Perjuangan Cinta Gadis Desa

Perjuangan Cinta Gadis Desa
memulai kisah


__ADS_3

"aku duduk dimana ya?" sengaja betul berdiri, padahal mah banyak kursi kosong.


'ya tuhan ternyata hardi itu dia, kok bisa sih? perasaan apa ini?' bahkan lupa dia sama coklatnya keasikan hatinya berbicara sendiri.


"aku duduk sini gak papa kan?" berjalan mendekat dan duduk disamping nina


"iya, gak papa"


"mba es nya dua bawa kedepan aja ya" bangun dan melangkah pergi, "nin ajak ngobrol ya hardi nya aku mau kedepan ajalah, denger mereka main gitar kayak asik banget" dan keduanya melangkah pergi, tapi memang dasar ari. gak sah kalau gak godain nina dulu, sampe depan pintu sengaja dia menoleh dan "nin! cuit cuit"


nina pun menjadi semakin tak karuan, jantungnya berdebar kencang hatinya dipenuhi bunga, mungkin wajahnya kini sudah sangat merah.


"nin mau minum es? atau apa?" menatap lembut kemudian menunduk, tangannya menyisir rambutnya tapi bukan dibikin rapi.


"nggak, tadi sebelum masuk kelas dah minum es, mau coklat?" menyodorkan coklat sisa yang tak disangka oleh nina disambut. dipatahkan dan dimakan masih ada satu potong lagi dikembalikan.


"satunya punya kamu" menyodorkan kembali


nina langsung memakannya


'kok rasanya lebih enak dari yang tadi' mengunyah mengunyah


"kamu satu kelas sama edi?"


"nggak, beda, dia kelas B aku C"


entah kemana nina yang biasanya jelalatan, cerewet, banyak idenya, seperti bukan nina. dia cuma menunduk, dan mencuri curi pandang, tapi sanyang saat dia mencuri pandang kali ini dia ketahuan. kini tatapannya bertemu dengan hardi. tak kuasa memandang nina malah menunduk lagi.


sementara itu susi dan edi ngobrol di belang sekolah. susi yang memang sedang gundah. diapun banyak diam


"kenapa pacarnya diputusin?" edi yang duduk di pagar pembatas sekolah memulai pembicaraan


"nggak papa"


"pacarmu itu lucu lo sus, tadi itu ceritanya aku sama hardi baru nyampe, nunggulah aku dikursi bawah pohon nangka tadi, ga lama dateng ari sama fajar, dah kami ngobrol, kan? dateng cowokmu tadi itu berdua, mereka nyamperin kami, kami sapa dong, mas kata kami eh dia malah gini. aku ni pacarnya sus, sapa aja yang ganggu hubunganku kuhajar dia, akukan jadi deg degan sus, kok nujunya kesini, apa mau ngajar aku, apa gimana ni cowok, dah itu dia baru nanya. dek mana yang namanya edi? waduh! jangan deket deketin sus ya! atau urusannya sama aku, gitu katanya. sus jujur ya, kenapa?"


"ya ga da apa apa ed"


"aku suka sama kamu sus"


"eh"


"jadi pacarmu ga tanpa alasan ya nuju ke aku?"


"gimana kalau kita jadian aja?"


"es ku tadi masih dikantin ed, kita kekantin yuk" sebenarnya dia merasa berbunga tapi merasa suasananya belum pas sehingga susi menunda perasaannya. kini mereka berjalan menuju kantin. sampai didepan rumah ibu kantin, eh mereka malah bergabung juga disitu bermain gitar dan bernyanyi ternyata eni dan anti juga sudah bergabung disitu. melihat eni dan anti susi jadi inget nina


"mana nina?"


"itu dikantin" jawab anti


"kok gak gabung sini, biar tak panggil deh sekalian aku mau ngambil es ku"


"sus jangan biar dulu mereka ngobrol" ari


"ngobrol sama siapa?"


"ada....lah"


nurut aja ahirnya, asik mereka bernyanyi sedeng yang dikantin malah lomba nundukin kepala.

__ADS_1


TENGTENG terdengar suara bel, jam istirahat seketika murid kelas satu dan dua berhamburan. kantin pun kini ramai


"nin boleh ya nanti aku main kerumah? begini kan ga nyaman".


" tapi aku gak dibolehin nerima tamu"


"boleh si, ya?"


"memang tau rumahku?"


"nanti tak cari sampe ketemu"


"ntar kalo sampe rumahku. aku ga dibolehin nerima tamu gimana? ga papa?"


"boleh paling. memang kenapa kok ga boleh nerima tamu? kan cuma ngobrol aja? dari pada kayak gini"


"panjang ceritanya"


"nin, jadi ga belajar gitarnya? gitarnya udah tak bawa nih" tiba tiba angga datang dan duduk disamping nina. siswa kelas satu ini memang sedikit kurang sopan sama nina walaupun nina kakak kelasnya dia tetap memanggil dengan sebutan nama gitu aja.


"eh angga. jadilah tapi jangan sekarang ya....." jawaban nina membuat angga menyadari kalo ada orang asing disitu. pandangannya bertemu dengan hardi dan dia langsung menyapa dan menjabat tangan yang juga disambut oleh hardi


"mas! pacarnya nina ya? aku angga. kemaren katanya nina mau belajar gitar. makanya aku bawa bawa gitar" angga memang anak yang supel dan ramah


"ya, ya udah kalo mau belajar gitar. lanjut aja" tersenyum seperti dibuat buat


tentu saja disadari oleh nina dan angga. membuat angga berdiri "nin ini buku pedoman kuncinya, bawa pulang aja belajar dirumah ya, aku mau kebelakang sekolah dulu, biasa" sambil melatakkan dua jarinya didepan mulut, memberi tau kalo dia mau ngerokok. sunhguh anak anak yang suka melanggar aturan sekolah


"jangan ngerokok terus, ketauan dihukum kamu nanti" jawab nina menasehati


"ngga ngga asal kamu jangan melapor" dan berlalu


"eh... mhmm gimana aku panggilnya ya?" tanya nina, bingung


"tapi kok kayak ga sopan ya?"


