
bapak masuk kamar nina sambil bergumam "kebiasaanmu nak, tidur ga pakai selimut, kelambu ga dipasang".
lalu bapak membuka selimut dan menyelimuti tubuh nina
"istirahatlah yang nyenyak nak, badanmu pasti capek sekali kan" memasang kelambu dan keluar, menutup pintu tanpa menimbulkan suara. beruntung nina punya ayah yang selalu memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. ayahnya nina menyadari nina kurang perhatian dan kasihsayang dari ibunya karna ibu disibukkan dengan adik adik nina. sebenernya ibu memperlakukan anak anaknya dengan kasih sayang yang sama, hanya waktunya saja yang habis tersita ngurus ketiga adik nina. malam yang dingin didaerah pedesaan dengan keheningan malam tanpa suara bising kendaraan membuat setiap manusianya tidur dengan nyenyak begitu juga dengan nina. terbangun diwaktu subuh nina melakukan semua rutinitas pribadinya setelah itu rutinitas membantu ibu sudah menunggunya pertama tama masak. selesai masak nina mencuci semua peralatan masak yang barusan dia pake. nyapu halaman dan keliling rumah, setelah itu bersiap mencuci baju seperti biasa abang pun sudah sangat hafal dengan rutinitasnya melihat nina dah selesai nyapu bergegas dia ke kamar mandi atau sumur mereka menyebutnya tapi bukan untuk mandi hajat yang akan dikerjakan abang nina, dia mau menimba air, ya namanya juga didesa, semua jauh dari kata modern. abang pun menimba air seember demi seember sampai penuh semua penampung air setelahnya dia memberitahukan pada nina
"dah tu kalo mau nyuci dah penuh semua, baju kotor dikamar abang ga usah dicuci, biar nanti abang cuci sendiri"
"memang kenapa kak? aku nyucinya ga bersih ya?"
"bukan itu, cucianmu itu dah banyak banget"
"makasih kak, pengertian banget, suka deh aku"
"cepetan sana nyuci aku juga mau nyuci, mau kerja juga aku nanti, jangan lama lama kesiangan aku nanti"
"siap bos"
setelah semua selesai kini waktunya nina mengisi perut, selesai bersiap dimeja makan nina mengajak ibu dan bapak untuk sarapan mereka sarapan bersama setelahnya bapak dan abang pergi kesawah, urusan dapur pun sudah selesai,
biasanya inilah waktu nina untuk bercengkrama dengan ibu dan adik adiknya tapi hari ini tidak karna nina sudah dijadwalkan ibu untuk belanja kepasar, pasar didesa nina hanya dua kali dalam seminggu, setiap hari selasa dan sabtu.
"kakak kepasar ya, bahan bahan dapur dah mulai menipis, gula, minyak goreng, bawang, sabun, semuanya. dicatet aja kak biar ga lupa!"
"kok gak ngomong dari tadi si mak, jam segini mah dah pada berangkat orang orang, siapa lagi yang mau diajak bareng? kirain ga mau kepasar?"
"ya sendiri ajalah, mana sepedamu gak usah lama mikir cepet jalanlah sana makin lama makin siang, tambah panas tambah males nanti"
"naik ojek ya mak?"
"alah naik sepeda aja sambil olahraga"
"kan nanti masih sekolah lagi mak, naik sepeda lagi, capek lo mak"
"dah nggak usah berisik, ntar keburu pasarnya bubar, ga dapet apa apa lagi kamu".
manyun dikit senyum dikit tapi tetep pergi juga dia. pasar dan sekolahan nina berdekatan berada dalam satu desa cukup jauh juga dari rumah nina, itulah kenapa dia tadi merayu mamak untuk naik ojek aja, ternyata tidak terkabul juga. goes goes goes dan sampailah di parkiran pasar. nina bertemu sama si anak madrasah yang dia kira bernama hardi, tersenyum sambil mendekat lalu menyapa
__ADS_1
"mau belanja ya? sendirian?" tanya si anak madrasah
"iya...aku belanja dulu ya" dan berjalan bergegas seolah takut dikejar sambil dia bergumam dalam hati "sok akrab banget si kenal aja belum" belum berlanjut hatinya nina menggerutu ada yang menyapanya lagi.
"nin kok kepasarnya kesiangan?" ternyata ari temen sekolah nina
"ga direncanakan soalnya" jawab nina
"sendirian aja?"
"iya lah, kamu nyari apa ri, dah mau pulang tah?"
