
"Jika saya up 3 chapter satu hari, mungkinkah novel ini bisa terkenal seperti novel yang lain ? Silakan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar, itu sudah membuat saya senang.
________
Seorang guru yang awalnya akan memeriksa kamar Xiao Chen nampak curiga dengan gerak-gerik pemuda dihadapannya.
"Kenapa kau menyimpan tangan kananmu dibelakang punggung ? Apakah ada sesuatu yang sedang kau sembunyikan ??"
Segera Xiao Chen mengalirkan mana ke telapak tangan kanannya, membakar serpihan tembok itu hingga lenyap tak berbekas.
Kemudian Xiao Chen memperlihatkan kedua telapak tangannya yang bersih kepada guru didepan, membuat guru itu terdiam dengan rasa sedikit curiga masih menyelimuti hati.
"Kau boleh keluar, lekas berkumpul dengan yang lain."
"..."Xiao Chen hanya diam, kemudian berjalan keluar kamar dan pergi meninggalkan asrama untuk berkumpul di altar utama.
Sesampainya Xiao Chen di altar utama, terlihat seluruh murid akademi scarlet berbaris dengan raut nampak tertekan karena harus bertanggung jawab atas masalah yang tidak mereka lakukan.
Xiao Chen yang baru saja berbaris dibagian depan menjadi sasaran beberapa tetua, diantara mereka juga terlihat penjaga paviliun perpustakaan yang nampak kesal.
"Kau ! Bukankah kau hari ini pergi ke perpustakaan ?!"Penjaga itu nampak marah, sambil menarik kuat kerah baju Xiao Chen.
"Apa maksudmu, tuan ? Apakah mengunjungi perpustakaan kini merupakan tindakan kriminal ? Jika kau menyalahkanku karena aku mengunjungi perpustakaan, lalu bagaimana dengan yang lain ? Apakah kau juga akan menuduh semua murid yang berkunjung ke perpustakaan hari ini ??"
Sontak penjaga itu terdiam dengan raut kesal terukir diwajah. Bagaimana tidak ? perkerjaan dan martabatnya sedang menjadi taruhan.
Seorang tetua berpakaian hitam putih segera menyuruh penjaga itu untuk melepaskan kerah baju Xiao Chen.
"Yang dikatakan anak ini benar, masalah ini murni karena kelalaian mu. Jadi jangan coba-coba menggertak nya untuk alasan yang tidak jelas."
Segera penjaga itu dihampiri oleh patriack Tong yang baru saja datang, terdengar suara keras ketika sebuah tamparan keras mendarat dan menghiasi wajah pria pemabuk itu yang membuatnya terjungkal ke samping.
"Cepat berdiri ! Atau ku potong kedua kaki mu,"Tetua Tong nampak sangat marah, karena kitab yang hilang merupakan milik mendiang Fu Chen.
Penjaga paviliun perpustakaan segera berdiri dengan rasa takut jelas terukir diwajah. Pria itu hanya dapat menunduk sangking takutnya untuk menatap mata patriack Tong.
"Bagaimana bisa kau lalai dalam bertugas ?! Bukankah sudah ku peringatan untuk tidak mabuk ketika sedang berada di jam-kerja ? Sekarang kau harus bertanggung jawab atas masalah yang kau buat,"
"Ba-baik patriack,"Pria itu kemudian mengeluarkan sebuah bulu ayam berwana keemasan dari balik pakaiannya.
"Pelaku meninggal bulu ini ketika sedang menjalankan aksinya, patrick."
Patriack Tong langsung mengambil bulu ayam itu, kemudian menatap ke arah seluruh murid dihadapannya.
"Siapa disini roh kultivasi nya seekor ayam ?!"Ucap patriack Tong lantang, membuat semua murid ketakutan mendengarnya.
Satu menit menunggu tidak ada satupun murid yang mengaku, membuat raut wajah patriack Tong semakin memburuk.
__ADS_1
"Jika tidak ingin dengan cara lembut, maka aku akan gunakan cara yang satunya.."
