
Tuan yen pun membereskan yang sudah ada dimeja kerjanya..
ia pun melangkahkan kakinya ke ruangan private nya yang berada di ruangan kantornya. ia merebahkan tubuhnya karna sudah sangat lelah
"Hmm lebih baik aku beristirahat terlebih dahulu. agar besok tetap bersemangat untuk menjumpai pemilik perusahaan Xiand Grup" gumamnya dalam hati ia pun memejamkan matanya karna sudah sangat mengantum dan tuan yen pun terlelap akan tidurnya...
PERUSAHAAN XIAND GRUP
pagi pun sudah tiba dimana semua manusia sudah melakukan aktibitasnya seperti biasa. sama halnya dengan perusahaan raksasa Xiand Grup yang mana disegani oleh seluruh di daerah Negara X yang merupakan perusahaan terbesar dan memiliku banyak cabang di seluruh kota..
__ADS_1
"Selamat pagi presdir Wong" sapa salah satu pegawai baru yang tidak tahu bagaimana keadaan di kantor tersebut. karna ini adalah hari pertamanya bekerja di perusahaan besar tersebut "Wahhh...presdir anda sangat tampan"gumam pegawai baru itu dalam hatinya.. kagum atas ciptaan tuhan yang ada di depan matanya itu..
spontan presdir Maxim menghentikan langkah kakinya.. pasalnya baru ini ada pegawai perusahaan yang berani menyapanya.ia pun menoleh ke arah sumber suara tanpa mempedulikan apapun ia tidak menyahuti dan hanya diam saja. sulit digambarkan ekpresi wajahnya..ia pun melangkahkan kakinya untuk menuju ke ruang kerjanya dengan menaiki lift yang menuju ke lantai yang hanya ada ruang kerja nya yang sangat luas..
sesampainya di depan ruang kerjanya ia pun membukan pintu Ceklek... suara pintu terbuka ia terkejut karna kehadiran seseorang yang tidak lain adalah papa nya. tetapi tetap saja dengan ekpresi dingin yang sangat sulit mencair..
"papa. apa yang membawa papa kesini. apakah ada masalah?" tanya nya kepada papanya karna melihat papanya berada di ruang kerjanya..
"teman papa?" tanya maxim kepada papanya "maksud papa yang kamrin papa bilang kalau tidak salah kata sektaris Ama perusahaan Yenchang Grup?
__ADS_1
"Benar maxim.. itu adalah perusahaan sahabat lama papa" sambil diiringi senyuman tipis di wajahnya "itu juga bakal menjadi calon mertuamu.. hehe"gumam tuan chun dalam hatinya. ia tau bahwa putranya itu belum mempunyai kekasih bahkan bekencan buta saja tidak pernah. benat benar penggila kerja
"Baiklah pa.. aku akan menemani papa. karna mengingat juga banyak waktu luang hari ini"
"baguslah kalau seperti itu. jangan telat papa menunggumu!" kata tuan chun kepada putranya..
Tuan chun pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan kerja putranya. ia sengaja mendatangi langsung ke kantor karna bila ia menelpon putra itu sangat sulit untuk di ajak bersama.. tetapi sangat bersyukur bahwa putra itu bisa mengambil alih perusahaan dan selalu memberikan yang terbaik untuk perusahaan..
"apakah aku salah bila menjodohkannya dengan anak sahabat lamaku. aku hanya ingin hubungan ini menjadi lebih dekat bak keluarga tetapi lebih baik aku mengabari terlebih dahulu dengan Yen agar tidak tejadi kesalah pahaman" gumam tuan chun dalam hatinya.. ia bermaksud menjodohkan putra nya dengan putri sahabat lama nya mengingat anaknya yang sangat sulit di atur tentang hidup masa depannya. bahwa ia sama sekali tidak terlihat pusing akan pernikahan.. tetapi apalah data tuan dan nyonya wong sudah sangat mengingikan manantu dan cucu...
__ADS_1
perjodohan itu sudah dilakukan saat nyonya wong sedang mengandung dan dari pihak keluarga chang berkata apabila dari hilda nanti anak perempuan maka akan kita jodohkan keduanya belah pihak pun setuju dan sangat bahagia karna dulu keluarga chang selalu membantu keluarga wong yang saat itu belum apa apa tidak seperti sekarang yang berkembang pesat akan kekayaan...