
lagi lagi nina dipandangi dengan pandangan yang sama oleh siswa madrasah yang berpapasan dengan mereka saat pulang sekolah, setelah tidak terlihat bayangan siswa madrasah itu nina langsung merasa benar aja memang dia yang di pandangi oleh anak madrasah itu
"namanya hardi nin, lumayan juga si nin dari pada cowokmu yang sekarang, tinggi, putih, mancung, anak madrasah lagi, pinter ngaji tu pasti". kata susi yang mulai menggoda nina dari barisan belakang
"sebenernya iya sus tapi aku ga da rasa lo, beda sama pas aku liat cowok ganteng yang disekolah tadi"
"nina memang kapan cowokmu pulang? apa ga papa kalo kamu dah maen suka suka aja sama cowok lain? nanti pas dia pulang trus berubah cakep banget gimana?" anti yang selalu peduli sama nina
"ga tau juga kapan pulangnya, tapi kayaknya walaupun semakin cakep itu ga ngrubah apa apa lo anti, soalnya dari awal aku memang ga suka sama dia tu, ga enak aja dia dah mohon mohon gitu, nyatanya dua bulan semenjak jadian sampe sebelum dia berangkat merantau kemaren ga da yang berubah dari perasaanku, mau gimana?" jawab nina
"kasian cowokmu nin" susi
"biarlah mungkin memang ga jodoh, salahnya juga. aku dah jujur lo bilang kalo aku ga suka tapi dia malah mohon mohon, tapi mending aku juga dong, aku memang dari awal ga suka dia dah tau, jadi kalo aku minta putus asal aku bilangnya baik baik aku yakin walaupun sakit tapi dia bisa ngerti. iya ga sus? beda sama yang pengen putus tapi nyari alasan". nina
sampailah anti dirumahnya.
" bye semua sampe bsok ya! mau pada mampir dulu ga?"
"ga lah dah sore, bye"jawab nina
"sus kamu beneran tah pengen udahan sama cowokmu? kenapa si?"
"semakin kesini semakin ga nyaman aja nin, tau. bosen paling"
"bosen apa edi" goda nina lagi
"kok edi si mba nina? mba sus kan sukanya sama angga!" jawab eni
"angga?" tanya nina ga percaya
"angga kan adek kelas sus, apa kamu bakal bisa nyaman sama cowok yang lebih muda?" nina
"kan kamu yang bilang nin, suka itu ga bisa dibikin bikin" bela susi
"ok ok aku sih yang penting kamu seneng, ya ga en?" nina minta pendapat eni
__ADS_1
"yoi, apa aja mba sus, kami suport terus kok".
"sampe sini nih aku yang suka ga suka" nina
"napa memang?" tanya susi
"masuk gang sendirian, bye sampe besok ya! bye".
"bye.... hati hati ya"
sendiri nina menyusuri jalan perlahan dia goes sepeda nina mulai berangan, apalah aku ini status punya pacar tapi rasanya sendirian, kenapa juga si mas kamu kemaren pake mohon mohon juga, hem aku kan jadi ga enak, kini aku suka sama orang lain tapi gimana perasaanmu? ah bodo amatlah kata suara hati nina yang lain, seolah mendukung perasaan suka nina. ah nina jadi inget lagi sama cowok ganteng yang dia liat tadi, "sayang belum tau namanya" gumam nina dalam hati
inet juga nina sama anak madrasah yang papasan dijalan tadi "kenapa juga si pandangannya nunjukin banget rasa sukanya itu?" uh aku kan ga suka lagi lagi nina hanya bergumam dalam hati karna dia sendiri tersadar nina saat mendengar ada yang menyapanya
"pulang nin, sendirian ya? takut ga? mau tak anter?" budi tetangga nina
tersenyum nina menjawab "makasih bud ga usah repot repot"
goes goes goes ya sampe juga nina dirumah
"asalamualaikum"
"iya pak"cium tangan, buka sepatu terus masuk kamar
"capeknya, mamak dah masak belum ya?" tidak mendapat jawaban karna memang dia di kamar sendirian. berjalan kedapur mamaknya lagi gendong adeknya cium tangan
" dah masak mak?"
