Perjalanan Kaisar Chen

Perjalanan Kaisar Chen
Chapter 22 : Membeli alat-alat lukis


__ADS_3

Xiao Chen berjalan kaki dengan langkah kaki yang kecil, ia berjalan sambil menggendong Yao kecilnya di sampingnya, dimana ia sedang senang melihat kuas yang diberikan oleh ayahnya.


Tidak ada yang bisa membuat ia senang, selain ia mendapat kuas dari ayahnya, karena kuasnya sangat hebat. Dan lagi, ia meminta Ayahnya untuk mengajarkan dirinya cara menggunakan kuas, dan melukis dengan baik.


"Ayah.. ayah janji ya.. akan mengajarkan Yaoyao melukis.." Tanya Yao kecilnya dengan suara yang imut.


"Ayah janji, setelah membeli alat-alat untuk melukis, ayah akan mengajarkan cara melukis kepada Yao kecil ayah."


Ia sebagai Ayah yang baik, tentunya Xiao Chen akan mengurus putrinya dengan sangat baik, ia tidak akan meninggalkan apapun yang diinginkan oleh Yao kecilnya.


***


Setelah sampai di kota Ye Long, Xiao Chen berjalan masuk kedalam dengan tenang, karena ia sudah terkenal di Kota Ye Long. Ia yang berjalan di kota sambil mencari tempat orang yang menjual alat-alat lukis, karena mau dibeli oleh Xiao Chen.


Sepanjang perjalanan, ia tidak menemukan apa-apa di kota, karena ia berjalan di jalan Utama Kota Ye Long, jika ia berjalan di jalan kecil, mungkin akan bertemu dengan toko tersebut.


Mereka berdua berjalan di gang kecil di Kota Ye Long, karena di jalan Utama tidak ada yang menjual alat-alat lukis, saat berjalan di gang kecil di kota. Xiao Chen melihat sebuah tempat toko alat-alat lukis.


Bangunan yang menjual alat-alat tersebut sangat kecil, dan juga sangat bergaya China kuno, tidak ada yang barang-barang modern. Melihat hal tersebut, ia lalu berjalan mendekati toko tersebut untuk berkunjung.


Setibanya di depan toko penjual alat lukis, ia melihat halaman yang kecil. Tapi, karena ada toko itu, ia lalu berjalan masuk kedalam bersama Yao kecilnya.


Kring! Kring! Kring!


Ia masuk kedalam dengan tenang, di dalam toko tersebut terlihat seorang pria tua dengan jenggot putih panjang, pria itu memiliki basis kultivasi yang cukup hebat, yaitu ranah Xiantian awal.


Xiao Chen berjalan melihat-lihat alat-alat lukis di toko tersebut, ia dengan perlahan menurunkan Yao kecil kebawah dengan lembut. Setelah menurunkan Yao kecilnya, ia mengatakan. "Yao kecil, Yao kecil pilihlah alat-alat lukis yang digunakan. Ayah akan duduk disini menunggu Yao kecil selesai memilih.."


"Baik ayah.."


Ia berjalan mencari alat-alat lukis untuk dirinya, agar ayahnya mengajarkan cara melukis dengan baik, agar ia bisa memperbaiki gunung yang ia hancurkan sebelumnya.

__ADS_1


Sedangkan Xiao Chen duduk disana, ia sambil melihat alat-alat kuno yang berada di depannya, dengan pria tua itu berada di sampingnya.


"Toko yang menjual alat-alat lukis sangat jarang ada di Kota, sayang sekali toko ini berada di gang sempit seperti ini..."


Xiao Chen berbicara sendiri, karena ia melihat pemilik tempat lukis ini sudah cukup hebat di kota Ye Long. Karena setara dengan Patriak Yu, tapi tidak sekuat pemilik perpustakaan kota.


"Jika saya masih muda, saya mungkin akan membuat toko ini di jalan Utama, sayangnya saya sudah tua, walaupun jarang ada yang datang kesini, tapi sudah membuatku sangat senang."


Xiao Chen hanya tersenyum tipis mendengarnya, karena pria tua itu cukup bijak. "Lalu, apa kau tahu siapa orang-orang yang melakukan pembunuhan berantai di kota ini?" Ia bertanya kepada pria tua di sampingnya.


"Lembah kalajengking iblis, orang-orang yang melakukan pembunuhan berantai di kota waktu itu adalah orang-orang dari lembah tersebut, tidak tahu motivasinya membunuh, yang jelas orang-orang tersebut sangat bahaya."


