
Yaoyao kecilnya yang masih melukis di atas mejanya, ia melukis apa saja yang ia pikirkan untuk menunjukkannya kepada ayahnya, agar ia mendapatkan pujian lagi dan mendapatkan elusan lembut di kepalanya.
Xiao Chen yang berada di sampingnya, ia duduk sambil menikmati es buahnya yang ia ciptakan melalui pikirannya, tidak lupa ia juga menyuapiin Yao kecilnya, agar ia bisa menikmati minuman yang diberikan ayahnya.
Mu Xuanyin juga menikmati es buahnya, ia minum di depan Yaoyao yang sedang melukis, Mu Xuanyin juga melihat lukisan yang dibuat oleh Yaoyao. Semuanya terlihat sangat hidup dan nyata, hingga Mu Xuanyin terpukau melihatnya.
"Apa semua ini Yaoyao yang membuatnya?" Tanya Mu Xuanyin.
"Ya, Yao kecil sangat berbakat dalam melukis, bakatnya sangat hebat, aku sampai kagum melihatnya, dengan Yao kecil bisa melukis, ia akan menjadi hebat nantinya.."
Mu Xuanyin yang mendengar itu, ia juga kagum dengan bakat Yaoyao, walaupun dunia ini adalah duni kultivator, tapi Yaoyao di depannya melukis dengan sangat senang, ia seperti sedang melakukan hal yang ia sukai dari dulu.
Melihat hal tersebut, Mu Xuanyin mengubah pandangannya, karena ia dulu juga memiliki kesenangan yang ia inginkan, kesenangan itu adalah ia bisa pergi menjelajahi bintang dengan kemampuannya.
Sekarang ia sedang mewujudkan impiannya, agar ia bisa melintasi bintang-bintang untuk melihat orang-orang yang lebih hebat kedepannya. Dengan begitu, ia akan menjadi seorang Dewi yang hebat kelak nantinya.
Merasakan bahwa di depan Xiao Chen terpancar impian berwarna emas, dimana mimpinya akan menjadi kenyataan, selama ia selalu berteguh tinggi dengan impiannya.
Mimpi gadis ini? Jika dia berjalan pada pendiriannya sendiri, aku bisa menjamin bahwa dia akan mencapai puncak kekuatan dunia ini!
Xiao Chen yang melihat impiannya dari sebuah cahaya yang keluar, cahaya itu menandakan batas impian setiap orang, jika berwarna hitam. Maka mimpinya akan menjadi sangat suram.
Ia yang mengingat bahwa ibunya sedang sakit, lantas mengingat hal tersebut membuat Xiao Chen menghela nafasnya.
Ia yang menghela nafasnya, lalu membuat sebuah Pil Keajaiban, dimana jika ibunya ingin bertahan hidup dari penyakit itu, ia akan sembuh dengan setelah minum Pil tersebut.
Xiao Chen yang telah menciptakan sebuah Pil, ia mengeluarkannya dari tangannya dimana ia meletakkan di atas meja sebuah botol berisikan Pil yang ia buat.
"Ini adalah Pil Keajaiban, jika ibumu masih memiliki tekad yang kuat untuk hidup, maka Pil ini akan mengabulkan tekadnya, karena ini adalah keajaiban. Jika kamu percaya denganku, kamu bisa memberikannya kepada ibumu, jika tidak percaya, maka kamu bisa membuangnya.."
__ADS_1
Mu Xuanyin yang mendengar perkataan Xiao Chen, ia melihat ke arah botol tersebut berisikan Pil yang belum pernah ia ketahui, karena Pil yang Xiao Chen buat adalah Pil yang tidak ada di dunia kultivator ini.
"Pergilah dan berikan Pil itu, kamu akan bisa bertemu dengan ibumu lagi.."
Ia yang mempercayai Xiao Chen, Mu Xuanyin lantas mengambilnya dengan tangan yang gemetaran, air matanya mengalir karena senang bisa bertemu dengan ibunya lagi.
Mu Xuanyin memberikan hormat kepada Xiao Chen, lalu ia pergi berlari meninggalkan mereka berdua di ruangan tersebut.
Didalam ruangan tersebut, Xiao Chen melihat putrinya yang tengah melukis disana, "Yao kecil, ayah sudah menemukan tempat orang yang membuat Yao kecil kehilangan kedua orang tua Yao kecil, setelah selesai ini. Ayah akan pergi ke tempat mereka untuk membalaskan apa yang mereka lakukan kepada Yao kecil.."