"kalo gitu panggil bang aja,"


"kak aja gimana?" membuat penawaran


"ya udah, kak juga boleh, berarti aku panggil kamu dek?"


hanya tersenyum nina, ngga tau kenapa rasanya spesial banget dipanggil adek, selama ini ga da orang lain yang memanggilnya dek.


"bisa main gitar nggak kak?"


"hem, ga bisa aku, ga tau belajar tapi ga bisa bisa, ya udah mainin aja, nanti aku yang nyanyi, kalo nyanyi bisa aku biar ga merdu merdu amat, he he"


"aku juga ga bisa kak, justru ini baru mau belajar, persiapan ujian praktik kesenian dan musik"


"sayang aku ga bisa, kalo bisa bisa ngajari kamu ya?"


"kita kluar aja yuk gabung sama mereka gitaran!"


"boleh" mereka kluar setelah membayar es milik susi dan coklat nina.


rasanya semua mata tertuju pada mereka berdua membuat hardi merasa malu, karna dia bukan siswa sekolah hingga membuatnya memilih untuk mengajak sulaiman pulang begitu sampai diteras rumah ibu kantin tempat mereka bermain gitar


"pulang aja yuk,,,, malu" ajak hardi pada sulaiman


"memang mereka dah mau masuk tah?"

__ADS_1


"malu, tu diliatin sama anak anak yang lain"


"padahal lagi seru"


"ntar malam lagi, semua kami balik dulu ya" langsung berpamitan dan melangkah pergi tanpa menunggu jawaban


"ngapa nin, kok cepet amat hardi pengen pulang? selidik ari


"ya ga tau, tadi ku ajak gabung disini sama kalian"


"lo itu tadi namanya hardi? antusias sus bertanya


"iya" ari, fajar dan edi kompakan


"berarti kita selama ini salah orang dong nin?"


nina hanya bida menjawab dengan tertawa dan wajah yang bersemu


"gimana sama surya nin?"


"gimana apa akukan cuma kenalan sama hardi, ga boleh?"


"ha ha ha ya udah deh sah sah ajalah"


dan mereka lanjut bermain gitar dan bernyanyi hingga bel pulang sekolah berbunyi


\*\*\*\*\*


hari menjelang malam, jam menunjukkan pukul 7 setelah selesai ngaji nina duduk dimasjid menunggu waktu isya bersama sama dengan gadis gadis lainnya satu diantaranya sepupu surya, surya adalah seseorang yang mempunyai setatus sebagai pacar nina, hampir semua temen temen nina tau hubungannya dengan surya hanyalah paksaan surya, nina sama sekali ga da perasaan apa apa semua juga tau termasuk sepupunya elis.


"nin gimana?" tanya elis


"apanya?"


"hubunganmu sama sepupuku"


"ya baik baik aja dan gini gini aja"


"maafin sepupuku ya nin, dah maksa bukannya dibangun hubungannya malah dia kabur"


"kenapa kamu yang minta maaf?"


"ya aku ga enak aja, kenapa kamu ga pacaran aja si sama yang lain?"


"kan kamu juga tau, mamak sama bapakku juga ga ngasih aku pacaran, ini aja sama mas surya paling aku dah dimarahi kalo mereka tau mah, akunya aja yang nekad, pengen kayak kalian"


"padahal ga da salahnya si menurutku mah"


"ya namanya juga orang tua"


"nin tau ga? padahal banyak temen temenku di madrasah yg suka nanyain kamu lo, mereka sih nanya sama aku ya aku bilang aja nina itu pacarnya sepupuku jangan ganggu ya, ha ha maaf ya nin peluang mereka malah aku tutup"


"ah udahlah, wudhu yuk bentar lg pasti adzan isya" nina mengakhiri obrolan mereka, dan melangkah menuju tempat wudhu.


benar saja saat mereka berwudhu salah satu dari santri mengumandangkan adzan. setelah solat isya berjaah barulah mereka pulang bersama sama. sebelum surya pergi saat pulang ngaji beginilah biasanya mereka ngobrol, dan nina teringat saat surya menyatakan perasaan dan memaksanya menjadi pacar


"nin dah lama banget aku suka sama kamu, tolong jangan bilang nggak, percayalah, asal kamu mau nanti lama lama tumbuh sendiri rasa suka dihatimu, pliis terima ya nin, pokoknya aku akan jadi manusia paling bahagia dan bersyukur kalo punya pacar kamu, pliis,, , aku mohon nin"


'hemm rasanya masih jelas banget kedengeran dikupingku kamu bilang gitu mas, maaf ya, sampe sekarang aku masih ga ada perasaan apapun kekamu dan malah aku suka sama cowok lain, kalo kamu ada disini, apa tanggapanmu mas?kalo aku kasih tau isi hatiku kalo'seketika pecah lamunan nina karna elis yang tiba tiba menggenggam tangannya "jangan ngelamun sambil jalan, kesandung nanti" kata elis


"kok bisa kaget ya, padahal emang kita bareng dari keluar mesjid tadi kan? hem dasar aku" mumukul jidatnya sendiri

__ADS_1


bersambung....!


__ADS_2