*Blaararrrrrrr !!!
Sebuah area domain tingkat tinggi berwarna hitam keluar dari dalam tubuh Qian Tong. Meski area domain itu sengaja di perlemah hingga ke tingkat terlemah, hawa itu tetap menekan tubuh seluruh murid akademi hingga membuat mereka semua tersungkur ke lantai dengan nafas terasa sesak.
Disaat semua murid sudah tersungkur, hanya Xiao Chen dan beberapa pendekar tingkat tinggi yang nampak masih bertahan didalam area domain itu.
Qian Tong yang melihat hal itu merasa cukup terkesan di buatnya, kemudian Qian Tong sedikit memperkuat area domain nya untuk melihat seberapa teguh Xiao Chen.
*Blaararrrrrrr !!!
Ledakan kedua kembali terdengar, seluruh murid yang dari awal sudah tersungkur kini terdengar merintih kesakitan. Sementara Xiao Chen dan belasan pendekar tingkat tinggi lainnya terlihat masih bisa berdiri, meskipun raut mereka sudah nampak berubah.
"Kalian yang masih berdiri, kutanya sekali lagi. Apakah kalian mencuri kitab di paviliun perpustakaan ?!"
"Tidak Patriack !"Ucap seluruh pendekar yang mampu berdiri di tengah domain tingkat tinggi itu, kecuali Xiao Chen yang hanya diam saja.
"Kutanya sekali lagi, siapa pencurinya ?!!
Hasilnya tetap sama, tidak ada satupun murid yang mau mengaku, membuat patriack Tong kembali memperkuat area domain nya. Namun kali ini area itu mampu membuat pendekar tingkat Intial elemen pingsan seketika.
Xiao Chen yang hanya di tingkat Tempered body terlihat masih bisa berdiri berkat ketahanan fisiknya yang telah di tempah saat berada di dunia paralel.
Sementara itu belasan pendekar tingkat tinggi yang awalnya dapat bertahan, terlihat mulai tumbang satu persatu, sedangkan puluhan pendekar ditingkat Intial elemen tahap awal hingga akhir sudah pingsan.
Membuat seluruh murid yang masih sadar kembali dapat bernafas, hingga diantara murid-murid itu Icarus menunjuk ke arah Xiao Chen.
"Patriack, orang itulah pelakunya ! Karena dia memiliki roh kultivasi berupa ayam !!"
"Sudah ku duga, memang dia pelakunya ! Hukum dia patriack !!"Ucap penjaga paviliun perpustakaan.
Sedangkan Icarus yang sengaja menyudutkan Xiao Chen, nampak tersenyum sinis sambil mengumpat di dalam hati.
"Habis kau bocah. Hahahhahahhah,"
Sementara Qian Yu dan A Ling nampak tegang melihat hal itu, karena mereka tau kalau Xiao Chen memang memiliki ayam sebagai roh kultivasi.
Segera patriack Tong menatap tajam ke arah Xiao Chen.
"Apa itu benar Chen'er ?"
Meski kitab itu milik Fu Chen, mencuri tetap perbuatan tercela dan pelakunya harus dihukum.
Xiao Chen tersenyum,"Atas apa kalian menuduh ku ? Jika ingin melihat roh kultivasi ku, mengapa kalian tidak mengatakannya sejak tadi. Namun jika roh ku terbukti bukan ayam, apakah kau mau menuruti perintah ku ??"
Icarus tersenyum mengejek, kemudian berdiri dan berjalan mendekati Xiao Chen.
__ADS_1
"Mengaku saja, kau sudah terpojok dan tidak bisa mengelak kalau pencuri itu adalah kau."
Segera Icarus mengeluarkan roh kultivasi-nya yang berupa badak putih bercula satu untuk mendominasi wilayah Xiao Chen.
Xiao Chen tersenyum kecil kemudian tubuhnya terlihat di balut oleh api yang berkobar-kobar. Kemudian seekor pohenix dalam hujud burung nan indah sekaligus mengerikan muncul dan membentangkan sayapnya yang lebar sambil memekik ke arah badak Icarus.
