PERJALANAN XIAO'CHEN

PERJALANAN XIAO'CHEN
SIAPA YANG BERKUASA ?


__ADS_3

Ketika berada di altar utama Xiao'Chen menyempatkan diri untuk melihat papan poin pengalaman, disana dia melihat 10 nama-nama murid yang tercantum sekaligus nilai poin yang mereka peroleh. Xiao'Chen hanya tertarik dengan 3 nama teratas, di peringkat pertama ada Wang'Lee dengan 550 poin pengalaman, kedua ada Tian'Yin dengan 400 poin pengalaman dan Qian'Yu dengan 350 poin pengalaman.


Sebelah sudut bibir Xiao'Chen sedikit terangkat, merasa sedikit terkejut melihat nama Qian'Yu tercantum dalam peringkat 3 besar di papan poin pengalaman.


"Tidak ku sangka wanita itu bisa masuk 3 besar pada papan poin pengalaman, padahal dia lebih mirip seperti anak cengeng ketimbang pendekar."


Merasa sudah cukup melihat-lihat, Xiao'Chen hendak ingin melanjutkan perjalanan keluar akademi menuju kota.. Namun ketika akan melangkah, Xiao'Chen di temui oleh A'Ling yang sejak tadi sudah memperhatikannya.


"Xiao'Chen, kebetulan sekali kita bertemu disini, aku belum sempat berterimakasih atas pertolongan mu sebelumnya."A'Ling berkata dengan malu-malu, membuatnya tampak sangat imut dan menggemaskan.


Xiao'Chen yang melihat tingkah aneh A'Ling yang bermain dengan jari-jemarinya merasa heran dengan dahi sedikit mengerut.


"Ada apa dengan sikap mu ? Lalu pertolongan apa yang kau maksud ??"Tanya Xiao'Chen dengan heran.


Merasa dirinya telah bersikap berlebihan hingga membuat Xiao'Chen menatapnya seperti melihat orang aneh, A'Ling segera berusaha untuk menguasai dirinya dan bersikap normal kembali.


"Ma-maaf sudah membuatmu merasa terganggu, hanya saja ini sedikit memalukan bagiku. Ak-aku tidak tau harus mulai darimana.."


Melihat raut wajah A'Ling yang malah menjadi seperti orang kepanikan membuat Xiao'Chen tambah heran.


"Kau membuang waktu ku."Xiao'Chen hendak melangkah pergi, namun A'Ling menahannya dengan menarik lengan pakaian Xiao'Chen.


Melihat sikap A'Ling yang tidak jelas membuat Xiao'Chen merasa sedang di olok-olok, iapun merasa kesal dan menatap A'Ling dengan dingin.


"Hei, apa yang kau lakukan ?"


Melihat tatapan dingin dari kedua mata Xiao'Chen, A'Ling langsung terkejut dan refleks melepaskan genggamannya dari pakaian Xiao'Chen.


"Ma-maaf, aku tidak bermaksud mengganggumu.."Sebelum A'Ling dapat menyelesaikan perkataannya, Xiao'Chen langsung memotong pembicaraan karena tidak ingin basa-basi untuk hal yang tidak penting.


"Cepat, langsung katakan saja intinya."Ucap Xiao'Chen berusaha untuk tetap sabar.


"Aku ingin mentraktir mu karena sudah membantuku menangani Icarus !!"Karena merasa terlalu di desak, A'Ling tidak sengaja meninggikan suaranya.


Sesaat setelah mengucapkan hal itu A'Ling tersentak dan kemudian sadar, iapun berpikir bahwa Xiao'Chen akan marah mengingat kesabarannya setipis tisu dibelah dua, bahkan A'Ling sampai tidak berani mengangkat kepala untuk sekedar menatap Xiao'Chen karena terlalu takut.


"Ftff.."


Disaat keadaan menjadi canggung dan hening, A'Ling tidak sengaja mendengar suara seseorang yang sedang menahan tawa, iapun mengangkat kepalanya dan tidak sengaja melihat Xiao'Chen tersenyum tipis hingga membuat waktu seolah berhenti bagi A'Ling.


