
Setelah dari Asosiasi terang bulan, Xiao'Chen dan A'Ling berjalan menyusuri kota. Meski sudah malam kota tetap terang dan ramai meski tidak seramai ketika siang namun hal itu justru membuat suasana menjadi lebih tenang dan nyaman.
A'Ling mengajak Xiao'Chen pergi menuju ke sebuah tempat makan yang berada di pinggir jalan, tempat itu menjual banyak jenis ramen dan jika diperhatikan didepan tempat ramen ini terdapat sebuah restoran mewah yang sepertinya cukup terkenal di kota ini karena di kunjungi banyak orang, sehingga tempat penjual ramen terlihat lebih sepi ketimbang dengan restoran di depannya.
Ketika memasuki kedai ramen yang tidak terlalu besar, A'Ling langsung memesan dua mangkuk ramen spesial untuk dirinya dan Xiao'Chen. Terlihat seorang pria paruh baya menyambut Xiao'Chen dan A'Ling dengan tersenyum ramah dan segera membuatkan pesanan mereka.
Sambil menunggu pesanannya jadi, A'Ling mengajak Xiao'Chen untuk duduk di sebuah meja bundar. Suasana sempat menjadi hening dan canggung karena Xiao'Chen dan A'Ling saling diam, namun yang paling terlihat gelisah adalah A'Ling karena Xiao'Chen hanya menunjukkan ekspresi datar.
"Anu.."A'Ling ingin mencairkan suasana, namun ia bingung harus membicarakan tentang apa karena tidak begitu mengenal seperti apa Xiao'Chen karena sejauh ini pemuda tersebut lebih sering datar dan diam.
"Apakah kau memang selalu datar seperti ini ?"Tanya A'Ling.
Xiao'Chen yang tadi sedang memikirkan langkah selanjutnya, mulai memperlihatkan sedikit reaksi dengan menatap A'Ling.
"Tergantung."Ucapnya singkat dan datar, membuat A'Ling merasa bingung.
"Tergantung ?"
Ketika menatap A'Ling yang duduk di hadapannya, Xiao'Chen teringat ketika perempuan cantik itu menjahilinya tadi, iapun terpikir untuk melakukan hal serupa. Xiao'Chen tersenyum menggoda membuatnya tampak begitu tampan, sambil sedikit mendekatkan wajahnya ke arah A'Ling.
"Tergantung ? Apakah perempuan itu bisa menarik perhatian ku atau tidak.. Nona Ling, kau ini sungguh membosankan, membuatku ingin menganggu mu terus."
Melihat wajah tampan Xiao'Chen yang sulit di gambarkan dengan kata-kata berada tepat di hadapannya, membuat A'Ling menjadi sedikit tersentak dengan wajah semerah tomat matang.
Xiao'Chen kembali berkat dengan masih tersenyum."Ternyata benar, kau ini cukup cantik... Namun yang tidak kusuka darimu adalah kenyataan bahwa dirimu masih terlalu lemah."
Tercium aroma mint ketika Xiao'Chen berbicara di hadapannya, membuat A'Ling menjadi merasa aneh seperti mabuk di tandai dengan nafasnya yang menjadi berat.
A'Ling perlahan melingkarkan tangannya ke leher Xiao'Chen dan Xiao'Chen tidak menolaknya sama sekali karena entah kenapa dirinya juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh A'Ling. Perlahan wajah mereka berdua yang telah memerah berjarak semakin dekat, namun ketika bibir keduanya sedikit lagi akan bertemu, seorang perempuan yang merupakan pelayan dari kedai itu datang membawa pesanan Xiao'Chen dan A'Ling.. Pelayan itu segera terkejut dengan sedikit berteriak ketika melihat pemandangan di depannya.
Mendengar teriakan pelayan membuat A'Ling seketika tersadar begitupun dengan Xiao'Chen. Keduanya cepat-cepat kembali ke posisi semula dan saling membuang muka dengan wajah yang masih sama-sama merah.
Pelayan itupun segera mengantarkan pesanan yang di bawa lalu meletakkannya ke atas meja Xiao'Chen dan A'Ling."Ma'maaf telah menganggu, kalian boleh lanjutkan."Pelayan itupun cepat-cepat pergi.
__ADS_1
Sementara Xiao'Chen dan A'Ling masih terdiam dan tidak berani memandang satu sama lain, namun perasaan canggung di antara keduanya benar-benar tidak tertahankan sehingga A'Ling yang duluan buka suara.
"Ke-kenapa tidak makan ?"
"Kau sendiri ?"Jawab Xiao'Chen.
"Ka-kalau begitu aku akan makan duluan. Selamat makan."A'Ling mulai menyantap makanannya dengan perlahan.
Sementara Xiao'Chen juga melakukan hal yang sama, iapun menyantap makanan di hadapannya dan merasa terkejut karena makanan itu terasa enak baginya.
A'Ling merasa senang ketika melihat Xiao'Chen memakan makanannya dengan lahap, karena sebelumnya A'Ling pikir Xiao'Chen tidak akan suka dengan makanan murah seperti ramen karena menurutnya Xiao'Chen terlihat seperti anak orang kaya yang sudah terbiasa hidup enak. Namun ternyata dugaannya salah, pemuda itu ternyata lebih sederhana dari yang terlihat.