"iya nin, cuma nyari sepatu aja nih udah dapet" sambil mengangkat tas plastik yang dipegangnya
"dah ah aku mau belanja keburu keabisan nanti" pamit nina
"salahnya kesiangan, oh iya nin ada salam dari hardi tadi aku ketemu dia nganter mamaknya belanja, sekarang mah udah pulang paling"
"ha ha iya iya, ya udah ya"
"cantik, ramah, mandiri, beruntungnya kalau aku bisa memilikimu" gumam hardi dalam hati berjalan lagi saat melihat nina pindah belanja ke kios yang lain
"kebanyakan gadis seumuranmu kalaupun mau kepasar aku yakin bukan untuk belanja kebutuhan dapur sepertimu nina, kamu sungguh gadis yang istimewa" tanpa sadar hardi terus memuji nina sampai sampai dia tersenyum sendiri dan lupa kalau dia tadi lagi nyariin mamaknya sampai akhirnya mamaknyalah yang ganti nyariin dia
"yan!!! ketemu juga ahirnya. ayuk pulang! ambil belanjaan mamak tu ditoko klontong yang itu, berat jadi mamak titipin situ aja, mamak tunggu diparkiran ya"
"gimana aku ngambilnya, mamak nitipnya pake nama siapa?"
"dah bilang aku tadi sama yang jaga toko, nanti anak bujangku yang ngambil belanjaan".
dan berlalu meninggalkan hardi
tanpa hardi sadari gadis yang dari tadi dia ikuti ada disampingnya dengan posisi membelakanginya, dia pun lantas berjalan menuju toko klontong yang ditunjuk mamaknya tadi, sambil dia mencari cari dimana nina tadi, ah jadi ga ketahuan ilangnya.
"mas mau ngambil belanjaan ibu saya"
"mas hardi?
__ADS_1
"iya! kok tau?"
"iya mas ini dikardusnya dinamain mas hardi, kata ibunya nanti biar enak gak salah nanti anak saya yang ngambil hardi namanya, gitu kata ibunya tadi" terang penjaga toko
"oh... ya dah mas tak ambil ya, makasih"
"sama sama"
mengangkat kedua kardus belanjaan ibunya dan berjalan menuju parkiran, masih saja dia sambil mencari cari, "dimana nina tadi? siapa yang bantu dia ngangkat belanjaannya?" berjalan terus dan sampai diparkiran meletakkan barang belanjaan yang dibawanya membayar juru parkir dan mulai menyalakan masin motornya, menyusun barang belanjaan dan pulang. dari kejauhan nina tersenyum sambil berjalan menuju parkiran
"ah cuma bisa liat dari jauh lagi aku" kata hati nina.
"udah nin belanjanya, cepet amat?" sapa si bapak tukang parkir,
"iya pak catatanya dah dapat semua kok, tolong bantu nyusun disepeda ya pak!"
"tenang aja" jawab si juru parkir.
ah bahkan juru parkir pun kenal dengan nina, nina ternyata banyak penggemarmu ya....
setelah semua belanjaan tersusun nina pun bergegas mengeluarkan sepedanya dari area parkir setelah membayar ongkos parkirnya.
goes goes lagi mengayuh sepedanya
"ga sia sia mamak nyuruh aku kepasar, aku jadi bisa ngeliat mas ganteng biar cuma dari jauh, ari ari kenapa kalo ngirim salam tu dari mas ganteng gitu? hardi hardi terus akukan gak mau lo, aku sukanya sama mas mas ganteng yang tadi, ih BT aku jadinya" tersadar dia ngomong sendiri nina pun melihat kekana dan kekiri takut ada yang liat dia ngomong sendiri, walaupun rasanya ya gak mungkin juga sih,
sampai hari ini nina masih mengira kalau hardi adalah sianak madrasah, kalau yang ngirim salam untuknya adalah sianak madrasah.
nina sebahagia apa kamu kalau kamu tau pas kamu belanja tadi ada yang ngikuti kamu dan memperhatikan setiap langkahmu?
sebahagia apa kalau kamu tau orang yang kamu suka juga sangat suka padamu bahkan mengagumimu?
apa yang akan kamu sampaikan pada ari kalau kamu tau dia menyampaikan titipan salam dari siapa? apa kau masih akan menggerutu?
hanya karna melihat si mas ganteng dari jauh sudah membuat nina melupakan rasa capeknya. setelah sampai dirumah nina lansung membongkar hasil belanjanya menyusun dengan rapi semuanya. kini dia sudah berada dikamar mengambil buku diarynya dan mulai bercerita. menceritakan betapa senangnya dia bisa melihat mas ganteng walaupun cuma dari jauh. dan dia tertidur tanpa menutup dan menyimpan buku diarynya
barsambung...
__ADS_1