"Tampan"Hanya itu yang ada di benak A'Ling ketika pertama kali melihat senyuman Xiao'Chen.

__ADS_1


Namun pemandangan langkah itu hilang ketika Xiao'Chen berjalan pergi membelakangi A'Ling.


"Kau tidak akan bisa mentraktirku jika terus berdiri disana."Ucap Xiao'Chen.


Meski Xiao'Chen tidak menerima tawarannya secara langsung, mendengar pemuda itu berkata demikian menandakan kalau ia tidak keberatan dengan keinginan A'Ling yang ingin mentraktirnya.


A'Ling bergegas berlari kecil untuk menyusul Xiao'Chen, lalu berjalan beriringan bersamanya.


Untuk sampai ke kota, Xiao'Chen dan A'Ling harus melewati beberapa area di akademi Scarlet untuk menuju ke gerbang utama yang berada di selatan. Tidak ada hambatan selama dalam perjalanan, semuanya berjalan mulus hingga Xiao'Chen dan A'Ling sampai di kota tujuan.


Segera suasana berubah hiruk dan begitu hidup, banyak orang terlihat berjalan mengitari jalanan kota. Tua, muda, sepasang kekasih, murid akademi bahkan orang jomblo terlihat berlalu lalang dengan kesibukan dan tujuannya masing-masing. Jujur untuk seseorang yang baru pertama kali melihat seperti apa dan bagaimana suasana kota, Xiao'Chen merasa cukup kagum karena dapat menemukan banyak gerai yang menjual bermacam-macam barang, gerai-gerai itu terlihat berjejer rapih di kiri dan kanan jalan. Karena selama tinggal di kota Ashura Xiao'Chen hanya mengenal toko kecil yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari.


"Sangat ramai disini, juga terdengar banyak suara yang mengganggu, terlebih tercium bau yang bercampur aduk."Gerutu Xiao'Chen karena baru merasakan hal baru seperti berjalan-jalan di kota.


A'Ling tersenyum mendengar kekesalan Xiao'Chen, iapun menjelaskan."Memang beginilah suasana kota, selalu ramai dan bising. Lalu kau pikir kota itu seperti apa ?"


"Tempat penjualan wanita dan budak-budak."Kata Xiao'Chen singkat, membuat A'Ling segera tersenyum canggung mendengarnya.


Tentu Xiao'Chen tidak bermain-main dalam perkataannya karena memang sejak ia kecil ayah angkatnya selalu bercerita jika seorang anak kecil pulang terlambat ketika malam tiba, maka seseorang akan menangkapnya dan memasukkannya ke dalam karung untuk di jual ke kota sebagai budak atau sebagai wanita malam.


"Siapa yang mengatakan itu padamu ?"Tanya A'Ling masih dengan senyum canggungnya.


"Ayahku."Jawab Xiao'Chen singkat.


A'Ling mengerti mengapa Xiao'Chen berpikir demikian karena latar belakangnya yang tidak pernah pergi ke kota, sehingga A'Ling mencoba untuk meluruskan pemahaman Xiao'Chen agar ia tidak salah tanggap.


"Kurasa ayahmu sedikit keliru ketika menggambarkan seperti apa kota sebenarnya. Mungkin memang benar ada tempat yang menjual wanita seperti yang kau katakan, tapi itu bukan hal yang sering ada di kota.. Maksudku hanya sebagian tempat saja, selebihnya kebanyakan toko dan perumahan penduduk dan klan."


Xiao'Chen sedikit melirik ke arah A'Ling."Kau berbicara seperti seorang guru. Sekarang tugasmu adalah mengantar ku ke asosiasi alkhemis Jun'Fei, ada sesuatu yang perlu ku urus disana."


