
[Selamat datang di Tutorial! Anda ingin memasukkan nama Anda?]
Alexei yang belum sempat membiasakan diri dengan cahaya setelah memasuki lubang hitam yang disebut Gate, mengernyit melihat pemberitahuan sistem di hadapannya.
Tring!
[Apa saya perlu menjelaskannya, Tuan?]
Alexei menggeleng, "Tidak, hanya saja aneh tiba-tiba ada tulisan seperti itu tanpa mendengar suara Tring!" jawab Alexei sembari bersedekap. Netra kelamnya melirik pada keadaan sekitar.
Tidak seperti bayangannya, Alexei berakhir di sebuah tempat yang cukup normal. Sebuah lorong panjang dengan pencahayaan minim adalah tempat yang menyambut pemuda itu setelah memasuki Gate.
Alexei menghabiskan seluruh harinya untuk mendengarkan penjelasan tentang dunia bernama Arunika yang akan pemuda itu masuki. Alexei juga mengetahui bahwa tempat bernama Candramawa diisi oleh para Dewa yang memberikan kesempatan kepada para Pahlawan untuk menulis sebuah kisah.
Alexei belum mengerti apa maksudnya menulis kisah, tapi pemuda itu memutuskan untuk segera memulai Tutorial sebelum memasuki Arunika. Berdasarkan informasi yang Tring! sebutkan, Alexei sudah tertinggal jauh dari yang lain.
Malah mungkin Alexei akan menjadi satu-satunya Pahlawan yang memasuki Tutorial lima hari setelah Gate terbuka.
"Namaku Xhei dan si cerewet yang bersamaku bernama Tring!," ucap Alexei setelah tersadar dari lamunan. Yah ... dia akan memahami segalanya saat sudah mulai!
[Baiklah, Pahlawan Xhei dan Tring!, nama kalian sudah resmi tercatat sebagai bagian dari cerita.
Sekali lagi, selamat datang di Tutorial!
Silakan ikuti lorong ini untuk memasuki cerita Anda dan selamat bersenang-senang!]
Alexei memiringkan kepala. Apa maksudnya bagian dari cerita?
Pemuda itu mengendikkan bahu setelah sistemnya memberi peringatan berkali-kali untuk segera menemukan pintu keluar. Alexei berjalan lurus sesuai dengan denah koridor. Pemuda itu tidak menemui sesuatu yang berbahaya atau pun mencurigakan hingga langkahnya sampai di ujung lorong.
Ada tiga pintu yang berdiri kokoh di hadapan Alexei. "Apa aku harus memilih salah satunya?" tanyanya pada udara.
Tring!
[Tuan, saya sudah bilang untuk tidak berbicara terang-terangan. ㅠㅠ]
Aah ... Alexei menggigit bibir pelan. Dia juga sudah mendengar bahwa semua hal yang Alexei lakukan dan bicarakan akan direkam juga sedang disaksikan oleh para Dewa di Candramawa. Untungnya setiap pahlawan bisa berkomunikasi dengan Sistem Pendampingnya setelah melakukan kontrak dengan sempurna.
'Maaf, aku lupa.' Alexei berkata dalam hati, jantungnya berdegup kencang, menunggu reaksi Tring! yang tidak kunjung terdengar.
Meski sudah beberapa kali berlatih, Alexei masih tidak yakin dengan kemampuan telepatinya. Pemuda itu hanya harus memikirkan Sistem Pendampingnya selama berbicara, dengan tujuan hanya ingin didengar oleh sang pendamping.
Tring!
__ADS_1
[Setiap pintu memiliki kesulitannya masing-masing. Saya tidak bisa membantu Anda memilih, tapi ada peribahasa yang ingin saya sampaikan.]
Alexei menaikkan sebelah alis saat Tring! terdiam. Pribahasa apa?
Tring!
[Jangan melihat buku dari sampulnya.
Saya baru bisa memberi bantuan seperti itu karena Anda belum membuat satu pun cerita.]
Alexei mengangguk, tidak apa-apa, dia bisa tahu maksud perkataan sistem itu hanya dari satu peribahasa. Tiga pintu di hadapan pemuda itu memiliki aura yang berbeda satu sama lain.
Pintu di sebelah kiri berwarna putih gading, terlihat sedikit cahaya di celahnya. Pintu besar di tengah terlihat sedikit menakutkan dengan tengkorak terukir di sana. Alexei juga bisa melihat cahaya merah yang tampak seperti api berkobar di bawah pintu.