"Ketahui tingkattan mu dasar lemah,"
Segera Icarus tertekan oleh roh kultivasi Xiao Chen, iapun tak kuasa berdiri dan jatuh ke posisi berlutut.
"Se-sejak kapan kau memiliki seekor pohenix berusia muda ? Bukankah sehari yang lalu roh kultivasi mu masih seekor ayam ??"
Xiao Chen melipat kedua tangan di depan dada, sambil tersenyum sinis.
"Sejak kapan aku memiliki ayam sebagai roh kultivasi ?
Xiao Chen kembali menatap penjaga paviliun perpustakaan yang menatapnya dengan keringat bercucuran.
"Apakah kau buta, roh kultivasi ku adalah pohenix dan bukannya ayam. Sekarang kau tidak bisa menuduhku karena tidak memiliki bukti yang cukup untuk dapat memberatkan ku, karena aku sudah memperlihatkan roh kultivasi ku seperti yang kalian berdua minta. Bukankah masalah ini timbul karena kelalaian mu, jadi berhentilah mengelak."
Meski dirinya memang lalai dan patut di salahkan, penjaga itu tetap bersih kukuh menuduh Xiao Chen sebagai pelaku nya. Segera patriack Tong memerintahkan beberapa tetua untuk membawa penjaga itu ke ruangannya, karena tidak ada yang perlu pria itu katakan untuk membela dirinya yang bersalah. Karena sebelum ini, penjaga perpustakaan itu beberapa kali pernah tertangkap basah menerima suap dari murid agar diijinkan naik ke lantai atas perpustakaan.
Qian Tong kemudian menepuk pelan pundak Xiao Chen."Karena kau mampu membuktikan dirimu tidak bersalah, jadi lakukan sesuka mu namun jangan menciptakan keributan."
Setelah berkata demikian, Patriack Tong berjalan meninggalkan tempat itu menyusul penjaga paviliun perpustakaan yang nampak diseret oleh beberapa tetua.
Sementara itu Xiao Chen yang melihat Icarus sedang bersimpuh di hadapan nya, hanya tersenyum kecil kemudian menarik pohenix kembali ke dalam tubuhnya.
"Kau senang sekali mencari masalah dengan ku. Sepertinya kau tidak akan jera jika tidak diberikan pelajaran, sekarang cium kaki ku."
Dengan tubuh bergetar hebat karena menahan emosi, Icarus mengangkat kepala dan meludahi pakaian Xiao Chen.
Segera sebuah tendangan mengenai wajah Icarus, membuatnya terpental lumayan jauh kebelakang.
Melihat Icarus hendak merangkak untuk melarikan diri, segera Xiao Chen Kembali mengeluarkan pohenix dan menekan pemuda itu sambil berjalan ke arahnya.
"Kau tau, sangat sulit bagiku menahan emosi. Jadi jangan coba-coba memaksa ku melakukan hal yang akan kau sesali di kemudian hari, sekarang cium kaki ku atau ku patahkan tangan mu."
Icarus yang bersih kukuh ingin melawan Xiao Chen kembali dibuat terpental ke belakang. Nampak wajahnya sudah babak belur setelah menerima dua tendangan Xiao Chen.
"Se-sejak kapan dia menjadi sekuat ini, bukankah tadi dia hanyalah anak ingusan."Batin Icarus sambil berusaha berdiri, namun usahanya gagal ketika Xiao Chen kembali menekan nya menggunakan area domain pohenix.
Membuat Iacarus kembali tengkurap, kemudian Xiao Chen berdiri di hadapan pemuda itu.
"Kenapa susah sekali bagimu mencium kaki ku ? Apakah kau merasa kedua tangan mu sudah tidak berguna ?"
________
__ADS_1
Jangan lupa 👍🏻 di setiap chapter, sertakan saran dan kritik kalian di dalam kolom komentar ya.. Ocichan baka ^_^