
Selesai dengan kegiatan membuat obat, Xiao Chen pergi menuju kediamannya di asrama laki-laki untuk melihat seberapa hebat isi kitab 1000 pengetahuan obat-obatan hingga di sebut sebagai resep paling di cari oleh para alkhemis. Sebenarnya Xiao Chen tidak terlalu berharap banyak terhadap isi kitab tersebut karena dirinya tidak memiliki minat untuk menjadi seorang alkhemis akan tetapi sangat di sayangkan jika kemampuan api tingkat tinggi dan kitab pemberian Jun Fei tidak di pergunakan.
"Terlebih lagi sebelumnya alkhemis Jun'Fei memperbolehkan ku mengambil sumber daya dari asosiasi miliknya sesuka hati, jika sumberdaya itu ku gunakan langsung tanpa mengolahnya menjadi obat terlebih dahulu kemungkinan hanya 20% khasiat yang bisa ku peroleh dari sumber daya yang digunakan, untuk itu di perlukan pemahaman dari kitab 1000 pengetahuan obat-obatan ini agar sumberdaya yang ada dapat di gunakan dengan efisien."
"Benar tuan, jika obat yang dibuat dicampurkan dengan darah mu yang telah menyatu dengan darahku, kemungkinan besar obat itu akan naik tingkat'tan dan hasilnya akan jauh lebih baik ketimbang membuat obat tanpa dicampur darah kita, apalagi dengan kemampuan mu yang masih berada di tingkat pemula, tidak bisa ku bayangkan seberapa.."
Sebelum sempat fenixs menyelesaikan perkataannya, ia sudah lebih dulu dikejutkan dan dibuat terdiam dengan raut wajah datar Xiao Chen yang mengintimidasi.
"Kenapa tidak dilanjutkan ? Aku penasaran."Ucap Xiao Chen di dalam hati dengan dingin.
Merasa dirinya akan berada dalam masalah karena tidak sengaja menyinggung Xiao Chen, Fenix cepat-cepat membuat alasan.
"Ma-maksud ku, aku tidak bisa membayangkan seberapa hebat khasiat dari obat yang di buat oleh tuan."
"Begitu ? Kupikir sudah waktunya untuk makan siang dengan menu ayam bakar."
Mendengar itu Fenixs segera menelan ludah."Daging ku tidak enak tuan ! Lagian mana mungkin aku menghina tuan ku yang hebat."
"..."Xiao Chen hanya diam, lalu terpikir dengan kejadian sebelumnya yang melibatkan penjaga perpustakaan.
"Untunglah penjaga itu sebelumnya memang telah bersikap curang sehingga tidak perlu bagiku untuk merasa bersalah, lagian apa dan bagaimana nasibnya sekarang bukan urusanku, kitab tubuh es dan api serta cincin penyimpan milik Icarus sudah cukup untuk membuat ku merasa sedikit senang,"Xiao Chen tersenyum penuh siasat."Kitab apa lagi yang sebaiknya ku miliki'ya ? Belajar ilmu tapak penghancur bintang sedikit membosankan meski sejauh ini ilmu itu adalah yang terkuat milik ku."
Melihat Xiao Chen begitu ambisius dan haus akan kekuatan membuat Fenixs merasa khawatir jika sewaktu-waktu pemuda tersebut tidak sengaja jatuh ke jurang kesesatan dan membuat kehebohan di dunia persilatan dengan kejeniusannya yang tidak bisa di hentikan oleh siapapun.
"Tuan, kenapa kau begitu ingin menguasai segalanya ?"Tanya Felixs, meski sebenarnya sedikit takut.
Mengingat tempramen Xiao Chen yang acuh, Felixs mengira bahwa Xiao Chen tidak akan menjawab pertanyaannya, namun diluar dugaan meski terdiam sejenak ternyata Xiao Chen berkenan menjawab pertanyaan Fenixs.
