
Di dalam hutan tersebut, Xiao Chen berdiri dengan tenang dimana tidak ada gangguan di sekitarnya, ia melihat ke arah danau yang memiliki energi yang begitu hebat di dalam sana.
Energi itu seperti monster yang berada di tahap Inti emas, dimana monster tersebut sangatlah kuat untuk orang-orang di kota sekitarnya. Dewa? Mungkin monster tersebut bagaikan Dewa bagi mereka semua.
Melihat hal tersebut, ia tersenyum dengan melihat ke arah Yao kecilnya, dimana ia sedang bermain dengan bola yang ia tangkap sebelumnya, karena itu adalah bola pertama yang ia dapatkan.
Xiao Chen disampingnya, lalu mengelus pipinya yang lembut, disana ia lalu berbicara dengan Yao kecilnya. "Yao kecil, di dalam sana terdapat monster yang kuat, jika Yao kecil mau, ayah akan mengangkatnya ke atas lalu Yao kecil lemparkan lagi bola sebelumnya."
Matanya langsung berbinar terang dengan kelipan bintang-bintang di matanya. Xiao Chen yang paham dengan pandangan yang di berikan kepadanya, ia lalu tersenyum dengan hangat sambil mencubit kedua pipinya.
"Mengemaskan sekali Yao kecil ayah.. ayah jadi ingin mencubit pipinya."
Xiao Chen tidak tahan dengan putrinya yang manis di sampingnya, ia bahkan mencubit pipinya dengan lembut disana, karena tidak tahan dengan sikap manisnya kepada Xiao Chen.
"Ayah akan menariknya ke atas, lalu Yao kecil ayah, tangkap ikannya."
"Baik ayah.."
Ia yang sekarang mulai mengangkat tangannya kw depan, dengan perlahan hembusan angin semakin kencang sehingga membuat bangunan-bangunan di sekitarnya roboh.
Xiao Chen mengangkat sebuah monster dengan airnya ke atas sana, ia disana mengangkat menggunakan kemampuan gravitasi yang ia miliki sekarang ini.
Yao kecilnya sudah bersiap-siap untuk mengambil monster tersebut dengan God Ball yang diberikan oleh Xiao Chen sebelumnya, ia disana memegang God Ball dengan wajahnya yang senang tidak terbendung, karena sudah kesenangan menangkap monster.
Meskipun baru sekali, tapi itu sangatlah menyenangkan bagi Yao kecilnya, dimana ia bisa menangkap monster menggunakan bola tersebut, dan saat monster tersebut terangkat naik ke atas langit.
Terlihat, monster laut yang begitu besar menampilkan cangkangnya, Monster kura-kura dengan ketahanan kekuatan fisik, dan memiliki daya hancur begitu besar.
__ADS_1
Saat monster tersebut di atas langit, Yao kecilnya mulai melempar God Ball ke arah monster tersebut dengan senyuman senang menghiasi wajahnya yang manis.
Pada saat God Ball menyentuh tubuh kura-kura tersebut, tiba-tiba kura-kura terhisap kedalam God Ball milik Yao kecilnya. Bola itu terjatuh ke tanah dengan bergetar sedikit demi sedikit.
Buk!
Bola bergerak kanan dan kiri secara pelan, tanpa waktu lama bola tersebut telah menangkap kura-kura. Yao kecilnya berlari ke tempat bola tersebut, karena ia ingin melihat seberapa kuat monster yang ia tangkap kali ini.
Mengambil, Yao kecil mengambil God Ball dengan tangan kecil miliknya, disana ia melihat statistik kekuatan yang dimiliki oleh kura-kura yang ia tangkap.
Yao kecil melihat kekuatan kura-kura berada di atas kingkong yang ia tangkap sebelumnya, ia loncat-loncat kegirangan dengan memegang God Ball di tangannya.
Xiao Chen, ia tersenyum senang melihat putri kecilnya bersenang-senang dengan mainannya, bahkan ia melihat putri kecilnya loncat-loncat kesenangan karena mendapatkan monster kuat.
Ia lalu berjalan mendekati Yao kecilnya, dengan mengelus kepala putrinya yang senang dengan hasil tangkapannya, lalu ia mengendong Yao kecilnya. "Kita akan melanjutkan perjalanan menuju tempat lembah kalajengking iblis, Yao kecil juga bisa melihat daerah sekitar, jika ingin menangkap monster, katakan pada Ayah."
