
"Hmm ... di mana aku harus mencari Putri Medeia?" Alexei bergumam sembari menatap hamparan bunga di hadapannya. Pemuda itu memilih untuk duduk di bawah sebuah pohon besar dan bersandar sambil menikmati pemandangan saat kepalanya mulai berasap memikirkan cerita yang dimasukinya.
Meski begitu, sekarang Alexei memahami sedikit tentang dunia ini. Kalau dia memasuki cerita Cinderella di Tutorial yang paling mudah, Alexei penasaran dongeng tentang apa yang ada di pintu lainnya.
'Tring!' Alexei memanggil. 'Apakah semua kisah yang kau katakan itu merupakan dongeng-dongeng terkenal seperti Cinderella? Lalu, apa maksudnya menyelamatkan dunia dan menjadi pahlawan?' tanyanya tanpa menunggu respon terlebih dahulu.
Tring!
[Saya tidak tahu, Tuan! Tapi, dunia tempat Anda berada sekarang menjadi salah satu dunia yang hancur dan harus diselamatkan. Tugas Anda adalah mencegah atau memperbaiki kisahnya hingga dunia ini memiliki akhir yang berbeda.]
Alexei mengernyit. "Apanya yang hancur? Kisahnya berakhir dengan kalimat hidup bahagia selamanya," ucapnya tidak yakin.
Siapa pun tahu dan hafal tentang dongeng Cinderella. Kisah yang berpusat pada gadis yatim piatu yang selalu disiksa oleh ibu dan kedua kakak tirinya itu pasti diceritakan oleh para ibu sebagai pengantar tidur untuk anak-anaknya.
"Hey, apa mungkin Putri Medeia itu salah satu dari kakak tiri Cinderella? Dia pasti dikirim ke tempat jauh dan hidup sengsara, kan? Apa dia berakhir dengan mati kedinginan dan kelaparan?"
Tring!
[Tuan, ada beberapa pesan dari sponsor Anda, Dewa Bayangan. Anda ingin membukanya sekarang?]
Alexei memiringkan kepala. Dia lupa total pada sosok yang katanya mengasihani Alexei hingga memberinya kesempatan untuk hidup lebih lama dengan cara menjadi Pahlawan.
'Aku ingin membukanya,' ucap Alexei dalam hati.
Salah satu aturan jelas di Arunika adalah dengan tidak mempublikasikan nama Dewa yang menjadi sponsor sang Pahlawan. Alexei belum tahu alasannya, tapi lagi-lagi memilih mengabaikan dan berusaha untuk memahaminya di masa depan saja.
Tring!
[Kalau begitu saya akan membuka pesannya satu per satu.]
Pemuda bersurai kelam menaikkan sebelah alis saat sebuah layar hitam terpampang di hadapannya.
[Ehem! Maaf terlambat menyapa. Aku mengucapkan selamat datang untuk Pahlawan Xhei.]
Tidak ada suara seperti notifikasi yang biasa didengarnya membuat Alexei merasa aneh.
[Saat kau bisa membaca pesanku, artinya kau sudah melakukan kontrak dengan sempurna dan menyetujui semua kesepakatan. Terima kasih sudah mau memasuki Arunika dan menyelamatkan dunia.]
Menyelamatkan dunia! Sungguh, kata-kata ini selalu mengganggu Alexei. Berapa kali pun dipikirkan, memasuki sebuah dongeng yang memiliki akhir bahagia adalah sebuah keanehan.
__ADS_1
[Aku menantikan hal-hal hebat yang akan kau lakukan ke depannya, Pahlawan Xhei. Jangan lupa untuk bergumam seolah bicara dengan dirimu sendiri saat menyelesaikan Misi.]
Alexei mengangguk mengerti. Dia juga melakukannya, kok! Kadang Alexei berbicara dengan dirinya sendiri.
[Sekali lagi, selamat berjuang! Aku akan menunggumu di Candramawa.]
Eh?! Cahaya hitam di hadapannya lenyap bersama dengan pesan terakhir yang Alexei baca.
'Tring!, kau tahu maksudnya dengan menungguku di Candramawa?' tanya Alexei bingung. Bukankah Candramawa adalah tempat para Dewa berada dan menyaksikan kisah demi kisah?
Tring!
[Artinya dia ingin Anda menjadi salah satu Dewa dan mengunjunginya di Candramawa. Selamat karena telah disukai oleh Dewa Bayangan, Tuan!]