"Jujur saja, aku ini bukan orang baik, aku bukan pahlawan naif yang mengatasnamakan keadilan untuk membunuh orang. Aku tidak perduli dengan keadilan atau ketidakadilan, juga tidak perduli salah atau benar, aliran hitam atau putih semuanya tidak memiliki arti bagiku,"Xiao Chen mengambil sebuah batu sebesar genggaman tangannya."Kau lihat batu di tangan ku ini ?"
__ADS_1
"Iya, lalu ?"Felixs merasa bingung.
"Aku ingin menggenggam dunia seperti aku menggenggam batu ini sekarang. Tidak perduli aliran hitam maupun putih, aku tidak segan-segan menghabisi keduanya jika berani menghalangi ku untuk berkuasa."
Melihat ambisi yang terpancar dari tatapan kedua mata Xiao Chen, membuat Fenixs merasa ketakutan, namun berusaha memberanikan diri untuk kembali bertanya.
"Kenapa tuan ingin berkuasa ?"
"Kau ini banyak bertanya, membuat kepala ku pusing. Memangnya apalagi alasan orang-orang ingin berkuasa jika bukan karena nama, kedudukan, martabat dan rasa hormat ? Aku ingin memiliki semuanya, sekarang kau mengerti ?"
"Bahkan jika kau harus membunuh orang yang tidak bersalah ?"
"Tergantung, selama itu menguntungkan bagi ku kenapa tidak ? Sebaiknya berhentilah bersikap naif, lakukanlah apapun yang bisa membuatmu menjadi kuat dengan begitu kau tidak perlu merasa di rendahkan."
Fenixs hanya diam, sekarang ia mengerti. Xiao Chen sudah lama hidup di sebuah desa yang sangat amat terisolir, selalu dijauhi oleh anak-anak sebayanya dan tidak memiliki satupun teman sehingga hal itu perlahan-lahan membuat hatinya membatu dan berpikir bahwa ia tidak membutuhkan orang lain serta selalu mengandalkan dirinya sendiri. Xiao Chen juga memiliki keinginan besar untuk mengetahui semua hal karena selama ini dia hidup sendirian di desa kecil dan tidak pernah keluar sekalipun.
"Dia hanya ingin di akui, itu saja."Batin Fenixs, tidak lagi menyalahkan tempramen Xiao Chen karena sudah mengerti dengan kondisi tuannya.
Melihat orang-orang itu menangkup tinju ke arahnya, Xiao Chen merasa tidak perduli dengan sikap semua orang dan lebih memilih berjalan melalui orang-orang itu dengan datar untuk menuju kediaman miliknya.
Sesampainya di kamar miliknya, Xiao Chen langsung disambut oleh teman sekamarnya Cheng Qi.. Pemuda tersebut terlihat antusias menyambut Xiao Chen apalagi ia sudah mendengar kalau Xiao Chen berhasil mengalahkan dan mempermalukan Icarus di depan banyak orang.
"Teman Chen kau sangat hebat ! Aku sudah mendengar kalau kau berhasil mengalahkan Icarus !!"Ucap Cheng Qi dengan antusias, pemuda tersebut terlihat duduk di pinggir kasurnya.
"Hanya mengalahkan seorang sampah saja kenapa kalian bersikap sangat heboh ?"
"Teman Chen. Icarus adalah murid senior, kemampuannya jelas berbeda dengan junior seperti kita.. Mendengar ada seorang murid junior dapat mengalahkan seorang senior dengan mudah di hari kedua ia mendaftar, siapa saja akan terkejut !"
Mendengar ocehan tidak penting dari Cheng Qi membuat Xiao Chen merasa kepalanya sakit, iapun kemudian berkata."Tutup mulutmu, bukankah kau punya jadwal kelas hari ini ?"
__ADS_1
Mendengar itu Cheng Qi baru teringat kalau dirinya memang memiliki kelas, iapun bergegas beranjak dari kasurnya dan dengan terburu-buru meninggalkan kamar.
"Terimakasih sudah mengingatkan ku teman Chen ! Aku akan kembali secepat mungkin !!"
