
tertidur dengan begitu nyenyak entah mimpi apa nina dalam tidurnya, jam menunjukkan jam 11.30. ibu nina masuk kekamar nina
"kakak bangun, sekolah nggak?, kakak bangun!"
"hmmmmm, apa mak" masih merem dia jawab
"dah setengah dua belas, sekolah ngga kamu kak?"
reflek langsung duduk
"iya mak sekolah aku" hoammmm masih terus menguap. ibu nina sudah melangkah keluar kamar. nina berdiri didepan kaca yang terpasang di lemari kamarnya, menyisir rambut dan mengikatnya berbalik hendak melangkah kluar kamar, "apa itu yang ada ditempat tidur?" ada bayangan benda tertangkap mata nina, menghentikan langkah dan menoleh kearah bayangan benda itu,
ternyata buku diary, "aduh mampus, mamak tadi liat ga ya?, duh malunya, dasar nina" ngomel dalam hati mengambil buku membaca sebentar tulisan tangannya dan nina pun tertawa sendiri. setelah menyimpan bukunya nina kluar kamar dan langsung menuju dapur setelah mencuci muka nina berjalan keruang tengah dimana ibu nina berdiri menggendong adik nina yang masih bayi.
"mak dah makan belum? makan yuk!"
"makanlah kak duluan, kamukan mau sekolah. mamak nidurin adekmu dulu, dari tadi dah rewel dah ngantuk kayaknya, nanti mamak makan juga kalo adekmu dah tidur"
"kreteng belum pulang mak?" nina menanyakan adiknya yang sekolah kelas enam sekolah dasar
"belum paling bentar lagi"
"desi?" adiknya yang kelas satu sekolah dasar
"itu nah maen dirumah depan sama temen temennya, kamu ini kebiasaan manggil adekmu kriteng kriteng nanti kebawa sampe gede lo!"
"he he he, yo salahnya rambutnya kriteng gitu, niru sapa coba? kitakan ga da yang kriteng".
"kriteng juga biarlah kak, yang penting sehat, dah buruan makan sana dah jam berapa ini?"
nina lantas menikmati makan siangnya. setelah selesai nina pun mandi dan melakukan segala rutinitas siangnya
mau berangkat sekolah.
sementara itu didesa yang lain tempat dimana hardi tinggal, sedang duduk ngobrol dua orang yaitu hardi dan edi sepertinya bukan obrolan yang serius tapi sepertinya sedikit berfaedah bagi keduanya, apalagi kalau bukan ngomongin cewek cewek.
"ga usah bawa sepeda kamu nanti di" hardi
"semangat banget kamu nganterin aku, kerjaanmu bisa ditinggal?" edi
"bodo amatlah kalau aku ga ada nanti juga pasti dikerjain sama mamak sama bapak, biarlah setengah hari ini aku nyimpang dulu, hari ini harus kenalan langsung sama nina"
"ya kan dah tak bilangin dari kemaren kenalan dulu, kamu sibuk banget kayaknya."
"nina dah punya pacar belum sih?" tanya hardi lagi
"katanya sih udah, tapi ya gitulah ga jelas"
"ga jelas gmana?"
__ADS_1
"kalo kata fajar sebenernya nina tu belum dibolehin pacaran sama orang tuanya, tp pacarnya itu maksa, katanya mau banget jadi pacarnya nina walaupun nina ga da rasa sekalipun, dan backstreet juga. kebayang ga perasaan nina sekarang? dia ga suka tapi dipaksa katanya nanti lama lama pasti tumbuh perasaan itu, backstreet, nah sekarang merantau juga tu cowok kekota" jelas edi
"trus gimana sama aku nanti di?"
"gimana apanya?"
"ya gimanalah? aku suka banget sama nina, rasanya harus juga dia jadi pacarku, kira kira nina mau ga ya sama aku? kalau harus backstreet juga, gimana nanti kalau aku kangen pengen ketemu? masa mesti kesekolah terus?" sedikit galau hardi jadinya
"nah itu aku yang ga tau, sedeng setauku nina itu setia lo!"
"kalau tak tunggu lulus sekolah apa aku ga keduluan orang lain nanti?"
"ha ha ha ha" edi malah tertawa terbahak mendengar keluhan hardi
"apa si yang diketawain?" hardi
"ya berjuang dikitlah, cintakan butuh perjuangan! kalau dah kenal nanti coba main kerumahnya yok! kita kenalan juga sama orang tuanya" edi
"kalau aku ya maunya gitu, ketemu itu ya dirumah, ngobrol yang nyaman, masak backstreet? gimana coba? kalau kayak orang orang dikota gitu, ga ketemu ada hp buat ngobrol, la kayak kita gini? ga da hp ga da apa?"
"kirim surat juga bolehlah har, ha ha ha"
"aih..... dusun amat mau surat suratan"
"ngomong ngomong dah jam dua belas kuang nih, pulang sana bersiap, dandan yang ganteng maka kenalan nanti inina langsung terpesona liat kamu, aku juga belum makan belum mandi" pinta edi pada hardi.
kemudian hardi pulang dan bersiap siap juga. semantara nina, susi dan eni sudah mulai mengayuh sepeda mereka. nina bertemu dengan susi dan eni pas di persimpangan jalan tadi.