Pemuda itu melirik pada pintu di sebelah kanan, warnanya hitam pekat dan tidak ada apa pun yang terlihat di bawahnya. Meski begitu, aura suram dan kegelapan pekat yang menyelubungi pintu di sebelah kanan membuat leher Alexei merinding.
'Mereka yang datang ke sini pasti memilih pintu yang terlihat cukup menakutkan atau sangat menakutkan, kan? Mereka semua pasti ingin menjadi Pahlawan yang memulai dari hal luar biasa. Tapi, apa sistem lain juga memberi informasi yang sama sepertimu?'
Tidak ada jawaban. Pemuda itu mengernyit dengan keheningan yang menyambut. Padahal sebelumnya Tring! sangat cerewet, kenapa sekarang malah diam saja?! Alexei mengendikkan bahu, memilih memikirkannya nanti sebelum mulai melangkah.
Tring!
[Tuan, saya sudah memperingatkan untuk tidak melihat sebuah buku dari sampulnya!]
Ugh! Alexei memejamkan mata saat cahaya yang sangat terang menusuk pandangannya. Pemuda itu mengernyit sebelum membuka matanya perlahan, membiasakan diri dengan cahaya.
"Wah ...!" Alexei tidak bisa tidak terpesona melihat pemandangan di hadapannya.
Sebuah taman dengan bunga berwarna-warni terbentang luas di hadapan Alexei. Pemuda itu juga bisa melihat ribuan kupu-kupu terbang di sekitar taman. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Taman di kediaman Callister sama sekali tidak terlihat bagus jika dibandingkan dengan pemandangan di hadapan Alexei saat ini.
[Selamat datang, Pahlawan Xhei!]
Alexei kembali melihat sebuah cahaya biru terpampang di hadapannya.
[Berikut adalah informasi tentang kisah pertama Anda di Tutorial~!
Anda memasuki dunia kerajaan di mana Pangeran dan Putri berada!
Misi Anda adalah menyelamatkan Putri Medeia dari hukuman mati yang akan menimpanya di masa depan.
Selamat berjuang, Pahlawan Xhei!]
"Informasi macam apa itu?!" Alexei mendelik, berapa kali pun melototi sistem di hadapannya, tulisan yang tertera tetap tidak berubah.
__ADS_1
'Tring!' panggil Alexei cepat.
Tring!
[Bukankah Anda tidak memerlukan saran saya? Kenapa memanggil?]
Wah! Alexei hampir menganga melihat betapa dingin pendampingnya.
'Mau bagaimana lagi, aku belum siap kalau harus menghadapi sesuatu yang sulit di percobaan pertama!' ujar Alexei membela diri.
Tring!
[Dari mana Ada tahu kalau pintu yang Anda masuki memiliki misi yang lebih mudah? Anda benar-benar tidak percaya pada saya! ㅠㅠ]
Haah! Alexei menarik napas panjang. 'Kau bilang jangan menilai buku dari sampulnya, kan? Itu memang peribahasa yang benar, tapi ada banyak sekali sampul yang mencerminkan isi buku. Keluargaku contohnya!' batinnya kesal.
Tring!
[Kalau Anda bilang begitu, mau bagaimana lagi! Tapi, kalau Anda memilih kisah yang lebih hebat, Anda akan lebih cepat naik ke dalam Rank dan menulis nama Anda di Renown Book.]
Tring!
[Saya akan memberikan sedikit informasi tentang cerita yang Anda masuki.
Judul Cerita : Cinderella
Genre : Romansa - Keluarga
Kesulitan : E - C
Misi : Selamatkan Putri Medeia!
Hadiah : Tiket Memasuki Arunika
Apakah ada hal lain yang ingin Anda tanyakan, Tuan?]
"Cinderella? Maksudmu dongeng Cinderella yang itu? Aku masuk ke cerita itu?!" Alexei berseru tidak percaya, wajahnya memucat seiring dengan jantung yang berdebar kencang.
Dari semua dunia yang bisa Alexei masuki, kenapa harus Cinderella? Lalu, Putri Medeia itu siapa?
"Setahuku ini dongeng romansa yang berjalan lurus, kenapa tiba-tiba ada seorang Putri yang dikatakan akan mati?" Alexei mengernyit, kepalanya berdenyut dengan kesialan yang menimpanya.
Tring!
__ADS_1
[Jangan merajuk! Saya sudah memperingatkan Anda untuk tidak memilih cerita ini!]