PERJALANAN XIAO'CHEN

PERJALANAN XIAO'CHEN
MEMBUAT OBAT


__ADS_3

Selesai dengan masalah pelayanan yang dirasa tidak ramah, Xiao'Chen bertanya kepada Alkhemis Jun'Fei mengenai hasil pembicaraannya dengan Patriack Qian'Tong perihal masalah kerja sama yang terjalin antara dirinya dan Alkhemis Jun'Fei.


Jun'Fei tertawa lantang sebelum menjawab."Pria itu memang tidak pernah berubah, masih serakah seperti dulu. Mengetahui bahwa kau adalah permata bagi Akademi Scarlet sangat susah untuk ku membujuk Qian'Tong agar mau meminjamkan mu kepadaku untuk menciptakan obat yang lebih bagus di Asosiasi ini, suasananya benar-benar berat pada saat itu karena kami sama-sama tidak ingin mengalah, namun ujung-ujungnya pria serakah itu tetap memenuhi permintaan ku setelah melakukan kesepakatan."


"Jika boleh tau, kesepakatan apa yang Tuan Fei maksud ?"Xiao'Chen tersenyum tipis sambil mengangkat sebelah tangannya.


"Aku berjanji kepada Patriack Qian'Tong untuk memberikannya 5% saham dan 20% Obat hasil pembuatan teman Chen, ini seperti kau berkerja kepadaku."


"Jika bekerja, tentu harus di gaji. Bukankah begitu Tuan Fei ?"Xiao'Chen kembali tersenyum penuh arti, tidak ingin usaha yang dilakukannya justru tidak menguntungkan bagi dirinya sendiri, meski sebelumnya sudah mendapatkan kitab 1000 pengetahuan obat-obatan.


Jun'Fei tersenyum."Tentu Teman Chen. Aku sudah meyiapkan 10% saham untuk mu, setiap bulan kau bisa mengambil uang di cabang manapun di Asosiasi terang bulan. Kau juga akan ku berikan 30% obat hasil kerjamu. Bagaimana menurut teman Chen ?"


Xiao'Chen segera merenung dan berpikir. Jika dirinya mendapatkan 30% dan Patriack Qian'Tong 20% dari hasil obat-obatan yang dibuat artinya Alkhemis Jun'Fei mengantongi 50% seorang diri, itupun terhitung dengan bahan dan biaya yang harus dikeluarkannya belum lagi untuk fasilitas yang lain, sehingga Xiao'Chen pikir ini cukup adil.


"Itu sudah bagus menurutku Tuan Fei."Xiao'Chen menangkup tinju."Terimakasih sudah mempertimbangkannya dengan baik."


Jun'Fei mengangguk, lalu pandangnya mengarah kepada A'Ling yang sejak tadi berdiri di samping Xiao'Chen.


A'Ling merasa heran dengan tatapan Jun'Fei dan tidak tau harus berkata apa. Sementara Xiao'Chen yang mengerti segera memperkenalkan A'Ling kepada Jun'Fei.


"Tuan Fei, perkenalkan, dia A'Ling murid dari Akademi Scarlet."


A'Ling yang sadar kalau Xiao'Chen sedang membantunya segera menangkup tinju dan membungkuk."Salam kenal."


Jun'Fei mengangguk pelan menanggapi A'Ling, lalu tersenyum."Kau cantik sekali, hampir menyaingi Qian'Yu. Sepertinya ini akan menjadi perebutan yang sengit."Jun'Fei tertawa, Xiao'Chen hanya tersenyum sementara A'Ling tampak bingung.


'Apa yang sedang mereka bicarakan ?'A'Ling merasa tidak mengerti.


"Tuan Fei, bisa kita ke tempat ku akan bekerja ?"


"Tentu, mari ku antar."


Jun'Fei mengantar Xiao'Chen dan A'Ling ke tempat pembuatan pil, hingga sampailah mereka di ruangan yang dimaksud, di depan terlihat 1 tungku berukuran besar dan ratusan tanaman obat yang di tata rapih di sebuah rak besar yang menutupi seluruh dinding ruangan.


