
Tanggal dua puluh delapan setiap bulan adalah jadwal untuk berkumpul dengan seluruh anggota keluarga.
Tidak tahu sejak kapan peraturan itu berawal, tapi tidak ada ampun bagi siapa pun yang absen tanpa kepentingan. Itu juga alasan tidak ada yang mendekati Alexei seminggu terakhir. Tidak ada yang akan memukulinya di waktu yang berdekatan dengan jadwal keluarga.
Tapi mungkin, Leandro dan Allea akan gemetar hari ini. Mereka pasti berpikir Alexei sudah mati di dalam ruangan pendingin itu. Sepasang saudara kembar itu juga tidak akan memeriksa ke sana sejak melemparkan Alexei yang sekarat demi menghindari penyelidikan. Mereka tidak cukup bodoh untuk menyuruh anak buahnya terlihat di sekitar Distrik 13.
"Tuan Muda Alexei akan memasuki ruangan!"
Alexei melangkah masuk, suara sepatunya menggema di seluruh ruangan. Pemuda itu membungkuk sembari mengucap salam singkat sebelum melangkah menuju kursi yang biasa ditempatinya.
"Mau ke mana kau, Alexei?"
Pertanyaan dari pria yang duduk di kursi pemimpin itu menghentikan langkah Alexei. Bukan hanya Alexei yang kebingungan, sepertinya beberapa orang yang sudah hadir di sana juga ikut menaikkan sebelah alis.
"Saya ingin duduk, Ayah." Alexei menjawab sembari membungkuk pada sosok yang dipanggilnya ayah.
Lelaki yang masih terlihat sangat gagah di usianya yang sudah tidak muda itu merupakan pemimpin ke delapan keluarga Callister. Sosoknya yang terkenal kejam di dunia bisnis ditakuti semua kalangan.
Nherva Alvaro Callister, siapa pun yang mendengar namanya pasti akan gemetar, termasuk Alexei yang notabene putra kandungnya.
"Duduklah di sini," ucap Alvaro sembari menunjuk pada kursi kosong di sisi kanannya.
Ada aturan jelas yang Alexei ketahui sejak dia tiba di mansion ini. Satu-satunya orang yang berhak untuk duduk di sisi kanan pemimpin keluarga adalah Nyonya Callister. Tapi, sejak kematian sang Nyonya bertahun lalu, kursi itu selalu kosong.
Alexei juga tahu satu-satunya orang yang diberi hak untuk duduk di sana hanyalah calon pemimpin keluarga berikutnya. Memberitahu Alexei untuk duduk di sana sama saja dengan mengumumkan bahwa Alexei memiliki kesempatan paling besar untuk mewarisi Callister beserta perusahaan raksasa Hagan Grup.
Sial! Alexei mengumpat dalam hati seraya melangkah menuju tempat yang ditunjuk Alvaro. Perutnya langsung kram dan mual saat sudah duduk, tepat di sisi kanan ayahnya.
__ADS_1
'Apa lagi yang sedang direncanakan tua bangka ini?!' keluh Alexei jengkel.
Tidak perlu ditanya, berbagai tatapan sinis dan kebencian yang dipancarkan dengan sangat jelas menusuk Alexei dari berbagai sudut. Lalu seperti dugaannya, Leandro dan Allea yang duduk di kursi paling pojok sebelah kiri juga menatap Alexei dengan mata melotot.
Meski tentu saja yang mengejutkan bagi dua saudara itu bukanlah Alexei yang tiba-tiba disuruh duduk di kursi calon pewaris. Mereka sudah terlihat seperti mayat hidup sejak kedatangan Alexei.
'Hmm ... mereka pasti sedang sangat ketakutan,' batin Alexei sembari tersenyum miring. Menyenangkan hanya dengan memikirkan Leandro dan Allea menjalani harinya dengan kegelisahan.
"Karena semua sudah berkumpul, jadi kalian sudah boleh makan sekarang." Alvaro memberi isyarat, para pelayan bergerak dengan cepat, menyajikan makanan dengan rapi dan tepat.
Acara sarapan bersama itu memang tidak pernah dimulai dengan pidato panjang atau diselingi obrolan hangat antar saudara, jadi yang terdengar hanya embusan napas tertahan dari para pelayan.
