
"Oh tuhan.. maxim bagaiman ini apa yang harus papa lakukan.. ia adah sahabat terbaik papa nak" tanpa sadar tuan chung meneteskan air matanya...
"Tenang lah pa. mungkin itu yang terbaik untuk beliau" kata tuan muda maxim untuk menenagkan papanya
DI KEDIAMAN KELUARGA YENCHANG
Di saat yang bersamaan dengan kejadian mala petaka tersebut
Suara dering telpon rumah pun berbunyi pelayan yang sedang di ruangan tersebut segera mengangkat nya..
"Hallo dengan kediaman yenchang disini.. ada yang bisa saya bantu" tanya pelayan ica yang menggangkat telpn tersebut..
"Selamat siang bisa saya bica dengan salah satu keluarga yenchang
__ADS_1
Ini saya dari pihak rumah sakit" tanha suster tersebut
Bibi Ica yang mendengar dari pihak rumah sakiy kakinya bergetat seolah olah ia tidak mampu untuk berdiri lagi. sangking sayang nya terhadap keluarga tersebut dan ia juga tidak mau terjadi sesutu hal kepada keluarga majikannya yang baik itu..
"Baiklah suster mohon tunggu sebentar. saya akan memanggil majikan saya terlebih dahulu"kata bibi ica kepada perawat tersebut..
Bibi ica dengan langkah yang terburu buru ingin mengabari majikannya ada panggilan dari rumah sakit untuk keluarga yenchang setengah perjalanan anak tangga bibi ica pun berpapasan dengan Cellin
"Non..nona muda..anu non" kata bibi ica yang bingung memulai dari mana
"Nona muda.. begini nona tadi saya pihak rumah sakit menelpon dan berkata..." belum habis bibi menjelaskan kepda nona muda nya Cellin yang mendengar kata kata rumah sakit pun segera menuju ke telpon rumah tersebut untuk memastikan sendiri. ia pun mengangkat telepin tersebut dan berkata
"Hallo. ini saya Cellin Chang ada yang bisa saya bantu?" tanya cellin kepada perawat tersebut
__ADS_1
" Selamat siang nona Cellin. kami dari pihak rumah sakit ingin mengabari bahwa jenazah bernama Yenchang siap untuk di pulangkan dan kami menunggu pihak keluarga anda untuk mengambil jasad korban siang ini" kata suster tersebut kepada Cellin karna papanya sudah tiada saay ditengah perjalanan ke dalam ruang rumah sakit
"Apaaa. papa.. kematian yenchang..papa.. heeey suster apa yang kamu bicarakan katakan rumah sakit mana" kata cellin yang bergetar.. bagaikan di sambar petir atas kematian papanya
"Rumah sakit Harapan Cinta Kasih nona.. kami menunggu pihak keluarga.Baiklah nona selamat siang"kata suster tersebut sembari menutup telepon karna sudah memberi tahu keadaan korban kepada keluarhanya.
"Paaa..paaaaa"teriak Cellin yang histeris.. ia belum siap untuk kehilangan papanya..
Nyonya besar hilda yang berada di dalam kamaar nya mendengar teriakan Cellin pun bangkit dari ranjangnya dan memastikan kenapa putrinya berteriak sehisteris begitu.. Ceklek.. nyonya besar membuka pintu ia segera menuju anak tangga untuk menuju ke lantai bawah
Tap..tap.. tapp suara anak tangga. saat ia melihat Cellin yang sudah lemas di lantai segera mempercepat langkah nya..
"Cellin..Cellin kamu kenapa sayang.. bibi apa yang terjadi.. Cellin katakan pada mama apa yang terjadi" tanya mama nya yang mulai panik
__ADS_1
"Ma..papa..maa papa"tangis Cellin pecah di pelukan mamanya
"Sayang..kenapa dengan papa. apa yang terjadi sayang" kata nyonya besar hilda yang sudah sangay panik karna anaknya menyebut nama suami nya itu