Xiao Chen mendengar hal tersebut, ia mendapatkan orang-orang yang membunuh keluarga Yao kecilnya. Sebelum membalaskan dendam kematian keluarganya, Xiao Chen akan mengajarkan Yao kecilnya cara membunuh menggunakan kuas, maupun kekuatan aslinya.


"Lembah kalajengking iblis? 3 Jam dari sekarang, mereka akan menjadi rata dengan darah!"


Ia sedikit mengertak giginya, karena sangat geram dengan orang-orang lembah kalajengking, tapi ia tidak ingin membunuhnya dengan tangannya, karena yang akan membunuh mereka ada Yao kecil sendiri.


"A-Ayah.."


Xiao Chen yang dari tadi melihatnya, ia lalu dengan cepat membantu Yao kecilnya mengangkat barang-barang yang dibawanya, setelah menurunkan semua barang-barang yang ia pilih, Xiao Chen mengeluarkan uang untuk membayarnya.


Ia lalu meletakkan sekantong emas di atas meja, itu semua ia berikan untuk merenovasi toko tersebut, agar banyak pengunjung di toko.


Setelah selesai, ia menyimpan semuanya kedalam cincin penyimpanan miliknya. Ia lalu berjalan keluar sambil memegang tangan Yao kecil dengan lembut, ia berjalan disampingnya Xiao Chen.


"Ayah.. kita akan belajar dimana?"


"Hmmm.. ayah juga bingung, tapi kita akan belajar melukis di kediaman Mu, karena ayah sudah membantu mereka,"


"Baiklah, Ayah.. Yaoyao akan ikut.."

__ADS_1


Kini mereka berdua berjalan menuju tempat kediaman Mu berada, karena mau meminjam sebuah ruangan untuk belajar melukis. Yao kecilnya sudah tidak sabar untuk belajar melukis, karena dengan ia bisa melukis, ia akan mengubah banyak hal di dunia ini.


Xiao Chen berjalan di kota dengan tenang tanpa ada gangguan sedikitpun, disana orang-orang tidak ada yang berani mendekati Xiao Chen, karena mereka semua ketakutan dengan Xiao Chen.


***


Setibanya mereka berdua di depan kediaman Mu, mereka melihat di kediaman sudah selesai dengan urusan mereka. Xiao Chen yang melihat kediaman Mu, dimana kediaman itu sangat sunyi tidak ada orang-orang disana.


Mereka berdua masuk kedalam dengan tenang, meskipun banyak para prajurit yang memperhatikan mereka, Xiao Chen yang berjalan masuk kedalam, tiba-tiba bertemu dengan Mu Xuanyin yang tengah keluar mencari mereka berdua.


Saat melihat Xiao Chen yang berada di Klan Mu, Mu Xuanyin menjadi terkejut melihat Xiao Chen dan gadis kecil disampingnya yang sudah berubah, bahkan semuanya sudah berubah.


"Tuan Chen.. dari mana saja Anda? Saya mencari anda sedari tadi.."


Mu Xuanyin yang berbicara dengan suara yang terdengar lembut, meksipun ia sedang kelelahan dengan mencari Xiao Chen yang pergi tidak tahu kemana.


"Aku sedang jalan-jalan, apa disini ada ruang kosong yang tidak digunakan? Aku membutuhkan ruangan tersebut sebentar saja.." Balas Xiao Chen dengan nada biasanya.


"Ikuti saya, ada ruangan kosong yang bisa digunakan oleh Tuan Chen.."


Xiao Chen berjalan mengikuti Mu Xuanyin ke suatu tempat, dimana ada ruangan kosong yang bisa digunakan untuk mengajari Yao kecilnya melukis dengan baik, dan sangat indah nantinya.


Mereka berjalan ke sebuah bangunan yang berada dekat dengan aula pertemuan, dimana ada banyak para Panatua yang sedang berdiskusi dengan Patriak Qin.


Sesampainya di tempat ruang kosong tersebut, mereka masuk kedalam dengan langkah kaki yang kecil, saat Xiao Chen melihat ruangan tersebut, ia tersenyum puas, karena ruangan yang ia lihat sangat cocok untuk mengajarkan Yao kecilnya melukis.


"Ini ruangan yang bisa Tuan Chen gunakan, kalau boleh tahu digunakan untuk apa?" Tanya Mu Xuanyin yang penasaran.


"Aku sedang mengajarkan Yao kecil cara melukis, jadi membutuhkan ruangan yang tenang agar pikiran Yao kecil tidak terganggu.."


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2