
Sarapan yang dipenuhi dengan udara berat dan sarat akan ketidakpuasan itu akhirnya selesai. Alexei yang berpikir akan langsung menerima gangguan dari saudara-saudaranya, sedikit bersyukur saat Alvaro menahannya.
Sudah seenak perut menjadikan Alexei sebagai samsak tinju, pria tua itu masih bisa tersenyum lebar. Alvaro menepuk pundak putra bungsunya berkali-kali saat akan keluar dari ruang makan.
"Biarkan Grey memberitahumu jadwal pelajaran yang harus kau hadiri. Ingat untuk tidak bolos dan mengabaikan tugas, Alexei!"
Alvaro langsung pergi setelah menyampaikan pesan terakhirnya, tidak lupa memberi isyarat pada pria jangkung yang berdiri diam di sudut ruangan.
Alexei menghela napas lega setelah ayahnya sudah pergi. Pemuda itu mengalihkan tatap pada Grey Scott, keningnya berkerut jengkel. Grey Scott, seorang Kepala Pelayan yang merangkap sebagai mata dan telinga Alvaro di mansion Callister.
"Grey, kenapa kau tidak bilang apa-apa saat membangunkanku tadi?! Kalau kau memberitahu Ayah akan mengatakan omong kosong seperti ini, aku bisa menyiapkan dialogku dengan benar!"
Pria yang seluruh rambutnya sudah memutih akibat usia itu mendekat sebelum berlutut, tangan kanannya diletakkan di dada.
"Maafkan kekurangan saya, Tuan Muda. Mulai detik ini, saya sebagai pemimpin keluarga Scott bersumpah bahwa seluruh keturunan Scott akan melayani Tuan Muda Alexei dan menjadi tombak serta perisai terkuat Callister."
Ha! Alexei nyaris tertawa mendengar sumpah setia yang baru saja dilontarkan Kepala Pelayan. Pemuda itu bersedekap, satu kakinya menyilang sebelum menatap dingin pada sosok yang masih berlutut di sampingnya.
Hawa dingin yang menguar setiap kali Alexei menatap seseorang dengan dingin atau mengeluarkan suara dalamnya membuat pelayan yang sedang membereskan meja makan menghentikan gerakan. Alexei bisa melihat tangan-tangan yang gemetar.
Padahal dia tidak pernah melakukan kejahatan, juga tidak pernah sekali pun menyakiti para pelayan, baik secara fisik mau pun verbal. Alexei tidak tahu dari mana datangnya ketakutan yang dirasakan pelayan padanya.
"Kau bilang seluruh keturunan Scott? Lucu sekali! Kau bahkan tidak memiliki anak yang bisa dijadikan boneka Callister selanjutnya, apanya yang akan menjadi tombak dan perisai?" Alexei mendengkus, jelas sedang merendahkan lelaki berkaca mata yang notabene orang kepercayaan Alvaro.
Pemuda itu berdiri setelah tidak mendengar pembelaan apa pun dari Kepala Pelayan Grey.
"Kirimkan jadwalku lewat surel saja, termasuk penjelasan tentang apa saja yang harus kulakukan dan kuperhatikan. Jangan mencoba mencariku jika tidak benar-benar terdesak dan pastikan kau menemukan putramu kalau sumpahmu itu memang benar."
Alexei meninggalkan ruang makan setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan. Menyinggung tentang putra yang melarikan diri adalah penghinaan terbesar bagi Grey Scott, dengan kata lain Alexei baru saja mengibarkan bendera perang.
Pemuda itu menarik napas panjang setelah memasuki kamar, seluruh tenaganya terasa tersedot habis, padahal dia hanya sarapan. Ck!
Tring!
[Pria tua itu serius dengan ucapannya, Tuan!]
Tring!
[Meskipun dia masih bau busuk, tapi dia tidak lagi berbahaya untuk Anda.]
Alexei yang kepalanya sedang berdenyut memejamkan mata, semakin merasa pusing mendengar notifikasi dan suara robotik di kepalanya.
Pemuda itu mengunci pintu kamar setelah memastikan tidak ada siapa pun yang mengikuti atau pun bersembunyi di dalam kamarnya.
"Pertama, bisakah kau matikan suara menyebalkan itu? Aku bisa membaca dan itu cukup! Selama aku masih sadar dan bisa membaca pesanmu, jangan pernah bersuara."
Tring!
[Memangnya kenapa dengan suara saya? Di Arunika suara saya yang paling indah, tahu!]
__ADS_1
Tring!