Yaoyao yang sedang melukis, ia tiba-tiba terhenti saat mendengar penjelasan ayahnya, ia kembali mengingat apa yang dilakukan oleh pembunuh kedua orang tuanya.
Tangannya gemetar, air matanya mengalir bagaikan air sungai yang terjatuh ke bawah, ia perlahan mendekati ayahnya yang berada di sampingnya.
"Hiks.. A-Ayah.. Ya-yaoyao ingin membalasnya.. ta-tapi Yaoyao masih lemah.. hiks.."
Xiao Chen melihat Yao kecilnya yang sedang menangis, ia lalu perlahan menariknya ke peluknya. Dengan lembut, ia mengelus kepala Yaoyao agar ia tidak bersedih lagi.
Yaoyao yang bersedih hanya bisa mengusap kepalanya di pelukan Xiao Chen, "A-apa benar Ayah.. Ya-yaoyao ti-tidak mempunyai keberanian untuk melawan mereka.. hiks.."
"Kalau begitu, Ayah akan menyiksa mereka semua, dengan mereka akan merasakan apa yang Yao kecil ayah rasakan,"
Xiao Chen membalasnya dengan suara yang terdengar sedang marah, tapi marah dengan orang-orang yang membuat Yao kecilnya menderita.
Menangapi perkataan ayahnya, ia mengangguk kecil di sana. Melihat Yao kecilnya setuju, Xiao Chen lalu berdiri dengan menggendongnya di depan, ia lalu menyimpan semua barang-barang yang dibuat oleh Yaoyao.
Mereka berdua sudah berada di dalam ruangan tersebut cukup lama, jadi sudah waktunya untuk pergi berpetualang di luar kota, agar Yaoyao bisa melihat luasnya dunia yang ia injak.
Xiao Chen lalu berteleportation ke depan gerbang kota Ye Long, ia disana lalu berjalan tenang menuju hutan di dekat kota, karena jalan satu-satunya adalah hutan tersebut.
__ADS_1
Ia tidak terbang karena mau mengajarkan Yaoyao cara berpetualang, dan bertahan hidup di dunia yang kejam, dengan ajaran Xiao Chen yang sebagai Kaisar, ia akan menjadi seorang Dewi yang sangat kejam nantinya.
Mereka berdua berjalan di hutan dengan tenang, melihat sekelilingnya ada banyak monster-monster hebat yang sedang mengintai, Xiao Chen yang tahu akan hal itu, ia hanya bersikap biasa saja.
Untuk sampai ke Lembah kalajengking iblis, mereka berdua akan membutuhkan waktu kisaran 3 hari dari tempat mereka berjalan, dan sebelum sampai disana, mereka akan berjumpa dengan kota lainnya di daerah sana.
Xiao Chen yang menenangkan Yao kecilnya, ia mengeluarkan banyak boneka untuk Yao kecilnya. Semuanya ia berikan agar Yao kecilnya tidak bersedih lagi.
Kesalahan Xiao Chen adalah memberitahukan kepada Yaoyao, meskipun bersalah tapi ia memberitahukannya untuk kebaikan Yao kecilnya, agar dia berusaha menjadi kuat kedepannya.
"Yao kecil Ayah, Yao kecil jangan bersedih lagi, Ayah janji akan membalaskan mereka dengan apa yang Yao kecil rasakan.. Ayah juga akan mengurung jiwa mereka agar di masa depan, Yao kecil bisa membalasnya."
Yaoyao perlahan menghapus air matanya, karena ia tidak mau membuat ayahnya bersedih atas kesedihannya, ia lalu tersenyum manis di hadapan Xiao Chen.
"Yaoyao tidak akan bersedih lagi.."
Xiao Chen tersenyum, ia lalu memberikan kecupan di keningnya. Itu adalah tanda bahwa Xiao Chen benar-benar menyayangi putrinya yang manis dan imut.
Mereka berdua yang berjalan di kedalam hutan, mereka mulai merasakan ada hawa membunuh yang dipancarkan monster-monster di kedalaman hutan.
Monster belaka! Beraninya memancarkan hawa membunuh kepada Sang Pencipta mereka!
Ia yang merasakan Aura membunuh dari para monster-monster di sekitarnya, Xiao Chen yang kesal lalu mengedipkan mata kanannya dengan pelan.
Saat kedua kelopak matanya saling beradu sama lainnya, tiba-tiba sebuah ledakan yang begitu besar terjadi di kedalaman hutan, suara-suara monster berteriak menggema keras di seluruh hutan
*Roarr*
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*