Tanpa banyak bertanya tentang urusan yang ingin Xiao'Chen lakukan, A'Ling hanya mengangguk dan mengantar Xiao'Chen menuju asosiasi alkhemis Jun'Fei. Selama diperjalanan ada banyak pasang mata yang melihat ke arah Xiao'Chen, terutama wanita dan pria yang memiliki kelainan pada burungnya. Ketika melihat wajah tampan Xiao'Chen, mereka seakan seperti sedang melihat patung berjalan yang memancarkan aura keagungan dari sorot matanya yang tajam seolah tidak ingin di ganggu. Sementara A'Ling yang berjalan di sebelah Xiao'Chen merasa dirinya sedang berkencan dengan pemuda tersebut, karena dilihat dari manapun mereka terlihat seperti sepasang kekasih, apalagi warna seragam Akademi memang di dibuat sama untuk laki-laki maupun perempuan.


'Aku benar-benar malu. Meski saat ini kami hanya sekedar teman, tetap saja rasanya aneh ketika berjalan bersama.. Apalagi semua orang menatap ke arah kami, ugh.. Aku akan pingsan jika seperti ini,'Batin A'Ling dengan wajah merah merona menahan malu.


Setelah berjalan kurang lebih 15 menit, sampailah Xiao'Chen didepan sebuah asosiasi yang terbilang cukup besar.. Asosiasi itu bernama Terang Bulan.


"Asosiasi terang bulan.."Ujar Xiao'Chen dengan pelan.


Tanpa berlama-lama Xiao'Chen berjalan memasuki Asosiasi tersebut, seorang wanita cantik terlihat berdiri di balik meja resepsionis.. Ketika melihat sepasang muda-mudi berjalan masuk, gadis resepsionis itu segera menyambut.


"Selamat datang di Asosiasi terang bulan, apakah Tuan dan Nona sedang mencari obat ? Kami memiliki banyak obat dari berbagai macam jenis serta khasiat yang berbeda-beda. Saya bisa mengajak Tuan dan Nona berjalan-jalan melihat obat buatan kami, jika mau."

__ADS_1


"Dimana Alkhemis Jun'Fei ? Aku ingin menemuinya karena ada sedikit urusan."


Mendengar bahwa pemuda tampan yang baru memasuki Asosiasi itu ingin menemui Alkhemis Jun'Fei dan bukannya ingin membeli obat, wanita resepsionis itu merasa keheranan.


"Maaf, hanya orang tertentu yang bisa menemui Alkhemis Jun'Fei."


Mendengar itu sebelah alis Xiao'Chen terangkat."Aku sudah membuat janji dengan pria tua itu sebelumnya, bergegaslah panggil dia kemari."


Melihat Xiao'Chen yang begitu memaksa, wanita resepsionis itu sedikit terpancing emosi."Maaf Tuan, itu diluar tanggung jawabku. Untuk menemui Alkhemis Jun'Fei, Tuan harus memiliki plakat khusus yang hanya dimiliki Alkhemis Jun'Fei sebagai penanda kalau Tuan memang benar tamu nya. Terlebih sepertinya Tuan masih anak di bawah umur, tidak mungkin Alkhemis Jun'Fei mau melirik anda apalagi sampai membuat perjanjian dengannya."


"Kau mengejek ku ?"Xiao'Chen menatap dingin perempuan di hadapannya.


Perempuan resepsionis itu berbalik menatap Xiao'Chen dengan dingin."Aku hanya mengatakan hal yang ku anggap benar, sebaiknya Tuan keluar sekarang."


"Jika aku tidak mau ?"Xiao'Chen tersenyum menantang.


Perempuan resepsionis itupun mengangkat sebelah tangannya seakan memberikan sinyal. Lalu dengan cepat dan entah datang dari mana, 5 orang pria dewasa berpakaian hitam terlihat mengelilingi Xiao'Chen dan A'Ling.. Kelima orang itu berada di Ranah Basic Changes tingkat 5 dengan masing-masing terlihat tidak segan memperlihatkan rupa Roh Kultivasi mereka untuk mendominasi mental Xiao'Chen.


"Kalian ini memang sangat senang memancing emosi seseorang."Ujar Xiao'Chen.


