
Begitu selesai mengantar A'Ling sampai ke kediamannya yang berada di asrama perempuan, Xiao'Chen bergegas pergi menuju asrama laki-laki karena malam mulai larut dan udara semakin dingin. Di perjalanan pulang terbesit di pikiran Xiao'Chen tentang apa yang terjadi pada dirinya ketika berada di kedai ramen sebelumnya, karena ia sempat merasakan dorongan yang kuat untuk melakukan sesuatu terhadap A'Ling akan tetapi untungnya pelayan tadi datang dan menghentikan mereka.
"Apakah aku terlalu terbawa suasana ? Padahal sebelumnya tidak pernah seperti itu."Gumam Xiao'Chen.
"Menurutku kemungkinan besar kejadian yang menimpamu dan nona A'Ling ada kaitannya dengan efek pil bulan, tuan. Karena ada sebagian pil yang memiliki efek samping meski tidak di konsumsi."Sahut Fenixs.
Mendengar penjelasan dari Fenixs membuat Xiao'Chen merasa penasaran karena selama ini dirinya hanya mengetahui kalau efek pil akan terasa khasiatnya apabila sudah di konsumsi. Rasa penasaran itupun mendorong Xiao'Chen untuk membuka kitab 1000 pengetahuan obat-obatan guna mencari tau kebanaran yang dikatakan Fenixs, Xiao'Chen lantas mencari halaman yang membahas pil bulan dan setelah didapatkan, ternyata memang benar pada kitab tertulis bahwa aroma dari pil bulan bisa membuat seseorang merasa sangat bergairah.
"Untungnya efek ini tidak bersifat permanen dan akan hilang setelah beberapa jam. Lalu disini juga tertulis apabila pil bulan disimpan di tempat yang tertutup maka aromanya tidak akan menyeruak,
Berkat penjelasan dari kitab 1000 pengetahuan obat-obatan yang lengkap dan akurat membuat Xiao'Chen dengan cepat dapat menemukan akar masalahnya, pil bulan yang di berikan Jun'Fei sebelumnya tidak langsung ia masukan ke dalam cincin penyimpan melainkan hanya di simpan di dalam saku dan di balut dengan sebuah kertas. Belajar dari kesalahan, Xiao'Chen segera menyimpan pil bulan ke dalam cincin penyimpan untuk menghindari kejadian seperti sebelumnya.
Xiao'Chen bergegas, mempercepat langkahnya karena di luar mulai semakin dingin. Beberapa menit kemudian, sampailah Xiao'Chen di kamarnya.. Terlihat Cheng'Qi sudah tertidur dengan posisi tidak teratur, serta beberapa kitab terlihat berada di atas tubuhnya.
"Sepertinya dia sudah membaca kitab-kitab itu, aku sedikit penasaran dengan perkembangannya."Gumam Xiao'Chen, lalu berjalan ke arah kasurnya dan segera mengambil posisi bersila.
Xiao'Chen lalu mengeluarkan sebuah botol kaca kecil berisi beberapa butir obat giok permata hijau dari udara kosong."Sebelumnya aku telah berhasil diam-diam membuat pil ini di tempat alkhemis Jun Fei bersamaan dengan pil bulan, sengaja ku sembunyikan cara membuat pil ini dari pria itu karena setelah pil ini tidak berguna bagiku, barulah akan ku beritaukan hal ini kepadanya, tentunya dengan sedikit imbalan yang menggiurkan. Sekarang akan ku coba khasiatnya."
"Baik, tuan. Aku juga akan membantumu menyerapnya.. Agar lebih aman, sebaiknya tuan memakan obat itu satu-persatu secara bertahap."Jelas Fenixs, alih-alih mendengarkan perkataan Fenixs, Xiao'Chen justru menelan semua obat giok permata hijau yang ada sekaligus, membuat Fenixs terkejut melihatnya.
"Tu-tuan, kau akan sakit perut jika berlebihan seperti itu."
Xiao'Chen mengerutkan dahinya dan nampak tidak perduli."Cepat, bantu aku menyerapnya."
"Ba-Baik Tuan."
