
Di sebuah ruangan di kediaman Mu, kini Xiao Chen yang tengah berbicara dengan Mu Xuanyin yang berada di depannya, karena Mu Xuanyin bertanya tentang kenapa dirinya membutuhkan ruangan yang kosong.
Pada saat ia mengetahui bahwa ia membutuhkan ruangan kosong untuk mengajarkan Yao kecilnya melukis, ia sangat terkejut dengan semuanya.
Mu Xuanyin yang melihat gadis kecil di sana, dimana ia sedang meletakan banyak alat-alat lukis yang dibutuhkan oleh dirinya untuk belajar melukis dari ayahnya.
"Baiklah, saya akan menyiapkan minum untuk anda seduh, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu.."
Mu Xuanyin memberikan hormat kepada Xiao Chen, lalu ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan meninggalkan mereka berdua di dalam sebuah ruangan.
Xiao Chen yang melihat kepergian Mu Xuanyin, ia lalu berjalan mendekati Yao kecil yang sudah duduk dengan memegang kuas di tangan kanannya, disana ia duduk dengan tenang meskipun mejanya sedikit tinggi.
Xiao Chen yang mulai duduk di belakangnya, ia memangku Yao kecilnya agar sama seperti meja di hadapannya. "Pertama, Ayah akan mengajarimu cara membuat lukisan yang benar dan bagus, setelah itu ayah akan mengajarkan cara membuat lukisan tersebut seperti nyata atau hidup, dan terkahir membuat lukisan menjadi harta berharga." Ia berbicara panjang lebar di belakang Yao kecilnya.
"Baik Ayah, Yaoyao akan mendengarkan apa yang Ayah katakan.."
Disana, Xiao Chen memulai mengajarkan Yao kecilnya cara melukis dengan baik agar terlihat sangat realistis.
Ia mengajarkan cara mencari imajinasi dengan mudahnya, agar imajinasi putrinya lebih tinggi di bandingkan yang sekarang, dengan imajinasi yang tinggi, itu akan memudahkan dalam melukis sebuah imajinasi.
Xiao Chen yang memegang tangan Yao kecilnya yang kecil, ia mulai mengajarkan cara mengambil garis gambar, dan sudut pandang cara melukis yang benar.
Yao kecilnya mengikuti gerakan tangan ayahnya yang mengajarkan cara melukis, disana mereka berdua sedang melukis sebuah pemandangan yang di imajinasikan oleh Yao kecilnya.
***
Didalam ruangan tersebut, Xiao Chen masih mengajarkan Yao kecil melukis banyak hal, dengan dirinya yang terus belajar dari kesalahannya, itu akan membuat motivasi yang hebat nantinya.
__ADS_1
Mu Xuanyin yang sudah beberapa menit berlalu, kini ia masuk kedalam, dimana terlihat Xiao Chen yang sedang baring di atas kursinya, pada saat itu ia melihatnya.
Ia yang telah masuk kedalam melihat Xiao Chen yang tengah mengajarkan melukis, ia sangat kagum dengan Xiao Chen, karena ia adalah orang yang paling baik, meksipun sikapnya sangat dingin kepadanya.
Mu Xuanyin masuk kedalam, lalu ia meletakkan minuman teh ke atas meja di dekatnya. Setelah meletakkan teh tersebut, ia duduk di samping meja untuk melihat Yaoyao melukis.
Disana ia melihat banyak sekali lukisan-lukisan hasil buatannya sendiri, banyak lukisan yang bagus tergeletak dimana-mana, tidak tahu apa yang dipikirkan oleh mereka berdua.
Tapi dengan hal tersebut membuat ia sangat tertarik, ia semakin mengamati apa yang mereka berdua buat. Xiao Chen yang duduk di dalam sana, ia laku menciptakan sebuah es krim untuk putrinya.
Kini Yaoyao terus melukis dengan sangat baik setiap garisnya, karena di ajarkan oleh Xiao Chen. Didalam ruangan tersebut, ia tidak berbicara dengan Mu Xuanyin agar ia berkonsentrasi lebih pada apa yang diajarkan oleh Qin Chen.
"Ayah, apa seperti ini?"
Yao kecilnya memberikan sebuah lukisan kepada Xiao Chen, ia memberikan lukisannya sebuah pemandangan yang imajinasi hasil pemikiran Yao kecilnya sendiri.
