PERJALANAN XIAO'CHEN

PERJALANAN XIAO'CHEN
7.PIDATO SINGKAT


__ADS_3

Setelah melewati banyak tempat yang berbeda, akhirnya Xiao Chen menemukan seorang pria tua disebuah ruangan seperti perpustakaan.


Pria itu sedikit mengangkat kepala ketika melihat Xiao Chen berjalan memasuki ruangan. Segera Xiao Chen menghampiri kakek tua yang duduk dibelakang meja resepsionis itu.


"Kau murid baru ?"Kakek itu bertanya karena masih merasa asing dengan Xiao Chen.


"..."Xiao Chen hanya diam, kemudian meletakkan kunci asramanya di atas meja resepsionis.


Kakek tua itu meraih kunci asrama


Xiao Chen."Ternyata kau tidak terlalu banyak bicara."Ucapnya sambil melihat sebuah nomor pada kunci di tangannya.


"Nomor 113. Wah, nomor yang bagus. Sepertinya kau beruntung karena tempat tinggal mu berada di lantai paling atas di bagian barat asrama. Pergilah ke tempat itu dan cari kamar dengan nomor 113, itulah tempat tinggal mu."Pria tua itupun mengembalikan kunci ditangannya kepada Xiao Chen.


Setelah mendapatkan kembali kuncinya. Xiao Chen berjalan pergi menuju ke tangga dasar untuk pergi ke bagian barat asrama, karena kini dirinya sedang berada di bagian timur.


Setelah berjalan cukup lama. Akhirnya berhasil Xiao Chen menemukan tempat tinggal miliknya yang berposisi di lantai paling atas, dari sana dia bisa melihat hampir seluruh bagian akademi.


Bukan hanya tempat tinggal Xiao Chen yang berada di lantai atas, namun masih ada banyak kamar lain sehingga dirinya tidak sendirian disana.


Segera Xiao Chen membuka pintu tempat tinggalnya. Iapun menemukan sebuah ruangan luas seperti ruangan tamu, sebuah ruangan tengah serta ruangan kamar mandir dan kamar tidur.


"Tempat ini cukup mewah,"Gumam Xiao Han, kemudian berjalan menuju ke pintu kamar tidur.


Setelah dibuka, Xiao Chen terdiam ketika menemukan seorang pemuda biasa sedang tidur di sebuah kasur.


Pemuda itu sontak terbangun menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikannya.


Iapun tersenyum lebar melihat ke arah Xiao Chen, karena sudah lama tidak memiliki teman asrama.


"Selamat datang teman ! Akhirnya aku memiliki teman sekamar,"


Pemuda itu nampak jingkrak-jingkrak karena kegirangan, membuat Xiao Chen merasa tidak nyaman jika harus sekamar dengannya.


"Nama ku Cheng Qi, gomong-ngomong siapa nama mu, teman ?"


"Xiao Chen,"


"Apa kau akan tinggal disini ?"Cheng Qi nampak sangat berharap.


"Ya, selama kau tidak menggangu kehidupan ku disini."


"Tenang saja teman Chen, aku tidak akan pernah mengganggumu. Aku berjanji."Ucap Chen Qi terlihat tidak meyakinkan.


Sambil berjalan ke arah kasurnya yang terpisah dari kasur Chen Qi, Xiao Chen menghela merasa kehidupannya akan semakin berat dengan adanya Cheng Qi yang sangat penasaran.


Segera Xiao Chen merebahkan tubuhnya ke atas kasur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, namun suasana berubah 160° ketika Chen Qi membuka mulut.

__ADS_1


"Dari mna kau berasal ? Siapa nama kedua orang tua mu ? Kapan kau sampai ? Apa hujud roh kultivasi mu ? Apa makanan kesukaan mu ? Kalau minuman ? Apa ada gadis yang kau suka ? Lalu apa tingkatan kultivasi mu ?"


Pusing dengan ocehan Chen Qi yang tidak ada habisnya, sontak Xiao Chen beranjak dari kasur dan berjalan keluar kamar.


"Teman, mau kemana kau ? Baiklah sampai jumpa nanti,"


Setelah berada diluar kediaman nya.


Xiao Chen merasa kesal memikirkan dirinya harus bersama Chen Qi selama bertahun-tahun, padahal satu jam saja tidak kuat.


"Sepertinya aku butuh udara segar..."


Demi menyenangkan pikirannya yang kacau, Xiao Chen berjalan pergi meninggalkan asrama menuju taman sebelumnya.


Sesampainya di taman, ternyata di sana masih ramai namun terkesan lebih damai dan tenang. Sehingga Xiao Han bisa beristirahat untuk sesaat.


Xiao Chen merebahkan tubuhnya di atas kursi panjang,"Paling tidak ini lebih nyaman ketimbang harus sekamar dengan orang aneh."


Setelah berhasil tidur kurang-lebih selama 2 jam. Akhirnya Xiao Han membuka mata setelah di bangunkan oleh seseorang.