__ADS_1
Xiao'Chen memejamkan matanya, tubuhnya mulai memancarkan cahaya kemerahan seperti api yang menandakan kalau Fenixs sudah mulai melakukan tugasnya menyerap semua obat giok permata hijau yang ada.
Selama semalaman Xiao'Chen tetap berada dalam posisi bertapa, hingga keringat terlihat mulai membasahi wajahnya.. Hingga beberapa saat kemudian terdengar rentetan suara ledakan tertahan dari dalam tubuh Xiao'Chen yang menandakan kalau dirinya baru saja menerobos. Setelah semua khasiat obat giok permata hijau habis, Xiao'Chen mulai membuka mata dan segera dapat merasakan kekuatan mengalir di dalam tubuhnya.
Xiao'Chen tersenyum puas sembari mengepalkan sebelah tangannya."Rasanya sungguh luar biasa. Karena hanya menggunakan 5 butir pil giok permata hijau tenaga dalam ku berhasil naik sebanyak lima puluh lingkaran, di tambah dengan tenaga dalam yang kumiliki sebelumnya, sekarang aku memiliki lima puluh lima lingkaran tenaga dalam yang setara dengan berkultivasi selama 4 setengah tahun.. Ini berkat kemampuan alami Fenixs yang mampu membuat khasiat obat giok permata hijau menjadi 2 kali-lipat lebih hebat, sehingga satu obat bisa meningkatkan 10 lingkaran tenaga dalam.. Bahkan karena hal ini jugalah, aku berhasil menerobos hingga ranah Intial Elemen tahap akhir dalam satu malam ! Bagaimana jika hal yang sama kulakukan setiap malam, akan sehebat apa efeknya, ya ?
Mendengar apa yang di katakan Xiao'Chen, Fenixs menjelaskan."Maaf jika perkataan ku dirasa membuat semangatmu hilang, tuan. Tapi dari yang ku tau, hasilnya tidak akan sejelas seperti sekarang, karena semakin tinggi ranah / tingkatan tuan maka untuk naik ke tingkatan selanjutnya akan lebih lama dan sulit, dibutuhkan obat / pil yang lebih hebat dari obat giok permata hijau jika tuan ingin peningkatannya menjadi secepat sekarang."
Mendengar penjelasan dari Fenixs, Xiao'Chen mengangguk pelan dan mulai paham, iapuan berkata."Tidak perlu meminta maaf, jujur saja sebenarnya meski begini aku masih buta dengan hal-hal yang berbau kultivasi tapi untungnya kau memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas, mungkin dengan bantuan mu aku akan lebih cepat mengerti, kedepannya aku akan semakin merepotkan mu."
Mendengar perkataan Xiao'Chen entah kenapa Fenixs merasa sangat gembira, dirinya tau kalau Xiao'Chen bukan tipikal orang yang bisa memuji secara terus-terang namun itu saja sudah cukup untuk membuat dirinya senang, kemudian dengan penuh semangat Fenixs berkata."Aku adalah Roh jiwa tuan ! Tentu aku akan selalu membantu tuan apapun resikonya !"
"Kau terlalu berlebihan menanggapinya, apa yang telah kulakukan hingga membuat mu merasa begitu senang ? Tapi terimakasih aku menghargai semangat mu."Xiao'Chen menatap ke arah jendela, ternyata matahari sudah tepat berada di atas cakrawala dimana seharusnya ia sudah berada di lapangan pelatihan sebelum pajar.
"Kau sudah bangun ?"
"Kenapa kau masih di sini ?"Tanya Xiao'Chen.
"Saudara, sejak tadi pagi aku melihat mu berkultivasi dengan sangat serius sehingga aku tidak mau mengganggu, jadi aku memutuskan untuk menunggumu sampai selesai berkultivasi. Tapi sekarang kita berada dalam masalah basar, guru pengawas sedang berusaha membuka pintu, jika tertangkap maka kita akan di hukum."Ujar Cheng'Qi dengan raut wajah mulai panik karena merasa dorongan dari luar pintu semakin kuat dan sulit untuk di tahan.