Lukisan yang ia berikan terlihat seperti nyata karena dari segi garis. Lukisan Yao kecilnya sangat baik, di tambahkan dengan sebuah sosok yang mirip seperti Xiao Chen yang sedang duduk dengan melihat ke arah sebuah buku kuno.
Ia lalu mengelus kepalanya dengan lembut, karena ma mengucapkan terimakasih kepada ayahnya, karena sudah membuatkan lukisan terhadapnya.
Sebagai ucapan terimakasih, Xiao Chen menciptakan es buah-buahan yang bisa di nikmati oleh mereka bertiga di dalam sana, ia menciptakan 3 es buah-buahan untuk menyegarkan tubuhnya.
Xiao Chen yang telah menciptakan es tersebut, ia lalu meletakkan di atas meja, dimana tempat Yao kecilnya melukisa dengan kuas yang ia beli tadi di toko alat-alat tulis.
"Yao kecil, sebelum melanjutkan melukis, Yao kecil minumlah es ini agar lebih segar, " Xiao Chen yang memberikan es tersebut kepadanya, Yao kecilnya mengambil dengan kedua tangannya. Setelah memberikan kepada Yao kecil, ia mengambil satu lagi untuk diberikan kepada Mu Xuanyin. "Dan yang ini untukmu, ini karena kamu sudah menyiapkan minuman untuk kami berdua.."
Ia yang melihat hal tersebut lalu mengambil es miliknya dengan sambil mengucapkan terimakasih, "Terimakasih, Tuan Chen."
__ADS_1
"Sama-sama."
Mu Xuanyin yang telah mengambil esnya, ia lalu mencobanya terlebih dahulu sebelum melanjutkan melihat Yaoyao melukiskan hal lainnya.
Sedangkan di luar ruangan, ada banyak orang-orang yang melihat Patriak dan juga Panatua yang sedang mengintip mereka berdua yang berada di ruangan yang sama.
Karena mereka semua berpikir, jika Xiao Chen melakukan hal itu kepada Mu Xuanyin, maka mereka mendapatkan menantu yang sangat kuat dengan begitu, mereka semua akan merasa aman dengan kedatangan Xiao Chen.
Setelah beberapa menit berlalu, Xiao Chen mengajarkan cara menjadikan sebuah lukisan menjadi nyata, dimana saat melihat dari sisi manapun.
Lukisan tersebut terlihat nyata, bahkan tidak akan ada orang yang tidak bisa berkedip melihatnya. Dengan begitu, harg lukisan tersebut akan terjual mahal oleh orang-orang kaya.
"Pelajaran terkahir ini adalah tentang membuat lukisan menjadi nyata, semuanya di sadari oleh hati, dimana jika Yao kecil yakin dengan hasilnya, maka Seni tidak akan mengecewakan." Ia berbicara dengan suara yang terdengar lembut kepada Yao kecilnya. "Bukan hanya hati saja, melainkan juga dengan perasaan dari Sang Pencipta, dimana setiap melukis, pasti membayangkan suasana, dan sekaligus penampilan yang akan di buat.."
"Lalu Ayah.. Kalau Yaoyao melukis pemandangan alam, dan menjadi pemandangan yang nyata, dimana membuat orang-orang kagum. Lalu apa itu, karena Yaoyao sudah melukis dengan hati dan perasaan? Atau hal lainnya.." Tanya Yaoyao yang penasaran.
"Kalau hal tersebut, berarti Yao kecil sudah yakin dengan kualitas Seni yang Yao kecil berikan kepada semua orang,"
Disana mereka berdua berbicara tentang lukisan, Xiao Chen belum mengatakan apapun tentang siapa yang membunuh keluarganya, karena setelah mempelajari lukisan ini, ia akan memberitahukan kepada Yao kecilnya.
Dengan begitu, ia bisa melakukan balas dendam kepada orang-orang yang melukai hati Yao kecil. Sekarang ini, Xiao Chen masih fokus mengajarkan Yao kecilnya melukis.
Waktu demi waktu terus berlalu, kini Yao kecilnya sudah mulai lancar melukis, ia melihat bahwa baru saja menjalankan kerja kelompok bersama Xiao Chen.
Dia semakin hebat! Aku bangga menjadi ayah angkatnya! Dengan begini, aku akan mengajarkan banyak hal kepadanya!
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*
(Note: Up hari ini hanya bisa 1, karena tadi terlalu sibuk di duniawi, yang kesentuh saat sibuk hanya Supreme God System, kapan-kapan author bakal Crazy Up untuk cerita ini.)