Xiao'Chen yang sudah merasa kesal sejak awal segera mengeluarkan Roh Kultivasi nya yang berbentuk burung berukuran sedang dengan bulu merah berapi-api, sekaligus menciptakan area Intimidasi yang langsung menekan semua orang di dalam Asosiasi yang dikehendakinya kecuali A'Ling. Segera semua orang tercengang dengan tubuh mematung serta nafas terasa sesak akibat efek dari area Intimidasi Xiao'Chen, mereka merasa tidak percaya dengan yang mereka lihat. Seorang anak berumur 10 tahun yang baru berada di Ranah Intial elemen tingkat 3 memiliki Roh Kultivasi seekor Fenixs, dan mampu menekan lawan yang memiliki Ranah Basic Changes tingkat 5 dengan sangat mudahnya.


Tidak berselang lama setelah kegaduhan terjadi di dalam Asosiasi terang bulan, dari arah pintu masuk.. Alkhemis Jun'Fei terlihat berjalan masuk dengan senyuman canggung melihat kejadian di dalam, dimana semua anak buahnya tidak berdaya di bawah tekanan area Intimidasi Xiao'Chen.


"Teman Chen, bisa tolong lepaskan anak buah ku ?"Kata Alkhemis Jun'Fei, satu-satunya orang yang tidak terpengaruh area Intimidasi Xiao'Chen.


Melihat Alkhemis Jun'Fei telah datang dan berjalan menghampirinya, Xiao'Chen segera menarik Roh Kultivasi sekaligus area intimindasi miliknya.. Dan seketika membuat semua bawahan Jun'Fei dapat kembali bernafas lega.


Xiao'Chen segera menangkup tinjunya dan sedikit membungkuk ke arah Alkhemis Jun'Fei, begitupun dengan Alkhemis Jun'Fei ia melakukan hal yang sama dengan Xiao'Chen.


"Maaf atas kelancangan bawahan ku teman Chen, mereka memang dibuat patuh dengan peraturan sehingga dengan tidak sengaja telah membuat mu susah. Awalnya aku ingin memberikan sebuah plakat khusus kepadamu agar orang-orang ku percaya kalau kau adalah tamuku. Namun sebelumnya aku hanya membawa beberapa plakat yang paling rendah statusnya, sehingga aku tidak jadi memberikannya kepadamu karena kupikir tidak pantas memberikan orang sepenting dirimu plakat paling rendah.. Tapi sepertinya keputusan ku juga tidak terlalu bagus, sekali lagi aku minta maaf atas ketidak nyamannya."


Melihat seorang Alkhemis terkenal, sekaligus pemilik Asosiasi tersohor berbicara dengan sangat sopan kepada seorang anak muda yang ada di hadapannya seolah tidak ingin menyinggung pemuda tersebut.. Membuat kelima penjaga sebelumnya merasa terkejut sekaligus tidak percaya, karena mereka tidak pernah melihat Alkhemis Jun'Fei bersikap sangat sopan seperti itu bahkan ketika dia berbincang dengan petinggi kerajaan sekalipun. Terlebih wanita resepsionis sebelumnya yang terlihat sudah menggigil dengan wajah pucat akibat baru mengetahui bahwa pemuda yang sempat dia remehkan tadi adalah orang terpenting Alkhemis Jun'Fei.


"Suatu kehormatan bagiku dapat mendatangi Asosiasi Tuan Fei yang sepertinya sangat tersohor ini."Xiao'Chen tersenyum tipis.


Jun'Fei membalas senyuman."Teman Chen terlalu memuji, Asosiasi ini tidak begitu di kenal. Tapi terimakasih atas respon positif teman Chen terhadap Asosiasi ku yang tidak seberapa."


Xiao'Chen mengelus dagu dan berekspresi seperti terganggu dengan sesuatu."Asosiasi ini akan lebih bagus jika pelayanannya ramah."


Mendengar itu Alkhemis Jun'Fei mengangguk dan tersenyum."Aku mengerti."

__ADS_1


Alkhemis Jun'Fei lalu memerintahkan kelima orang tadi untuk membawa gadis resepsionis sebelumnya pergi dari Asosiasi.. Gadis itu hanya bisa menurut tanpa perlawanan ketika digiring pergi, meski kehilangan pekerjaan itu lebih baik baginya ketimbang kehilangan nyawa.


__ADS_2