Xiao Chen berpikir sangat keras, iapun menemukan sebuah cara untuk kabur ketika melihat jendela. Xiao Chen kemudian bergegas mendorong sebuah meja untuk menahan pintu lalu menarik tangan Cheng'Qi dan menyeretnya untuk lompat lewat jendela.
Keduanya jatuh dan terjun bebas dari ketinggian asrama, Cheng'Qi yang takut ketinggian berteriak minta tolong kepada ibu dan ayahnya. Xiao'Chen yang melihat dibawah terdapat dahan pohon yang bisa ia gunakan untuk bertumpu langsung membopong tubuh Cheng'Qi, kemudian dengan teknik peringan tubuh Xiao'Chen memanfaatkan dahan pohon untuk bergerak menuju lapangan pelatihan.
Sesampainya di lapangan pelatihan, Xiao'Chen melihat semua murid sudah berbaris rapih, pandangan mereka semua tertuju pada Xiao'Chen dengan mulut terperangah melihatnya bisa melayang di udara. Kemudian dari arah samping sebuah serangan energi berbentuk sabit melesat ke arah Xiao'Chen. Dalam seperkian detik untungnya Xiao'Chen berhasil menghimpun energi pada tangan kanannya dan berhasil menghalau serangan itu dengan cara meninjunya, akan tetapi Cheng'Qi harus terjatuh ke bawah dan meringis kesakitan memegangi pinggangnya.
__ADS_1
*Tep
Xiao'Chen mendarat di dekat Cheng'Qi yang masih meringis kesakitan memegangi pinggangnya, tidak lama datang Patriack dengan raut tampak tidak senang ketika menatap Xiao'Chen dan Cheng'Qi.
"Murid Chen, kau membuat masalah lagi ?"
Xiao'Chen dan Cheng'Qi langsung membungkuk sambil menangkup tinju."Hormat pada patriack."
Tak lama berselang datanglah beberapa guru pengawas dengan nafas terengah-engah, satu dari kelima guru pengawas berseru."Akhirnya tertangkap kau anak nakal."
Patriack menatap ke arah guru pengawas yang datang, membuat mereka semua seketika langsung membungkuk memberi hormat karena baru menyadari kehadiran Patriarck yang sangat mereka hormati.
"Hormat pada Patriack."Kata kelimanya serentak.
"Adakah dari kalian yang bisa menjelaskan bagaimana anak ini bisa lolos dari kalian ?"
"Maaf Patriack, harusnya kami bisa lebih cekatan dalam menjalankan tugas.. Tapi anak itu dengan nekat lompat dari jendela asrama, kami pikir mereka berdua sudah mati mengingat jarak mereka melompat sangat tinggi, tapi murid Chen ternyata bisa menggunakan teknik peringan tubuh dan meloloskan diri dengan melompat dari pohon ke pohon, terlebih dia juga membawa seorang temannya yang terlihat penakut."
Mendengar itu Cheng'Qi mengangkat jari tengahnya kepada guru pengawas yang mengejeknya penakut, membuat guru itu merasa geram dan melotot ke arahnya.
Mendengar penjelasan guru pengawas membuat Patriack merasa pusing sambil memegang kepala dan menggeleng pelan."Kalian boleh pergi, sekarang mereka adalah urusanku."
"Baik Patriack !"Kelima guru itupun pergi.
Patriack menatap Xiao'Chen, iapun dapat melihat kepalan tangan kanan Xiao'Chen memar akibat menghalau serangan sebelumnya.
__ADS_1
*Anak ini ternyata lebih tangguh yang ku perkirakan, padahal baru seumur jagung tapi ia sudah menunjukkan bakat yang bahkan tidak dimiliki anak berusia 20 tahun. Dia juga pintar membaca situasi, karena harusnya seranganku tadi tidak akan bisa di tahan ataupun di hindari, tapi anak ini menghimpun energi pada tangan kanannya bukan untuk menahan tapi menghalau guna memanimalisir kerusakan pada tubuhnya. Sungguh bakat yang mengerikan, sekarang yang terpenting adalah menanamkan rasa kesetiaan pada dirinya terhadap aliran putih, anak hebat seperti dia sama seperti bom waktu, tidak tau kapan meledak dan akan menghancurkan siapa.*