebut adalah Hutan Iblis, hutan yang memiliki banyak hewan-hewan iblis.
Hutan iblis adalah hutan dimana banyak berkumpulnya hewan-hewan iblis, di hutan itu juga terdapat sebuah cerita yang ditakutkan oleh para penduduk di sekitarnya.
Didalam hutan tersebut terdapat sebuah iblis besar, yaitu kingkong langit iblis dengan kekuatan elemen api, kingkong iblis langit itu adalah penjaga hutan iblis, dimana hewan-hewan iblis lainnya ketakutan merasakan Aura kingkong.
Xiao Chen yang sudah tahu dari awal, karena ia melihat segalanya yang ada di daerah sekitarnya. Melihat bahwa ada monster yang cukup hebat, Xiao Chen akan menundukkannya agar ia bisa memberikannya kepada Yao kecilnya.
"Yao kecil.. apa Yao kecil mau menangkap monster kecil, kalau mau, Ayah bisa menangkapnya untuk Yao kecil.."
"Apa ada yang kuat Ayah? Kalau ada, Yaoyao mau menangkapnya satu untuk hewan peliharaan Yaoyao..." Balasnya dengan lembut.
Mendengar perkataan Yao kecilnya, Xiao Chen tersenyum karena ia memang mau memberikan kingkong tersebut kepada Yao kecilnya.
__ADS_1
"Yosh.. Baiklah, ayah akan memberikan hewan yang hebat untuk Yao kecil Ayah, sekarang kita akan kesana sebelum ke wilayah kalajengking iblis.."
Ia berjalan dengan langkah kaki yang cukup besar, Xiao Chen Menuju tempat dimana monster tersebut berada, sepanjang perjalanan menuju tempat tersebut.
Sepanjang perjalanan di hutan iblis, ia merasakan bahwa ada banyak monster-monster di sekitarnya sedang mengamati mereka berdua. Merasakan hal tersebut, Xiao Chen melihat sekitarnya dengan tatapan membunuh.
"Mati!"
Satu kata yang keluar dari mulutnya membuat monster-monster di sekitarnya berteriak keras, mereka berteriak atas kematian yang sedang menimpa mereka.
Tubuh mereka meledak satu-persatu dengan sebuah getaran yang hebat di kedalaman hutan. Xiao Chen tersenyum tipis, lalu berjalan menuju kedalam hutan untuk menangkap kingkong iblis langit disana.
Di sepanjang jalan, Xiao Chen tengah berjalan menuju tempat kingkong iblis langit berada, disana ia melihat sebuah monster sebesar gunung tengah berdiri di tepi danau.
Xiao Chen lalu melihat ke dalam danau, karena ia merasakan bahwa ada Aura yang aneh di kedalaman danau tersebut, Aura yang di keluarkan sama seperti kingkong iblis langit.
"Aneh.. kenapa ada Aura yang cukup aneh di dalam danau itu, menarik... Aku penasaran apa ada monster laut di dalam sana.."
Xiao Chen tidak mau melihat langsung ke kedalaman, karena ia mau berpetualang murni di dunia ini tanpa menggunakan kekuatan aslinya.
'Bola, seperti aku pernah melihat sebuah bola yang bisa menangkap monster, tapi apa itu, coba aku buat dulu untuk mengetesnya.'
Ia lalu menciptakan sebuah bola yang memiliki sifat menangkap segala monster yang ada, kekuatan itu bisa menangkap monster setingkat Dewa di Alam Semesta ini.
Bola berwarna-warni, dengan titik merah di tengah-tengah bola yang ia ciptakan. Xiao Chen yang telah menciptakan bola, ia lalu memberikan sebuah nama.
"God Ball atau Bola Dewa!"
Ia mengeluarkan bola Dewa tersebut ke tangan kanannya, disana Yaoyao melihat bola tersebut membuat ia bingung dengan bola yang berada di tangan ayahnya.
...
*Thanks You For Reading*
(Note: Maafkan author, karena gak bisa update 2 Chapter, karena bukan gak ada imajinasi, melainkan ada banyak sekali kesibukan)
__ADS_1