Ah, entahlah! Alexei memilih mengendikkan bahu. "Aku akan memikirkan itu pelan-pelan. Sekarang waktunya menemui Putri Medeia!" ujarnya seraya beranjak.
Alexei baru saja berjalan beberapa langkah saat seseorang berlari ke arahnya. Gadis bersurai perak dengan gaun hijau lumut menghampiri dengan wajah masam.
"Paman Zhester!" panggil gadis itu.
Alexei mengernyit bingung sembari menunjuk dirinya sendiri. Kenapa dia dipanggil Paman Zhester?
"Paman ke mana saja?! Aku mencari dari tadi!" Gadis bersurai perak panjang mengerucutkan bibir setelah tiba di hadapan Alexei.
Sebuah tulisan berwarna kuning cerah di atas kepala sang gadis sangat mirip dengan pemberitahuan sistem yang Alexei lihat.
[Informasi Karakter!
Nama : Charlize Medeia Appocalyps
Usia :17 Tahun
Hobi : Menatap Pangeran Cedric
Perasaan : Kesal, Sedih, Marah
Pikiran : Kalau Paman bersamaku tadi, aku pasti tidak akan melalui penghinaan seperti ini! Paman menyebalkan!
Catatan Informasi : Akan mati dalam waktu dua hari.]
__ADS_1
Apa-apaan itu?! Alexei mendelik setelah membaca dengan teliti tulisan yang ada di atas kepala gadis anggun di hadapannya.
Tring!
[Anda sedang menjadi salah satu karakter di cerita ini, Tuan. Nama Anda saat ini adalah Zhester. Kepala Pengawal Putri Medeia.]
Ya ampun! Alexei tidak tahu cerita yang dipilihnya benar-benar menakutkan.
"Maafkan saya, Tuan Putri. Saya tertidur saat sedang melihat kupu-kupu di sini. Apakah ada yang membuat Anda kesal?" tanya Alexei sembari membungkuk hormat, tangan kanannya diletakkan di dada kiri.
Ada untungnya hidup di keluarga hebat seperti Callister. Alexei tahu sedikit tentang pengawal dan sebagainya.
"Nona Renia menghinaku!" ujar gadis bersurai perak dengan wajah memerah marah. "Pesta tehku jadi kacau karena perempuan ****** seperti dia!" lanjutnya ketus.
'Sifatnya buruk sekali!' batin Alexei melihat betapa angkuh Tuan Putri di hadapannya.
Alexei tidak tahu siapa itu Nona Renia, tapi kalau sang Putri memanggilnya Nona, berarti dia adalah putri seorang bangsawan.
"Saya tidak mengerti apa yang bisa membuat Tuan Putri merasa terhina," ucap Alexei tanpa mengubah postur tubuhnya. "Anda seharusnya tidak memikirkan apa pun pendapat orang lain karena di sini Andalah yang memiliki kekuasaan tertinggi."
Wah, Alexei ingin bertepuk tangan dengan kemampuannya menjilat. Tapi, entah kenapa rasanya dia sudah terbiasa menghadapi sikap gadis di hadapannya hingga tidak kesulitan dalam menjawab.
Tring!
[Anda sedang memasuki karakter di dalam cerita, Tuan. Sudah pasti tubuh serta pikiran Anda akan terhubung dan sejalan dengan karakter itu sehingga Anda tidak akan dicurigai.]
Oooh! Alexei hampir membulatkan bibir setelah membaca penjelasan singkat yang diberikan Tring!
"Dia memakai gaun yang sama denganku!" teriak Medeia, jelas tidak bisa terima dengan kejadian yang menimpanya beberapa saat lalu.
"Anda mengenakan gaun dari butik Madam Redist, kan? Dia hanya membuat satu gaun untuk setiap wanita. Kenapa bisa ada yang menyamai desainnya? Mungkinkah Nona Reina membayar orang untuk meniru desain gaun Anda?"
"Paman juga bepikir begitu, kan? Dasar sampah! Tidak cukup menjadi simpanan Duke, dia bermimpi ingin menyaingi aku yang seorang Tuan Putri?!"
Alexei meringis, semakin jengkel dengan sikap Tuan Putri di hadapannya. Sepertinya dia sedikit mengerti kenapa gadis ini akan mati dua hari lagi.
Tring!
[Tugas Anda adalah memastikan dia tidak mati, Tuan. Tolong jangan lupa.]
__ADS_1
Alexei memutar bola mata tanpa sadar.
"Paman Zhester, apa kau baru saja menghinaku juga? Kau pasti berpikir aku anak manja, kan?"