Perjanjian Kontrak:"Menjadi Istri Tuan Muda"

Perjanjian Kontrak:"Menjadi Istri Tuan Muda"
Peristirahatan Terakhir


__ADS_3

"sayang apakah kau lupa. Qiara sudah pulang ke Amerika saat ini.. ia sedang ada study kedokterannya disana...Sudahlah biar kita berdua saja yang pergi kesana" nyonya besar yang mulai geram sama tingkah suaminya ia ingin cepat cepat pergi ke kediaman Chang agar mereka bisa melihat yen dan hilda chang untuk terakhir kalinya sebelum mereka dimakamkan tapi suaminya seakan akan mengulur waktu barpun maksud suaminya ialah baik agar mereka bisa pergi bareng ke pelayatan pemakaman tersebut.


"Ahhh aku sudah mulai pikun akibat stres saat ini. baiklah sayang ayo kita kesana" sambil melangkahkan kakinya keluar dari istana besar nya..


Mereka pun menaiki mobil mewah untuk menuju ke rumah duka.. perjalanan pun tidak terlalu jauh karna mereka menempati rumah yang berada di Kota tersebut....


" Lim, tolong berhenti sebentar" titah tuan wong kepada supir pribadinya dan supirnya pun menuruti perintah tuan besar wong itu


Ciiiiiitttt...suara rem mobik terdengar saat berhenti di depan gerbang pintu keluara Chang...


Tuan wong melihat keadaan kediaman sahabatnya dari jauh tersebut sudah banyaj sekali yang berubah semenjak tuan wong berpindah ke negara lain untuk mengembangkan kemampuannya..

__ADS_1


"Sayang" seru nyonga wong kepada suaminya sembari dengan memberi senyuman hangat semangat untuk suami kesayangannya itu karna ia melihat raut wajah sedih terpasang jelas di wajah suaminya..


tuan wong yang menyadari arti dari senyuman hangat istrinya pun menghelakan nafas berat nya


" Jalan Lim.." kata tuan wong kepada supir pribadinya tersebut


"Baik tuan besar" kata Ko Lim yang merupakan supir pribadi dari tuan besar wong tersebut.. Ko Lim pun memasuki gerbang yang sudah tampak tidak di tutup dan dibuka lebar lebar oleh petugas gerbang di kediaman keluarga ini..


Mobil pun memasuki perkarangan rumah duka tersebut dan memakirkan mobilnya sejajar dengan mobil lainnya yang datang ke kediaman yenchang tersebut..


---------------------------------

__ADS_1


DI DALAM KEDIAMAN RUMAH DUKA ........


Suasana sangat ramai banyak yag datang kerumah duka tersebut mereka mendoakan agar keduanya beristirahat dengan damai..


Tuan besar Wong melihat sahabatnya mata penuh dengan berkaca kaca banyak rasa penyesalan yang ia pikul saat ini.. rasanya ia sebagai sahabat tidak bisa di andalkan begitulah yang di rasakan tuan wong saat ini.. Ia melihat gadis berambut coklat menghampiri kedua mayat tersebut dengan langkah yang tertatih dan mata yang kosong..


"Sayang.. sepertinya itu putri Yen"kata tuan wong kepada istrinya


"sepertinya benar sayang" jawab nyonya wong yang juga sepemikiran dengan suaminya..


Cellin yang melihat orang tua nya yang sudah siap untuk di kebumikan dengan mata sembab kaki berat melangkah ia menghampiri peti kedua orang tuanya.. banyak yang merasa iba melihat gadis malang tersebut yang seolah tidak ada lagi ruang kebahagiannya untuk nya..

__ADS_1


"Maaa... Paaaa... " suara lirih Cellin dan juga terdengar suara isakan tangisannya yang tidak bisa menahan melihat orang yang paling di kasihinya telah tiada meninggalkannya untuk selamanya..Di bantu olah Tante dan pamannya untuk Cellin lebih tegar menghadapi ini...


_____________________


__ADS_2