Perjanjian Kontrak:"Menjadi Istri Tuan Muda"

Perjanjian Kontrak:"Menjadi Istri Tuan Muda"
Kematian !


__ADS_3

"Sayang..kenapa dengan papa. apa yang terjadi sayang" kata nyonya besar hilda yang sudah sangat panik karna anaknya menyebut nama suami nya itu


"Maaa. papa sudah tiada hiks.. hiks..hiksss..tadi.tadii pihak rumah sakit memberi tahu bahwa papa sudah tiada karna korban kecelakaan yang menimpa tadi siang.. maaa. ayo maa ayo kita kerumah sakit untuk lihat papa maaa" Cellin dengan tangisan yang segugukan karna itu hal yang sangat menyakitkan dalam hidupnya.. Sungguh baginya kedua orang tua nya adalah hal berharga yang ia miliki..


"Apaa..Cellin .. papa.. Cellin bagaimana mungkin" kata nyonya besar hilda yang dengan air mata yang menetes ia juga sangat terpukul akan berita kematian suaminya..


"Cellin. ayo kita lihat papa.. papa tidak mungkin meninggalkan kita ak. ayo sayang ayo" Nyonya besar hilda yang sudah panik dan tidak percaya akan kematian suaminya


Cellin dan nyonya besar hilda pun segera memerintahkan supir pribadinya untuk berangkat kerumah sakit Harapan Cinta Kasih..


karna jarak yang lumanyan jauh antara kota S dengan Rumah sakut tersebut mereka menempuh perjalanan kurang lebih 4 setengah jam untuk sampai ke lokasi tersebut..

__ADS_1


4 (empat) setengah jam pun berlalu sampailah keduanya kerunah sakut tersebut.. Nyonya besar hilda dan Cellin tergesa gesa memasuki koridor ruma sakit dan ia bertanya kepada kepada perawat tersebut


"Permisi suster..dimana pasien yang bernama yenchang" tanya nyonya besar hilda kepada perawat tersebut


"Maaf nyonya apakah anda pihak keluarga?" tanya suster tersebut untuk memastikan


"Benar suster... saya ini istri dari tuan yenchang" kata nyonya hilda


"Heeeey. beraninya kamu mengatakan suami saya meninggal.. katakm dimana suami sayaa katakan" teriak nyonya hilda yang histeris ditambah dengan emosi yang meluap saat suster mengatakan mayat


"Maa. tenanglah maa. ini rumah sakit.. sabarlah mama" kata cellin menenangkan mamanya. sungguh hatinya juga sangat teriris akan kejadian ini..

__ADS_1


"Suster bisakah kami menemui papa terlebih dahulu.. kami akan mmbayar Adm nya saat kami keluar" kata cellin sopan kepada perawat tersebut


"Baiklah nona. nyonga ikut lah dengan saya. saya akan mengantar nyonya ke ruangan mayat untuk memastikan benar atau tidak mayat tersebut suami anda" kata suster yang lain. dan mempersilahkan keduanya untuk mengikutinya dan memastikan sendiri


Nyonya besar hilda dan Cellin pun mengikuti sustrr tersebut.. Sepanjang koridor rumah sakit hanya suara langkah kaki mereka yang terdengar dan juga tidak luput dari tangisan nyonga besar hilda dan juga cellin yang masih berlinang air mata mereka


Sampailah mereka di depan kamar Jenazah VIP.yang hanya untuk orang orang terpandang yang berhak mendapati kamar jenazah tersebut..dan tidak bercampur dengan mayat yang lain... suster tersebut memasuki kamar jenazah dan diikuti oleh Cellin dan mama nya. ini adalah kali pertama nya mereka menginjak kan kaki mereka di kamar tersebut. ..


"Silahkan nyonya untuk dibuka dan mamastikan sendiri" kata perawat tersebut yang mempersilahkan mereka untuk melihat sendiri mayat ruangan VIP tersebut..


Dengan tangan yang bergetar dan kaki yang rasanya tidak sanggup untuk menompang lagi untuk berdiri nyonya besar hilda memberanikan diri untuk melihat dengan mata kepala nya sendiri siapa yang sudah di tutupi dengan kain putih tersebut..

__ADS_1


Nyonya besar hilda dan Cellin pun membuka kain tersebut dan Ia sangat terkejut akan yang mereka lihat


__ADS_2