A'Ling kemudian lanjut menyantap makanannya dan tidak menyadari kalau Qian Yu sedang melihat mereka berdua dari luar. Beberapa saat kemudian setelah selesai menghabiskan makanan mereka dan selesai membayar, Xiao'Chen dan A'Ling terlihat berjalan-jalan menikmati suasana kota di malam hari.
Merekapun tidak sengaja melalui restoran mewah sebelumnya, terlihat Xiao'Chen menoleh ke arah sana sehingga A'Ling pikir pemuda tersebut ingin makan disana.
"Maaf, lain kali jika memiliki cukup uang aku akan mengajakmu makan disana. Saat ini aku sedang berhemat dan hanya bisa makan yang murah saja, karena sudah tidak menjalankan misi selama beberapa minggu."
"..."Xiao'Chen hanya diam mendengar perkataan A'Ling, kini pandangannya lurus ke depan. Dirinya tidak melihat ke restoran itu karena ingin makan disana, namun dirinya tidak sengaja melihat Qian'Yu sedang berada disana namun perempuan itu memalingkan wajahnya ketika Xiao'Chen menatapnya.
"Misi ? Apakah kau bisa menjelaskannya kepadaku ?"Tanya Xiao'Chen.
A'Ling mengangguk dengan pelan dan mulai menjelaskan."Kau bisa menjalankan misi Jika kemampuan mu sudah di akui oleh tetua sekte, sehingga kau akan mendapatkan sebuah promosi untuk menjalankan sebuah misi.. Tingkat kesulitan misi akan di sesuaikan dengan kemampuan mu, semakin tinggi tingkatan misi maka akan semakin berbahaya namun juga semakin menguntungkan, karena kau akan mendapatkan banyak hadiah dari mulai uang, kitab, senjata dan lain-lain,"A'Ling menghela pelan, lalu melanjutkan perkataannya."Sudah 2 minggu tidak ada misi yang cocok denganku sehingga keuangan ku sedang macet, mungkin yang kau katakan benar soal aku yang masih terlalu lemah."
"Jika keadaan mu begitu, lalu kenapa kau mentraktirku ?"Tanya Xiao'Chen.
"Tentu saja aku harus ! Berkatmu, sekarang aku bisa terbebas dari si sialan Icarus."Kata A'Ling dengan semangat sambil mengepalkan sebelah tangannya.
"..."Xiao'Chen terdiam sejenak, kemudian berkata dengan niat menguji A'Ling."Apa kau ingin menjadi kuat ?"
A'Ling menatap Xiao'Chen, lalu dengan yakin berkata."Tentu saja ! Menjadi lemah itu membosankan, aku berkeinginan untuk menjadi pendekar perempuan yang paling tersohor !!"
Mendengar itu Xiao'Chen tersenyum tipis, dirinya merasa senang mendengar yang dikatakan A'Ling karena dirinya juga merasa begitu.
__ADS_1
"Besok setelah menyelesaikan kelas bahasa kuno, mau ke perpustakaan bersama ?"Tanya Xiao'Chen karena kebetulan dirinya juga ingin mencari sebuah kitab untuk pedang giok hijau miliknya.
Mendengar ajakan Xiao'Chen membuat A'Ling merasa senang sekaligus heran kenapa pemuda tersebut tiba-tiba mengajaknya ke perpustakaan bersama, namun A'Ling tidak menolak dan menerima ajakan Xiao'Chen.
Mereka berdua pun berjalan bersama menuju ke akademi, dan tidak menyadari kalau beberapa meter di belakang.. Qian'Yu yang sedang bersama beberapa orang teman wanitanya sedang melihat ke arah mereka berdua dengan raut wajah tampak kesal.
Salah satu teman Qian'Yu yang menyadari itu segera bertanya kepada teman-temannya."Eh, bukankah itu A'Ling dan murid baru yang katanya sangat tampan itu ?"
Teman-temannya yang lain segera melihat ke arah Xiao'Chen dan A'Ling.
"Wah, benar itu si murid baru. Dia benar-benar tampan dan memiliki postur tinggi.. Penampilannya sangat dewasa, padahal baru berumur 10 tahun."
"Eh, ngomong-ngomong sedang apa dia bersama dengan A'Ling yang katanya adalah yang paling cantik di akademi Scarlet ??"
Salah seorang perempuan tertawa kecil."Kau ini sedang bicara apa ? Tentu saja nona muda Qian'Yu jauh lebih cantik darinya !"
"Eh, iya ya. Menurut kalian apa yang sedang mereka lakukan, apakah mereka adalah pasangan kekasih ??"
"Entahlah, aku tidak tau. Menurutmu ?"
Ketika teman-temannya sedang meributkan status Xiao'Chen dan A'Ling.. Qian'Yu terlihat semakin kesal dan berjalan cepat meninggalkan teman-temannya.
"Eh, nona Yu. Anda mau kemana ??"
"Hushh.. Mungkin dia sedang marah denganmu, lain kali jangan pernah membawa-bawa soal penampilan. Nona Qian'Yu paling tidak suka di banding-bandingkan dengan A'Ling."
"Aku mengerti."
⬆️⬆️ Ilustrasi Qian'Yu
__ADS_1
⬆️⬆️ Ilustrasi A'Ling