Melihat Cheng Qi pergi dengan tergesa-gesa, Xiao Chen hanya diam karena setidaknya ia mendapatkan sedikit ketenangan dengan tidak adanya Cheng Qi yang terlalu fanatik terhadap dirinya.
Xiao Chen lalu mengambil kitab 1000 pengetahuan obat-obatan yang ia simpan di balik pakaiannya.. Lalu duduk bersila di atas kasur sembari membuka halaman pertama dari kitab pemberian Jun Fei tersebut.
"Obat giok permata hijau ? Namanya cukup menarik, lalu apa saja yang diperlukan untuk membuat obat ini ??"Xiao Chen kemudian membaca petunjuk yang tercantum pada halaman pertama kitab, disana dia melihat cara serta bahan-bahan pembuatan obat giok pertama hijau.
Selesai mengetahui cara dan bahan-bahan yang diperlukan, Xiao Chen lalu mencari tahu kegunaan dan khasiat obat giok permata hijau.
"Khasiatnya mampu meningkatkan Mana sebanyak 5 lingkaran jika bisa menyerap seluruh khasiat obat giok permata hijau. Khasiatnya cukup memuaskan, setahuku lingkaran adalah satuan untuk menentukan jumlah Mana, dimana 1 Lingkaran Mana bisa didapatkan dengan berkultivasi selama 1 bulan penuh, 2 lingkaran selama 2 bulan dan begitupun seterusnya."
Merasa khasiat obat giok permata hijau cukup berguna, Fenixs lalu memberikan usulan."Bagaimana menurutmu Tuan ? Obat ini bisa membantumu meningkatkan Mana dengan instan, dimana kita sama-sama tau bahwa Mana tuan hanya berjumlah 5 lingkaran.. Dengan Mana sekecil itu tuan hanya bisa menggunakan ilmu tapak penghancur bintang sebanyak 1 kali sebelum Mana tuan habis sepenuhnya."
Mendengar usulan Fenixs, Xiao Chen merenung sesaat..
"Layak untuk di coba. Karena waktu masih panjang, sebelum malam ada baiknya kita berkunjung ke asosiasi alkhemis Jun Fei terlebih dahulu. Namun sebelum itu mari kita cek isi cincin penyimpan milik Icarus."
Xiao Chen mengambil cincin penyimpan Icarus dari kantong celananya.. Kemudian mengeluarkan semua barang yang ada didalam cincin tersebut. Diantaranya ada 5 buah kitab tingkat menengah kebawah, sekantong kecil koin emas, sebuah botol kaca yang berisi 3 buah obat berwarna emas dan sebuah pedang giok berwarna hijau lengkap dengan sarungnya.
Melihat isi dari kantong penyimpan milik Icarus yang cukup mewah, Xiao Chen tersenyum tipis."Diluar dugaan, si gembel itu ternyata lebih kaya dari dugaan ku. Kitab ini tidak berguna bagiku, mungkin akan ku berikan saja kepada bocah bodoh Cheng Qi."
Xiao Chen menyimpan kembali botol kaca yang berisi obat emas didalamnya ke dalam cincin penyimpan, dan hanya mengambil pedang serta kantong berisi koin emas yang ada karena 5 kitab sebelumnya Xiao Chen sudah letakkan di atas kasur Cheng Qi.
Xiao Chen merasa lebih tertarik dengan pedang giok hijau di tangannya, iapun membuka pedang itu dari sarungnya yang berwarna hitam.
"Pedang ini sepertinya sangat spesial, dapat kurasakan energi murni mengalir dari dalamnya. Sementara untuk obat emas sebelumnya, sebaiknya ku simpan dulu sementara waktu.. Guna untuk berjaga-jaga siapa tau obat ini ternyata memiliki efek samping yang dapat merugikan ku. Setelah selesai membuat obat giok permata hijau akan ku cari informasi tentang obat emas itu."
__ADS_1
Xiao Chen lalu menggantung pedang giok hijau di samping pinggangnya, setelah dirasa siap iapun berjalan keluar kamar karena berencana pergi ke asosiasi alkhemis Jun Fei.