Perjalanan Kaisar Chen

Perjalanan Kaisar Chen
Chapter 25 : Kota Guifeng


__ADS_3

Suara raungan monster-monster bisa terdengar keras di telinga mereka, Yaoyao yang mendengar suara raungan monster, ia sekarang berubah menjadi ketakutan.


Dengan cepat ia memeluk Xiao Chen, karena tidak kuat mendengar raungan monster tersebut, Xiao Chen disana mengelus kembali kepalanya dengan lembut.


Suara monster-monster tersebut terdengar karena Xiao Chen membunuh mereka semua dengan sebua pandangan, ia membunuh banyak monster-monster untuk menghilangkan Aura membunuhnya.


Setelah membunuh banyak monster-monster, Xiao Chen melanjutkan perjalanan menuju ke tempat selanjutnya, dimana ia tidak tahu kota disana karena baru saja tiba.


Di sepanjang perjalanan, Yaoyao ia mulai berjalan di samping Xiao Chen dengan memegang tangannya, karena ia sekarang sedikit manja dengan Xiao Chen.


Ia yang berjalan sambil bertanya kepada ayahnya yang berada di sampingnya. "Ayah, apa tidak apa-apa meninggalkan kakak Mu di rumahnya.."


"Tidak apa-apa, cepat atau lambat dia akan menyusul Yao kecil, jadi sebelum dia menyusul Yao kecil, Yao kecil harus sudah menjadi kuat.."


Yaoyao mengepalkan tangannya di depan jantungnya, karena apa yang dikatakan ayahnya adalah benar, ia akan menjadi kuat agar tidak takut dengan siapapun yang ia hadapi.


Tapi sifat seorang anak kecil, tidak akan luput dari rasa takut, dengan begitu Xiao Chen sadari, ia tidak keberatan kalau Yao kecilnya akan seperti ini terus hingga dewasa.


Karena ia memiliki jalannya sendiri untuk mengajarkan Yao kecilnya cara menjadi hebat, dan tidak takut dengan apapun yang ada. Ia yang melihat Yao kecilnya sedang bertekad kuat, disana ia tersenyum puas dengan berjalan tenang.


***


Kota Guifeng, kota tersebut adalah kota tersebar di Benua Blue Sky Dragon, walaupun kota terbesar di Benua tersebut, kota Guifeng hanya kota yang sering di lalui oleh orang-orang kultivator untuk ke kota lainnya.


Kota Guifeng memiliki penduduk sebanyak 20 juta penduduknya. Dengan penduduk hampir setengah dari kota Ye Long, membuat banyak orang-orang yang berkunjung disana.


Meskipun Xiao Chen tidak menghancurkan Kota Ye Long, karena ia sudah merencanakan untuk pembantai di Kota Ye Long tersebut, sebelum memulai rencananya yang akan membuat kota tersebut akan menjadi genangan darah.


Xiao Chen yang sekarang sedang menuju ke kota lainnya, karena ia akan mengajarkan petualangan kepada Yaoyao, agar ia bisa belajar cara bertahan hidup di Alam liar.


***

__ADS_1


Xiao Chen dan Yaoyao yang berjalan di hutan, mereka berdua memakan buah-buahan yang ada di hutan, dengan Xiao Chen melihat apa ada kandungan zat yang berbahaya, agar kesehatan Yaoyao membaik.


Di kedalaman hutan, mereka berdua berjalan hingga menembus hutan yang mereka lalui, disana ia berjalan dengan tenang sambil memegang tangan Yaoyao yang begitu kecil.


Selang beberapa menit berlalu, mereka berdua keluar dari hutan dengan wajah yang senang, karena semua buah-buahan di hutan sudah mereka habiskan di makan sepanjang perjalanan.


Xiao Chen lalu mengangkat putrinya ke gendongannya, ia lalu melanjutkan perjalanan menuju ke kota selanjutnya. "Apa Yao kecil ayah sudah kenyang? Jika belum, ayah akan mencari makanan yang bisa di makan.."


"Tidak Ayah, Yaoyao sudah kenyang memakan banyak buah-buahan enak sebelumnya.."


Putrinya membalas perkataan ayahnya, karena ia disana memang sudah memakan banyak buah-buahan di hutan, semua yang ia makan membuat hutan kehilangan semua buah-buahan.