Meski sudah menjalani hal membosankan ini selama bertahun-tahun, Alexei masih saja tidak terbiasa. Tenggorokannya terasa tercekik setiap kali menelan makanan. Rasa gurih dari roti gandum dan manis selai stroberi yang biasanya Alexei nikmati, hari ini terasa pahit dan mengerikan.
"Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini, Alexei?"
Alexei berdeham singkat sebelum menjawab, "Kondisiku baik, Ayah. Akhir-akhir ini aku juga berolahraga," ucapnya sembari melirik pada Leandro dan Allea tanpa sadar.
Sebulan terakhir memang hanya dua orang itu yang mengganggu Alexei. Sejak yang lain mulai sibuk mencetak prestasi dan mencari perhatian Alvaro, dua saudara itu jadi lebih leluasa dalam mengganggu Alexei tanpa hambatan.
Tapi, sejak Alexei ditunjuk secara tiba-tiba untuk duduk di kursi menakutkan ini, gangguan dari saudara-saudarinya yang lain pasti akan datang dengan cara yang lebih parah.
"Begitu kah? Pasti menyenangkan punya waktu luang untuk berolahraga," ucap Alvaro setelah beberapa saat, tentu saja tahu apa maksud 'olahraga' yang dikatakan Alexei. "Sayang sekali waktumu untuk bermain-main sudah habis," lanjutnya sembari berdecak.
'Apa maksudnya?!' Alexei berteriak dalam hati. Sial! Jantungnya berdebar sangat kencang, semakin takut dengan apa pun yang direncanakan ayahnya.
Jauh berbeda dari hati dan pikirannya yang sedang kalut dan khawatir, ekspresi wajah Alexei tetap datar dan tanpa emosi, tidak berubah sedikit pun.
__ADS_1
Acara makan yang dipenuhi dengan ketegangan itu berakhir, tapi perasaan Alexei semakin was-was karena pada saat inilah biasanya kepala keluarga Callister akan mengumumkan sesuatu.
Alexei yang diizinkan untuk duduk di sisi kanan Alvaro merupakan pengumuman pertama yang mengejutkan semua orang. Meski Alvaro belum mengatakan apa-apa, tindakannya sudah sangat menjelaskan pengumuman apa yang akan dia sampaikan selanjutnya.
Ting! Ting!
Alexei sedikit terkejut mendengar dentingan sendok dan gelas yang dilakukan ayahnya. Dia pikir sistem aneh itu akan tiba-tiba muncul di tengah suasana tidak menyenangkan seperti ini.
"Sebelumnya aku ingin mengucapkan terima kasih karena kalian semua selalu menyempatkan diri untuk datang dan makan bersamaku," ucap Alvaro memulai. Seluruh mata tertuju padanya sejak pria itu mendentingkan gelas dan sendok.
Alexei hampir memutar bola mata jengah mendengar basa-basi yang dituturkan ayahnya. Padahal pria itu yang memberi aturan jelas dan menghukum siapa pun yang tidak bisa hadir, sekarang malah sok berterima kasih seolah kehadiran anak-anaknya di sini tanpa paksaan. Cih!
"Lalu, seperti biasa ada beberapa hal yang ingin kusampaikan hari ini. Pertama, Hagan Grup akhirnya berhasil mengambil alih salah satu pabrik makanan terbesar di dunia, kalian pasti sudah tahu." Alvaro tersenyum, terdapat kepuasan yang nyata di wajahnya.
"Hal kedua yang ingin kusampaikan hari ini juga pasti sudah kalian ketahui dan pahami." Alvaro melanjutkan pidatonya sembari menatap Alexei.
'Kenapa dia melihatku?' Alexei membatin waspada, sudah pasti akan mengutuk apa pun yang akan dikatakan pria angkuh di sisinya.
"Mulai hari ini ... Xhebe Alexei Callister akan menerima pendidikan resmi sebagai pewaris utama Hagan Grup dan pemimpin keluarga Callister berikutnya."
'Berengsek!!!'
Tring!
[Wah, ada banyak pola pembunuhan dan kecelakaan yang sedang dipikirkan orang-orang di sini!]
[Selamat datang di neraka, Tuan!]
__ADS_1
Alexei mengernyit jengkel saat sistem itu datang di waktu yang sangat tidak tepat.