
Tring!
[Selamat pagi, Tuan! Apakah Anda sudah siap untuk pelatihan hari ini?]
Sebuah layar berwarna biru terbuka di hadapan Alexei begitu dia membuka mata. Layar berisi tulisan yang selalu datang setelah bunyi Tring! itu sudah meneror Alexei seminggu terakhir.
Alexei tidak tahu apa yang terjadi seminggu lalu. Dia terbangun di kamarnya dalam keadaan baik-baik saja, tanpa luka sedikit pun, seolah seluruh kejadian bersama Leandro dan Allea hanyalah mimpi. Sayangnya, itu bukan mimpi.
Pemuda itu sudah memeriksa rekaman kamera pengawas di koridor lantai apartement-nya. Anak buah Leandro memang datang dan langsung menggeretnya pada saat itu.
"Selamat pagi, Tuan Muda." Seorang laki-laki paruh baya datang menyapa, diikuti beberapa pelayan yang membawakan baskom berisi air hangat. "Anda tidak lupa jadwal pagi ini, kan? Tuan Alvaro mengharapkan kehadiran seluruh anggota keluarga."
"Kalau lupa, aku tidak akan ada di rumah ini." Alexei membalas sembari mencuci wajahya dengan air hangat. "Aku akan datang tepat waktu. Pergilah! Baumu merusak suasana kamarku," lanjut Alexei singkat. Pemuda itu langsung memasuki kamar mandi setelah pelayan yang sebelumnya menyiapkan air mandi sudah keluar.
Pemuda itu menghela napas saat tubuhnya sudah terbenam di bak mandi. Air hangat dengan aroma mawar dan mint yang dicampur dengan sempurna membuat perasaan pemuda itu lebih rileks. Alexei juga bisa mencium sedikit bau vanila dan lavender di air mandinya.
Tring!
[Wah, akhirnya saya bisa menarik napas! Pria tua yang jahat itu terus saja mengeluarkan bau busuk seperti yang Anda katakan! Tuan, kenapa Anda mau bicara dengan makhluk bau seperti itu?!]
Lagi-lagi sebuah layar terpampang di hadapan Alexei. Kalau hanya layar berisi tulisan yang datang, Alexei mungkin tidak akan terganggu, tapi kedatangan sistem aneh itu juga diiringi dengan suara datar yang bergema di kepalanya.
'Kalau sudah ada tulisan, harusnya tidak perlu ada suara lagi!' Alexei membatin jengkel, seminggu ini hidupnya sangat ramai dan memusingkan akibat sistem yang menerornya.
Alexei ingat kalau layar yang sering muncul di hadapannya adalah hal terakhir yang dilihatnya sebelum kehilangan kesadaran seminggu lalu, tapi bagaimana mungkin sesuatu yang dia pikir hanyalah ilusi sebelum kematian malah menjadi nyata?
Dia tidak tahu tujuan sistem itu datang padanya, tapi mengingat tentang Dewa Bayangan dan Pahlawan yang disebutkan sebelumnya, Alexei memiliki firasat buruk.
[Apa Anda akan mengabaikan saya lagi hari ini? Hati saya sedih kalau Tuan terus berpura-pura tidak melihat keberadaan saya.]
Lalu, Alexei harus apa? Pemuda itu menghela napas pelan, kedua matanya terpejam memikirkan situasi tidak terduga yang dihadapinya.
Tring!
[Pahlawan lainnya sudah memulai Tutorial. Anda akan terlambat memasuki Arunika jika terus menunda, Tuan!]
Tring!
[Anda sudah melakukan kontrak untuk menjadi seorang Pahlawan, apakah Anda tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah Anda sepakati?]
Tring!
[Waktu yang tersisa untuk memasuki Tutorial hanya lima hari. Kalau Anda melewatkan kesempatan membuka Gate, maka Anda harus menunggu kesempatan berikutnya.]
Tring!
[Tuan, tolong katakan sesuatu sekali saja!]
__ADS_1
Tring!
[Tuan ...?]
Tring!
[ .... ]
Alexei keluar dari kamar mandi setelah berusaha keras menahan teriakannya. Kepalanya sakit mendengar kata demi kata yang bergema, belum lagi suara seperti notifikasi yang sangat mengganggu.
Tapi, hal yang lebih menjengkelkan sedang menunggunya di luar.