"Disinilah tempat mu bekerja. Dengan menggunakan tungku besar ini Teman Chen bisa menghasilkan 100 obat dalam satu kali pembuatan. 100 obat itu sudah cukup untuk memenuhi pasokan beberapa cabang, sehingga satu kali kerja dalam satu hari sudah cukup, sehingga teman Chen bisa datang lagi di minggu selanjutnya."

__ADS_1


"Apakah ada obat tertentu yang bisa ku buat seusai arahan Tuan Fei ?"Tanya Xiao'Chen.


"Untuk hari pertama, aku ingin Teman Chen membuat pil bulan. Aakhir-akhir ini Pil bulan sedang banyak di cari karena beberapa wilayah di daerah ini sedang mengalami peperangan kecil akibat serangan Aliran hitam. Pil bulan memiliki khasiat dalam hal regenerasi, dengan darah Fenixs mu, aku yakin obat ini akan memiliki daya regenerasi yang lebih kuat. Terlebih cara pembuatannya juga mudah karena sudah tercantum dalam kitab yang kuberikan kepadamu, bagaimana teman Chen ?"


Xiao'Chen mengangguk, menyanggupi permintaan Jun'Fei.


"Ini bukan masalah bagiku, aku akan mulai sekarang juga."


"Baiklah kalau begitu, aku akan memberikan ruang untuk teman Chen bekerja. Jika ada apa-apa katakan saja, aku ada di ruangan utama Asosiasi."


"Baik Tuan Fei."Xiao'Chen dan A'Ling menangkup tinju.


Sementara Jun'Fei mengangguk dan tersenyum, lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan pembuatan obat.


Xiao'Chen menatap A'Ling."Sangat disayangkan, kurasa aku akan membutuhkan bantuan mu."


A'Ling tersenyum kesal."Jika butuh bantuan katakan saja, jangan seperti kau terpaksa melakukannya."


Xiao'Chen hanya diam, iapun lalu mengeluarkan kitab 1000 pengetahuan obat-obatan dari udara kosong, untuk kemudian mencari halaman yang menjelaskan tentang cara dan bahan pembuatan obat bulan.


"Ini tidak seperti kau meminta tolong padaku, malah seperti menyuruh seorang pembantu."Ucap A'Ling kesal mendengar nada ucapan Xiao'Chen.


Xiao'Chen menghela panjang, lalu tersenyum manis."Tolong ya.."


Melihat pemandangan indah di hadapannya membuat waktu seolah berhenti bagi A'Ling, kekesalannya pun seketika hilang dan digantikan dengan rasa semangat yang datangnya entah dari mana.


"Akan segera ku lakukan !!"Ucap A'Ling dengan semangat.


Lalu mengambil sebuah keranjang yang tersedia dan segera mengambil bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat obat bulan.


Xiao'Chen berjalan ke arah tungku, ia juga mulai melakukan pekerjaannya. Dengan konsentrasi Xiao'Chen mengaliri tangan kanannya dengan mana dan mengeluarkan api merah ganas yang bergejolak tampak liar. Xiao'Chen mengambil nafas dalam lalu mengeluarkannya pelan-pelan untuk mengendalikan emosinya karena dengan begitu api jiwa bisa di kendalikan.


"Benar begitu tuan. Pusatkan konsentrasi mu pada satu titik, lalu atur dengan pikiran mu. Jika kau menginginkan api di tanganmu membesar maka bayangkan api itu membesar, begitupun sebaliknya."Fenixs memberikan arahan untuk membantu Xiao'Chen yang masih kesulitan mengendalikan api langka miliknya.


Xiao'Chen mengikuti arahan Fenixs dan memperluas kesadarannya hingga akhirnya berhasil mengendalikan api jiwa yang sempat akan mengamuk.

__ADS_1


Segera bagian bawah tungku di bakar oleh api yang dikendalikan oleh Xiao'Chen, di saat yang bersamaan A'Ling datang membawa semua bahan yang diperlukan. Mengetahui Xiao'Chen masih kesulitan mengontrol api jiwa, A'Ling lalu mengajukan diri untuk membantu lagi.