[Tuan, ekspresi wajah Anda membuat saya sakit hati!]
"Sudah kubilang hentikan suaramu," erang Alexei sembari duduk di sofa abu-abu, tangannya kembali bersedekap angkuh.
"Jadi, apa aku harus menyebut namamu kalau ingin menanyakan sesuatu?"
Tring!
[Anda benar sekali, Tuan! Saya senang sepertinya Tuan tidak terlalu bodoh.]
Alexei mengabaikan kata-kata yang membuatnya jengkel. Bagaimana pun yang mengatakannya hanyalah sebuah sistem!
Tring!
[Jadi, apa Anda sudah menemukan nama yang bagus untuk saya? Tolong dipikirkan baik-baik karena nama adalah identitas paling penting! Saya ingin punya nama yang keren agar terlihat bagus di Renown Book~!]
"Aku sedang memikirkannya. Kau sebaiknya diam dulu," ucap Alexei sambil memijit pelipis.
Dia tidak pernah memiliki hewan peliharaan, jadi belum pernah memberi nama pada apa pun. Alexei terlalu sibuk bertahan di neraka bernama Callister.
"Mulai sekarang mereka tidak akan segan untuk menghabisi nyawaku," gumam Alexei kesal.
Semuanya salah Alvaro tentu saja! Kenapa tua bangka itu harus menjadikan Alexei pewaris utama? Padahal dia pasti tahu status Alexei yang sebagai anak haram di mansion ini diketahui oleh setiap penghuninya, bahkan laba-laba di gudang pun pasti juga tahu.
Tapi, dari enam anaknya, kenapa Alvaro memilih Alexei sebagai pewaris?
Tring!
[Tuan, Anda sedang melamunkan hal lain, benar?]
Tring!
[Anda harus segera memberi saya nama!]
Tring!
[Tuan Alexei?]
"Diam dulu! Aku sungguh sedang memikirkannya." Alexei segera mengenyahkan berbagai pertanyaan tentang tindakan tidak masuk akal ayahnya, mencoba kembali memikirkan nama untuk sistemnya.
"Apa tidak ada nama yang kau inginkan? Aku akan menamaimu dengan apa pun yang kau mau," ucap Alexei setelah merasa kepalanya mulai berasap hanya dengan memikirkan sebuah nama.
Tring!
[Hal seperti itu sangat dilarang, Tuan!]
Tring!
__ADS_1
[Pemilihan nama harusnya dilakukan sejak seminggu lalu, tapi Anda mengabaikan saya.]
Tring!
[Kalau Anda tidak berpura-pura tidak melihat saya, kita pasti sudah menjalankan Tutorial sekarang.]
Tring!
[Semua pahlawan sedang menciptakan kisahnya, tapi disinilah Anda sekarang, bersantai sambil memikirkan nama.]
Tring!
[Kalau saja sejak awal--]
"Oke, oke! Aku mengerti, jadi tolong hentikan! Kenapa tidak mengatakannya sekaligus?! Haruskah sepotong-sepotong begitu? Suara Tring! Tring! yang kau keluarkan sungguh ... mengganggu ...." Suara Alexei memelan di ujung kalimat.
Pemuda itu mengusap dagu, memikirkan sebuah nama yang tiba-tiba terbersit di kepalanya.
"Hey," panggil Alexei pelan.
Tring!
[Ada apa?!]
Ugh! Kenapa dia jadi ketus? Alexei berdeham singkat sebelum bertanya, "Nama adalah identitas paling penting, kan? Apakah artinya nama juga bisa mencerminkan jati diri?"
Tring!
[Anda benar, Tuan! Oleh sebab itu saya ingin punya nama yang kuat, keren dan melekat di hati. ^^]
Tring!
[Apakah Anda sudah menemukan nama yang cocok?]
"Bagaimana caraku memberimu nama?" tanya Alexei bingung. "Apa aku hanya harus mengatakan 'mulai sekarang namamu adalah bla bla bla', begitu?"
Tring!
[Anda benar, Tuan!]
Hmm ... Alexei mengangguk berkali-kali, senyumnya terpatri sempurna dan yakin nama yang dipikirkannya adalah yang paling pas.
"Baiklah, mulai sekarang nama sistem yang menjadi pendamping Pahlawan Xhei adalah Tring!"
Tring!
[Hanya Tring!? Nama saya sungguh itu?!]
Alexei mengangguk tegas. "Iya, mulai sekarang namamu adalah Tring! dan daftarkan Xhei sebagai namaku."
__ADS_1