"Kenapa kau masih di sini?" tanya Alexei dingin, netra kelam yang tidak pernah memiliki emosi itu mengunci Grey Scott--Kepala Pelayan yang masih berdiri di dekat pintu kamarnya. "Kau mengabaikan perintahku?"
"Maafkan ketidaksopanan saya, Tuan Muda. Kalau begitu, saya mohon izin keluar lebih dulu." Grey Scott membungkuk sopan, sempat mengangguk pada para pelayan--memberi isyarat, sebelum meninggalkan kamar.
Alexei membiarkan pelayan membantunya berpakaian dan menata rambut serta membubuhkan sedikit riasan di wajahnya. Selama proses itu, Alexei menghela napas lega karena sistem yang selalu mengganggunya tidak mengatakan apa-apa.
"Sudah cukup!" ujar Alexei setelah merasakan tangan yang menata rambutnya gemetar. Pemuda itu berdiri sebelum berbalik dan bersedekap. "Kalian juga keluar," ucapnya pada empat orang pelayan yang tersisa.
Tidak ada yang berani melawan kata-kata Alexei, satu per satu pelayan keluar setelah membungkuk. Helaan napas pemuda itu terdengar saat suasana kamarnya kembali menenangkan. Kehadiran orang-orang itu tidak pernah membuatnya nyaman meski pun mereka sudah melayani Alexei sejak kecil.
Tring!
[Si tua busuk dan manusia-manusia jahat itu akhirnya pergi~!]
Tring!
Alexei menaikkan sebelah alis. Renown Book? Buku ketenaran?
Tring!
[Saya ingin nama kita juga tertulis hingga ke singgasana tertinggi dan menjadi Pahlawan dengan Renown Book paling banyak! -_- ]
Tring!
[Tuan, Anda akan mengabaikan saya lagi, kan?]
Tring!
[Anda jahat! Meski tidak bau seperti manusia-manusia sebelumnya, Anda tetap jahat!]
Tring!
[Uwaah ... saya baru dapat peringatan dari para Dewa di Candramawa! Katanya kalau Anda tidak memulai Tutorial sekarang, kita akan dihapus dari dunia!]
Tring!
__ADS_1
[Tuan, apa Anda mengerti artinya dihapus dari dunia?]
Tring!
[Semua orang akan melupakan--!]
"Tidak bisakah kau diam sebentar?!" Alexei menutup telinga, wajahnya mengerut jengkel. "Kalau sudah ada pesan berbentuk tulisan, jangan bicara lagi!"
Tring!
[Memangnya kenapa dengan suara saya? Saya punya sertifikat sebagai pemilik suara terindah di Arunika, tahu!]
Tring!
[Anda tidak percaya?]
Tring!
[Tuan?]
Tring!
[ ... ]
"Sekarang, jelaskan satu per satu tentang dirimu, Arunika, Candramawa, Pahlawan dan sebagainya itu agar aku tahu harus mulai bertindak dari mana."
Tring!
[Saya tidak bisa menonaktifkan suara atau pun memberi informasi tentang Arunika dan Candramawa karena kontrak kita belum sempurna.]
Alexei menaikkan sebelah alis, "Bagaimana cara menyempurnakan kontraknya?" tanyanya.
Tring!
[Anda harus memberi saya nama dan menyebutkan nama Anda sendiri. Istilahnya seperti berkenalan, tak kenal maka tak sayang, begitu.]
"Seperti memberi nama pada hewan peliharaan?" Satu alis Alexei terangkat, mengingat tidak pernah memiliki peliharaan, memberi nama mungkin akan menjadi pekerjaan yang rumit.
Tring!
[Saya adalah pendamping Anda, bukan peliharaan!]
Alexei mendengus, "Akan kupikirkan setelah melewati neraka pagi ini," ucapnya sembari melangkah keluar kamar. "Sebaiknya kau diam dulu dan jangan menggangguku kalau tidak mau kehadiranmu kulenyapkan paksa!"
Alexei berdiri di depan sebuah pintu berwarna putih, sungguh warna yang tidak cocok dengan suasana yang akan dia hadapi di baliknya.
Pemuda itu mengangguk pada penjaga di samping pintu setelah menenangkan jantungnya beberapa kali. Alexei juga selalu membenci waktu di mana dia harus bertemu seluruh anggota keluarga. Mereka bahkan tidak pantas disebut keluarga.
__ADS_1
"Tuan Muda Alexei akan memasuki ruangan!" ujar salah seorang penjaga setelah mengetuk pintu dan membukakannya untuk Alexei.