"masak apa, adekmu ga mau turun, gendongan terus"
"jadi mau masak apa?"
"balado terong aja sama goreng tempe trus nyayur bayem, tadi mamak dah beli"
"iya"
__ADS_1
"mandi dulu! solat dulu baru masak"
"iya iya iya"
kekamar lagi ngambil anduk bergegas mandi, setelah mandi dan solat ganti baju dengan begitu cepat sisir rambut iket keatas, dan.... masak
seperti ga kenal capek nina bahagia melakukannya. mungkin tanpa disadari masak jadi hobi untuk nina karna dilakukan pagi dan sore.
setelah masak nina kembali membersihkan diri berdandan layaknya santri kebanyakan berpakaian panjang memakai jilbab panjang hampir magrib nina kembali berpamitan untuk pergi mengaji
"asalamualaikum, pak mak nina pergi ngaji"
"walaikum salam" jawab ayah dan ibu nina bersama sama.
pergi mengaji dengan berjalan kaki bersama sama dengan anak anak tetangga. begitu sampe dimasjid nina langsung menggiring anak anak untuk mulai menyiapkan alas solat. Adzan berkumandang mereka melaksanakan solat jamaah dan diteruskan dengan ngaji selesai ngaji pas waktu solat isya mereka solat jemaah terlebih dahulu sebelum pulang. berjalan kaki beramai ramai, tak terasa nina sudah sampai didepan rumah,
"asalamualaikum"
"walaikum salam" jawab ibu nina
cium tangan kekamar ganti baju setelah itu nina bergegas kedapur perutnya sudah keroncongan
"mak dah makan semua tah?"
"udah tinggal kamu yang belum, ayo makan lagi"
"iya mak, mamak ga makan lagi?"
"ga lah masih kenyang"
nina pun makan sendiri, kembali nina memikirkan orang yang membuatnya penasaran dan juga anak madrasah itu, kalo pandangan kayak gitu artinya suka, kenapa kayaknya banyak cowok yang kasih pandangan seperti itu? ntah memang benar begitu adanya atau cuma perasaan nina aja, hanya tuhan yang tau sedangkan nina cuma menduga duga saja. kini sudah selesai makan nina langsung menuju kekamar memeriksa pelajaran esok hari. menyiapkan buku dan setelah itu membawa buku diary keatas tempat tidur. nina memulai bercerita pada diarynya
"diaryku tau ga hari ini aku deg deg_an entah apa ini namanya, baru kali ini aku melihat seseorang dan membuat hatiku berdebar, cuma dari jauh aku melihat nya tapi rasanya wajahnya langsung tersimpan di hatiku, semoga ada waktu untukku bisa kenalan sama dia ya, juga hardi si anak madrasah semoga memang begitu caramu memandang orang ya, pandanganmu itu semoga bukan pandangan yang istimewa, kenapa? karna aku ga mau nyakiti hati kalian dengan nolak kalian. hemmm semoga saja. dan mas pacarku maaf ya saat masih berhubungan denganmu aku menyukai orang lain, bukan maksud hatiku menyakitimu tapi hatiku bener bener ga berubah, sampai sekarang aku ga punya rasa apapun untukmu, segeralah pulang aku mau ngomong baik baik sama kamu biarkan aku lepas tanpa menyakitimu dan berhentilah berharap semoga kamu bisa bertemu dengan seorang gadis baik yang menyayangimu dan menyukaimu dengan tulus, semoga juga seseorang yang aku sukai bisa menjadi seseorang yang spesial untukku disisiku menyayangiku suatu saat nanti, semoga ya diaryku". mengakhiri catatannya dibuku diary dengan banyak sekali doa. bangun dan menyimpan buku diarynya dan bersiap untuk tidur.
begitulah nina melewati hari ini dengan salah paham tak terluruskan, dia mengira si anak madrasah yang bernama hardi dan mengiriminya salam kenal tanpa ada yang meluruskan kalau hardi yang mengirim salam kenal padanya hari ini adalah orang yang membuat hatinya berdebar debar. mimpilah yang indah nina seandainya kau tau orang yang kau suka juga menyukaimu...
__ADS_1
bersambung