Ia yang mendengar jawaban putrinya, Xiao Chen hanya bisa tersenyum mendengarnya, karena ia sudah memakan banyak sekali buah-buahan yang berbeda-beda jenisnya.


Xiao Chen yang berjalan di hamparan tanah, ia hanya memandang sekitarnya dengan dinginnya, semuanya yang ia lakukan untuk membunuh kuman yang berada dalam radius pengelihatanya.


Kemarin aku sudah memberikan kekuatan Tyrant God of Chaos kepada Yao kecil, dengan begitu ia akan menguasai kekuatan hebat tanpa ada satu Seni yang perlu ia pelajari!


Tapi perlu diingat kembali, bahwa Ayahnya adalah Kaisar Chen, sudah sewajarnya bahwa putrinya memiliki kekuatan yang tidak masuk akal bagi para Dewa.


Mereka kini berjalan menuju ke kota, kini sudah menghabiskan waktu 10 jam lamanya. Xiao Chen yang di jalan melihat sebuah tengkorak manusia yang sudah mati.


Melihat hal tersebut, ia lalu melihat sekitarnya dimana ada banyak tengkorak manusia yang tergeletak di mana-mana. Untungnya Yao kecilnya sedang tertidur di gendongan Xiao Chen.


"Tengkorak manusia, apa ada pembunuhan berantai lagi hingga membuat tubuh mereka membusuk disini, dan menjadi sebuah tengkorak yang ada dimana-mana?" Gumamnya.


Xiao Chen yang melihat hal tersebut, ia lalu mengangkat tangannya kedepannya dengan perlahan, ia lalu mengeluarkan sebuah api yang berwarna putih bercampur sedikit warna biru.


Api tersebut adalah api Suci, dimana ia akan memurnikan jiwa-jiwa mereka agar pergi dengan tenang ke Alam lainnya, meksipun dirinya jahat, tapi Xiao Chen sangat tidak senang melihat bahwa ada banyak pengganggu pengelihatanya.


Setelah memurnikan tubuh mereka, ia melangkahkan kakinya untuk melanjutkan perjalanan menuju ke kota, Xiao Chen juga melihat Yaoyao yang tidur di gendongannya, karena perjalanan mereka yang cukup lama membuat dia mengantuk.

__ADS_1


***


Kota Guifeng,


Setelah perjalanan yang cukup lama, akhirnya mereka berdua sampai di kota tersebut dengan selamat. Yaoyao yang masih tidur di gendongan Xiao Chen, ia hanya tersenyum lalu berjalan masuk kedalam.


Di kota itu, untungnya tidak ada penjaga yang menjaga gerbang, jika ada penjaga gerbang di kota Guifeng, ia akan malas mengurus tentang identitas yang harus ia buat di kota.


Xiao Chen yang telah tiba di kota, ia berjalan masuk lebih kedalam kota untuk mencari sebuah penginapan terlebih dahulu, karena putri manisnya sedang tidur nyenyak.


"Siapa pemuda itu? Sungguh pemuda yang tidak terduga, masih muda sudah mempunyai seorang anak.."


"Terlalu melepaskan diri dengan hubungan wanita, jika sudah seperti ini, dia tidak akan bisa menjadi seorang kultivator hebat!"


"Benar! Sungguh kebodohan yang membuat dirinya menderita.."


Banyak orang-orang yang membicarakan tentang Xiao Chen yang baru tiba di kota, ia yang mendengar dirinya di katakan bodoh, kini kerutan kesal Xiao Chen muncul.


Ia mengangkat tangan kanannya ke depan, dengan sebuah ayunan tangan yang ia lambaikan di kota Guifeng. Kini suasana di kota menjadi mencengkram, angin-angin menjadi berhembus kencang.


Dengan hembusan angin yang begitu besar, Xiao Chen disana mengarahkan ke arah mereka semua yang membicarakan dirinya.


Boom! Boom!


Bangunan-bangunan mulai hancur menjadi butiran-butiran debu yang berterbangan dimana-mana, orang-orang yang melihat kejadian tersebut, kini mereka menjadi gemetaran melihat Xiao Chen yang berjalan meninggalkan mereka.


Sudah banyak orang-orang yang mati hari ini, tapi Xiao Chen tidak mempedulikan, karena ia adalah Creator yang menciptakan mereka semua yang berada di semesta maupun tidak.


...


*Thanks You For Reading*

__ADS_1


__ADS_2