"Biarkan aku membantumu memasukkan bahan-bahannya, katakan saja apa yang duluan dimasukkan, kau fokus saja mengendalikan apinya."


Xiao'Chen tersenyum menantang dengan keringat bercucuran."Apakah aku terlihat sedang kesusahan diamata mu ?"


"Iya. Makanya aku mengajukan diri untuk membantumu lagi."


Xiao'Chen yang mendengar itu seolah merasa tubuhnya di sambar petir dan membatu. Sementara Fenixs menggeleng-gelengkan kepala sembari mengusap wajah dengan sayapnya.


"Kali ini kau gagal keren, Tuan."


Xiao'Chen segera menguasai dirinya lagi dan berusaha untuk bersikap seperti biasa meski sempat merasa terpukul."Baiklah kali ini saja, aku akan membiarkan mu hidup karena telah berani menghina ku. Sekarang bantu aku memasukkan Ginseng emas sebanyak 20 buah, lalu di susul dengan Daun wajah singa 20 lebar. Tunggu selama 10 menit baru masukkan Jantung tebing sebanyak 20 buah dan Kulit pohon maple sebanyak 20 keping."


Dengan telaten A'Ling mengikuti semua arahan Xiao'Chen dan tidak melakukan sedikitpun kesalahan, keduanya bekerjasama dengan baik, saling tolong menolong hingga ketika matahari sudah terbenam pekerjaan merekapun selesai lebih cepat dari perkiraan.


"Akhirnya selesai,"Ujar A'Ling dengan nafas tersengal-sengal, sambil terduduk dengan wajah penuh keringat.


Xiao'Chen lalu datang dan memberikan sebotol air kepada A'Ling."Tadi ku temukan di jalan, daripada di buang lebih baik kuberikan ke orang membutuhkan."


A'Ling mengambil botol itu dengan merampasnya. Lalu dengan kesal berkata."Terimakasih ya Tuan muda baik hati.. Aku penasaran orang bodoh mana yang mau membuang sebuah botol kemasan baru yang masih tersegel."


"Bilang saja jika kau tidak mau, aku tidak keberatan mengambilnya lagi darimu."


Mereka berdua pun malah memperebutkan botol air, hingga suara tepukan tangan membuat perkelahian mereka berhenti.


Dari arah pintu masuk, Jun'Fei berjalan ke arah Xiao'Chen dan A'Ling sambil bertepuk tangan."Sungguh luar biasa. Hanya butuh kurang dari 3 jam untuk membuat 100 obat, sungguh kehebatan api langka memang tiada duanya. Padahal sebelum ada Teman Chen, dibutuhkan 5 orang pembuat obat untuk melakukan yang seperti kalian lakukan, tapi tetap saja mereka baru selesai setelah 10 jam lamanya."


Jun'Fei melangkah menghampiri tungku dan mengambil satu buah obat bulan untuk di periksa. Terlihat kedua kelompok mata pria tersebut melebar, wajahnya tampak gembira."Hahaha ! Sudah kuduga, sudah kuduga !! Obat ini naik tingkatan dan khasiatnya meningkat pesat karena telah di campur dengan darah ajaib Fenixs, sangat berbeda dengan obat bulan buatan ku selama ini.. Meski obat buatan ku memiliki tingkatan yang jauh lebih tinggi dari punya teman Chen, tapi khasiatnya jelas berada di bawah dari yang ini. Darah Fenixs sungguh luar biasa !"


"Terimakasih Teman Chen, terimakasih ! Ambilah ini untuk kalian berdua."


Jun'Fei memberikan masing-masing 10 butir pil bulan kepada Xiao'Chen dan A'Ling.. Jun'Fei juga tidak lupa berterimakasih kepada A'Ling karena sempat melihat gadis itu membantu Xiao'Chen.


Xiao'Chen dan A'Ling membungkuk, lalu dengan serentak keduanya menangkup tinju."Terimakasih Tua Fei !"

__ADS_1


__ADS_2