"gimana sus kamu sama cowokmu? jadi kamu putusin tah doi?"
"itulah nin.... semalem kami ngobrol terus ya gitu, aku bilang kita udahan ja mas, eh dia malah ga terima, katanya karna siapa aku mutusin dia"
"emang kamu kasih alasan apa?" tanya nina lagi
"alasan apa? ga mungkin kan aku bilang aku suka sama cowok lain? jadi aku bilang akukan dah kelas tiga aku mau serius belajar aja" terang susi lagi
"paling sebelumnya kamu dah sering bahas edi paling? makanya cowokmu tau"
"taulah nin, sakit kepalaku, padahal mauku mah ga usah sibuk, putus ya putus aja gitu, kenapa si pake acara ga trima segala"
"sabar ya sus"
tak terasa mereka dah sampai didepan rumah anti, tapi tidak seperti biasa, anti sudah menunggu diteras rumah.
" mak anti jalan ya, asalamualaikum!" teriak dan langsung mengendarai sepeda bergabung dengan nina dan yang lain.
"nah gini dong maunya" ujar susi
"aku tadi sengaja ga tidur siang gays, biar kalian ga nunggu" anti
__ADS_1
"aku takut aja kalau nanti mendadak jadi ujan hari yang panas ini hi hi hi" goda nina
"ah kalian mah gitu, giliran aku telat kalian bosen nunggunya katanya. giliran aku cepet kalian godain ih males ah" kata anti lagi sambil pasang muka nangis
"tapi aku mah suka yang gini, kami sampe kamu dah siap, iya ga en?"
"yoi"eni
"sus ngelanjutin yang tadi, aku kok takut cowokmu ngapa ngapain edi ya?.... secara cowokmukan kadang kadang arogan" nina
"sama nin aku juga takut, takut edi diapa apain, takut edi nanti jadi benci sama aku, hu hu takut nin"
"mudah mudah ga ada apa apa ya sus"
"iya nin mudah mudahan"susi
"ngomongin apa si kalian ini? modenya serius semua" tanya anti penasaran
"itu lo mbak. mbak sus semalem mutusin mas dimas tapi dia ga terima, jadikan bikin hati kita deg degan" eni yang menjawab
"la terus apa hubungannya sama edi?" tanya anti lagi
"ya..... adalah hubungannya sama edi, diakan mutusin dimas biar nanti kalo edi nyatain perasaannya dia dah jomblo statusnya, bukan pacar orang lagi" jawab nina
"emang dah pasti edi mau nembak kamu sus? pede banget kamu! punya pacar diputusin tanpa alasan buat yang belum pasti, nanti kalo edi ga nyatain cinta baru tau kamu sus rasanya kayak aku" malah anti yang jadinya nyesel
"yo jangan nyedih gitu juga lah mbak anti, nanti pasti ada juga sih yang nyatain cinta sama kamu" maksudnya mah menghibur si eni tapi malah membuat anti semakin sedih
"yo gak perlu dijelasin gitu juga lah en, kalo aku ga laku! mentang mentang kalian ini mah
"ha ha ha ha" malah kompak ngetawain kesedihan anti
lagi asik ketawa nampak sama nina bayangan sianak madrasah berjalan kaki berlawanan arah dengan mereka memakai seragam putih abu abu juga. dia langsung diam dan disadari oleh susi
" ngopo nin kamu? grogi liat tu cowok?" goda susi
"apa sih sus!" sangat tidak terima dengan pertanyaan susi, nina langsung sewot
"la kamu langsung diem" tambah susi
dan berpapasan mereka
"berangkat? yang semangat ya....." si anak madrasah menyapa nina yang hanya dijawab dengan tersenyum yang dipaksakan.
"ehem ehem" masih lagi susi menggoda nina
"diem sus" kata nina yang masih sewot dan lagi lagi mereka malah tertawa dengan kompaknya. tapi kali ini nina yang diketawain.
tak terasa sampai juga mereka di tempat penitipan sepeda, mereka memarkirkan sepeda mereka dengan rapi dan berjalan menuju sekolah. ya memang masih harus berjalan karna sekolah ada dijarak kurang lebih 300 meter di gang yang melawati turunan dan tanjakan.sehinhga mereka lebih memilih menitipkan sepeda mereka didepan gang. lagi asik asik mereka jalan mulai dengan godaan godaan yang ditujukan untuk nina. nina yang memang suka jelalatan matanya menangkap bayangan edi dan ari dikursi bawah pohon nangka depan gang mau kesekolah dan nina pun menoleh untuk memastikan. benar saja matanya menangkap ari, edi, fajar tapi alangkah kagetnya nina saat matanya menangkap selain dari mereka bertiga ya itu .....dimas pacarnya susi. diam mulutnya nina tapi tangannya menarik tangan susi untuk menunjukkan itu. mereka kompak menoleh dan.....
__ADS_1
"tidakkkkkk!!! kompak banget mereka berteriak dan berlari
bersambung