Begitu nyawa Xiao Chen berkumpul seutuhnya, iapun menemukan seorang wanita dewasa berparas sangat cantik berdiri di samping kursi dengan raut marah sambil melipat kedua tangan di depan dada.


"Apakah kau tuli ? Bel pelajaran sudah dimulai setengah jam yang lalu dan kau malah tidur di saat murid lain sedang belajar ?!"


Xiao Chen mengucek mata, sambil mengubah posisinya untuk duduk."Ada apa dengan singa ini ? Kenapa dia marah-marah ??"


"Sudahlah tidur saat jam pelajaran berlangsung, lalu menghina ku dengan sebutan singa. Seharusnya kau ku hukum, namun karena wanita cantik ini sedang baik hati maka aku akan memaafkan mu untuk kali ini."


"Tidak di maafkan juga tidak apa-apa,"


"💢"


*******


Altar utama pelatihan, terlihat semua murid akademi scarlet berkumpul di sana dan berbaris begitu rapih menggunakan seragam akademi.


Tidak berselang lama, dari depan barisan muncul seorang guru wanita bersama dengan Xiao Chen yang di seret dengan cara dijewer.


Sontak semua murid akademi menahan tawa akan hal tersebut, hanya A Ling yang nampak sangat khawatir dengan keadaan Xiao Chen.


Salah satu guru laki-laki berjalan menghampiri guru wanita itu, kemudian dia bertanya.


"Apa yang terjadi, guru Mei ?"


"Ah, anak ini bolos dan tidur di taman."


"Benarkah itu nak ? Bisakah kau mengatakan alasannya ?"Guru laki-laki itu bertanya sambil menatap Xiao Chen.

__ADS_1


"Aku adalah murid baru, jika tau kalau bel tadi adalah tanda kalau pelatihan sedang dimulai. Maka aku tidak akan di sini,"


Xiao Chen terlihat kesal.


Sontak kedua guru itu merasa tidak enak, terlebih lagi guru Mei yang tidak mau mengalah.


"Kenapa kau tidak mengatakan hal ini dari tadi ?"


Xiao Chen tersenyum dengan kesal.


"Murid ini akan dengan senang hati mengatakannya jika seekor singa tidak menerkam dan membawa ku ke sini tanpa mengijinkan ku bicara."


Guru Mei hanya diam, merasa bersalah karena sudah mengambil keputusan semaunya.


Sementara guru laki-laki sebelumnya terlihat menggeleng diiringi helaan.


"Sebaiknya lain kali kau harus belajar mengontrol amarahmu Mei, anak ini pasti sangat malu mengingat ini adalah kesan pertamanya terhadap murid lain."


Guru Mei terlihat bersalah,"Ma-maafkan aku, lain kali aku tidak akan mengulanginya."


Meski merasa sedikit kesal Xiao Chen hanya diam, karena memarahi atau mencela guru Mei tidak akan mengulangi kesalahan sebelumnya.


Guru laki-laki menatap Xiao Chen."Nama ku Yu Feng, kau bisa pergi ke barisan laki-laki untuk menunggu pidato singkat dari ku sebelum kembali ke kelas."


Xiao Chen hanya diam kemudian berjalan menuju barisan laki-laki. Terlihat A Ling berdiri di sampingnya, sambil melirik ke arah Xiao Chen.


"Apa yang terjadi tadi ?"Tanya gadis itu setengah berbisik.


"...."Xiao Chen hanya diam, tidak ingin menceritakan kejadian tersebut.


Tidak berselang lama guru Yu Fang memulai pidato singkatnya dengan mengalirkan sejumlah mana ke area tenggorokan agar suaranya dapat di dengar semua murid.


"Selamat siang murid-murid sekalian. Seperti biasa pelajaran kita pada hari ini adalah mengenai hukum area domain / intimidasi yang bisa merugikan lawan namun menguntungkan bagi penggunanya.


2 Jam kemudian...


"Jadi dapat di simpulkan kalau semua pendekar memiliki area domain yang bervariasi tergantung keunggulan dari roh kultivasi masing-masing."


1 Jam kemudian....


"Intinya area domain setiap pendekar memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Area domain normal mampu mengurangi kemampuan lawan yang terperangkap didalam area domain sampai ke tingkat tertentu. Namun ada juga domain yang memiliki tipe unik, siapapun yang berada di dalam area domain ini maka speed, strength, heal akan meningkatkan sampai ke tingkat tertentu, tetapi domain jenis ini tidak akan mempengaruhi lawan karena hanya berkerja untuk tim atau penggunaanya sendiri."


30 Menit kemudian...


"Sekian dulu pidato singkat saya hari ini, pelajaran dilanjutkan ke kelas masing-masing."


Urat-urat wajah Xiao Chen terlihat bermunculan, hanya dia yang nampak masih berdiri sedangkan semua murid yang Lin terlihat duduk karena merasa kelelahan.

__ADS_1


"Pidato singkat apanya si4lan."


__ADS_2