Xiao Chen, ia mencium keningnya dengan senang, karena putrinya menyukai God Ball, dan sekarang ini, ia berjalan menuju lembah kalajengking iblis dengan memikirkan banyak hal yang menyenangkan di pikirannya.
Ia mau membuat Yao kecilnya hidup senang di berbagai bintang, sampai Xiao Chen mendapatkan kembali ingatan, maupun misteri tentang terlemparnya ia ke Alam Rendah.
Berjalan kaki ke lembah kalajengking iblis, dimana terletak tidak jauh dari tempat mereka berdua berada. Di setiap perjalanan menuju Lembah Kalajengking Iblis, Yao kecilnya menangkap segala jenis monster di dalam hutan tersebut.
Sudah ada 24 monster dengan kekuatan yang menarik. 5 tipe terbang, 13 tipe darat, 2 tipe air, dan 4 tipe kayu, dimana semuanya Yao kecilnya tangkap.
Di dalam pelukannya sudah ada banyak God Ball sekecil kelereng, dimana semuanya adalah monster tangkapan Yao kecilnya. Xiao Chen hanya tersenyum senang, disaat ia melihat Yao kecilnya bersenang-senang.
'Setelah selesai di bintang ini, aku akan pergi ke bintang selanjutnya, karena kekuatan di bintang ini tidak sehebat kekuatan di Dimensi Semesta lainnya.'
__ADS_1
Xiao Chen berbicara di dalam hatinya, dimana ia sambil melihat putri kecilnya yang sekarang ini, melihat sekitarnya sudah berada di wilayah Lembah kalajengking iblis, dimana tempat orang-orang yang membuat Yao kecilnya menderita selama ini.
Giginya ia gertakan dengan keras, aura membunuhnya dikeluarkan begitu mengerikan, hingga menembus Alam Rendah, dimana Aura Xiao Chen sampai ke Surga.
Tidak gempa, melainkan kehancuran di bintang-bintang sekitarnya, semuanya dipantulkan ke arah bintang-bintang di sekitarnya sebagai wadah kemarahan Xiao Chen.
Yaoyao melihat ayahnya yang seperti marah, ia lalu mencium pipi sebelah kanannya dengan lembut. Merasakan sebuah kecupan manis dari sebelah pipinya, ia lalu melihat ke arah Yao kecilnya.
"Apa Yao kecil memberikan kecupan pada ayah?" Tanya Xiao Chen yang tadi merasakan kecupan kecil dari Yao kecilnya.
Yao kecilnya malu, ia menundukkan kepalanya dengan wajah yang malu. "Be-benar.. Yaoyao melihat ayah seperti sedang marah, jadi Yaoyao memberikan ciuman di pipi ayah, agar ayah tidak marah lagi."
Suaranya yang terdengar kecil di telinga Xiao Chen, ia mendengar penjelasan Yao kecilnya yang memberikan kecupan karena melihat dirinya yang tengah marah.
"Jadi begitu, ayah tidak marah, ayah hanya sangat geram dengan orang-orang di Lembah kalajengking iblis, dan ayah ingin sekali menyiksa mereka semua dengan tangan ayah sendiri disini..."
"Ayah... Yaoyao sudah memiliki monster hebat, apa Yaoyao boleh melakukannya kepada orang-orang di lembah ini?" Tanya Yao kecilnya dengan menunjukkan 24 God Ball miliknya.
Xiao Chen tentunya senang, ia senang mendengar suara Yao kecilnya yang ingin membalaskan kematian keluarganya. Dengan bantuan monster-monster miliknya, mereka semua tidak akan ada yang bisa lolos dari kematian.
Sebagai seorang ayah, ia akan mendukung apapun pilihan yang akan di ambil oleh Yao kecilnya, mau dia akan menghancurkan Semesta ini, ataupun menghancurkan Surga. Xiao Chen tidak akan menghalanginya, karena ia akan mendukungnya hingga dewasa nantinya.
Xiao Chen lalu berbicara. "Tentu, Ayah tidak akan melarang apa yang ingin Yao kecil ayah lakukan, karena Yao kecil adalah putri ayah, Yao kecil bebas melakukan apa saja di bintang ini."
Ia mendukung Yao kecilnya sepenuhnya, karena semua yang ada di Semesta ini hanyalah fiksi belaka, dimana ia bisa menghancurkan dan menciptakan kembali seperti semula.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*