Perjuangan Cinta Jia

Perjuangan Cinta Jia
episode 3


__ADS_3

"Apa katamu...mengapa kau biarkan anak bau itu bekerja hari ini ? pangil cucu durhaka itu kemari. Biar aku lihat apakah kaki panjangnya masih berguna setelah aku mematahkannya. " Pria tua berjengot putih itu mengaum, menunjuk nunjuk tongkat yang di pegangnya.


Siapa lagi jika bukan kepala keluarga Pei.Pei Si'an.Lelaki tua itu sudah berusia 70 tahun, namun masih terlihat begitu enerjik gagah bahkan suaranya masih terdengar keras seperti waktu berkepala 5.


Pei Si'an sangat mencintai Shen Jia, yang baru saja dijadikan cucu menantu olehnya. Shen Jia adalah cucu rekan seperjuangan lelaki tua Jiang Yuan saat masih sama sama berjuang di militer. lelaki tua Jiang berkorban di medan perang, menghadang banyak senjata yang di arahkan padanya. Medan perang tahun itu hampir membunuhnya.Berkat rekan seperjuangan itulah Pei Si'an masih hidup hingga sekarang.


Kepergian lelaki tua Jiang membuat hancur seluruh keluarga Jiang, ibu Shen Jia,Jiang Yun telah kehilangan ibunya sejak masih sangat muda. Jiang Yun pun mengalami tragedi yang mengerikan setelahnya. Pei Si'an merasa sangat bersalah sepanjang hidupnya. Meskipun keluarga Jiang tidak pernah menyalahkannya, tetapi darah dan air mata yang di gunakan rekan seperjuangan untuk menyelamatkannya menyebabkan penyesalan di sepanjang hidupnya.


Saat itu pernikahan Jiang Yun dan Shen Yin,ayah Shen Jia pun di saksikan Pei Si'an dengan kedua matanya. Mengharap kehidupan aman untuk putri rekan seperjuangannya. Namun seolah takdir mempermainkannya kembali,agedan penculikan terjadi hingga menyebabkan Jiang Yun meninggalkan seorang putri cantik yang baru saja berusia 2 tahun.


Kekecewaan begitu dalam yang di tunjukan Pei Si'an untuk Shen Yin,belum genap 1 tahun Jiang Yun meninggal. Ayah Shen Jia itu pulang dengan membawa seorang wanita,bersama seorang anak yang menjadi penyebab penculikan Jiang Yun dan putrinya tahun itu.


Sejak saat itu hidup gadis muda Jia tidak mudah,berbagai ketidakadilan dialami Shen Jia. Itulah sebabnya lelaki tua itu sangat mencintai Jia, melebihi kedua cucu keluarganya.


Hanya dengan menikahkan Jia kepada cucunya, Pei Si'an bisa bernapas lega. Lelaki tegas itu ragu saat memutuskan menikahkan Jia dengan cucu keduanya, Pei Si'an lebih tenang jika Jia bisa menikah dengan cucu pertamanya Pei Ji'an.Namun saat itu usia Jia belum cukup untuk menikah, lagipula Pei Ji'an terlanjur mengadopsi anak perempuan rekan seperjuangannya.


Agak merasa kurang tepat jika Shen Jia, harus menjadi ibu tiri anak itu. Menurutnya saat itu tidaklah adil bagi Shen Jia.Pei Si'an bukan tidak tahu,siapa yang di cintai cucu keduanya.Baru setelah Chen Yingying meninggal lelaki tua itu memutuskan untuk menikahkan Jia dengan Pei Han.


Meskipun Pei Han menolaknya,tetapi pada akhirnya lelaki tua itu mampu membuatnya setuju untuk menikah. Kegembiraan, kelegaan terpancar di wajah Pei Si'an. Siapa yang tahu, bahwa kegembiraan itu segera hilang tepat pada hari pertama setelah menikah.


Yang membuat Pei Si'an sangat marah,saat mengetahui bahwa hari pertama setelah pernikahan mereka cucu bau itu berani meninggalkan cucu menantuku pergi berkerja. Wajah tua lelaki itu merah padam karena marah.

__ADS_1


Meremas gagang telfon penuh dengan ketidaksabaran.Di sisi lain, kepala pelayan Tuan Zhang sedang berusaha meredam amarah lelaki legendaris keluarga Pei sambil gemetaran.


Tuan Zhang merasa serba salah, harus mengatakan kebenaran atau tidak? Begitu Tuan Zhang memutuskan mengatakan yang terjadi akibatnya suara keras marah Pei Si'an membuat keringat dingin di punggung nya mengalir.


"Apakah itu kakek? " Suara riang gadis muda itu membuat Tuan Zhang tertegun.


Amarah Pei Si'an mereda mendengar suara riang cucu menantunya. "Jia Jia... "Pangil semangat Lelaki tua itu.


"Kakek.. "Jia mengambil alih gagang telfon yang sejak tadi di pegang Tuan Zhang dengan gemetaran.


"Oh cucuku yang berharga, apakah kamu baik baik saja disana? apakah anak bau itu memperlakukanmu dengan baik? apakah dia mengertakmu? " Runtutan pertanyaan di layangkan Pei Si'an. tidak akan ada ruang untuk yang lain jika mereka sedang bicara tentang Jia Jia nya.


Tuan Zhang bernapas lega, yang akhirnya telah lolos dari juang maut itu. "Nyonya mudaku kau adalah penyelamatku, tunggu aku akan membuatkan daging pedas manis untukmu."Terlalu girang Tuan Zhang berlari menuju dapur,sambil menyeka air matanya yang tidak keluar.


"Kakek apa yang kamu khawatirkan ? aku disini sangat baik..Tapi aku sangat sedih sekarang." Setelah menjawab satu persatu pertanyaan kakek,tiba saat giliran gadis muda itu mengeluh.


"Jia Jia katakan pada kakek apa yang salah? kakek pastikan kau akan mendapatkan keadilan. Jangan biarkan orang lain mengertakmu kau tahu... "Di seberang sana lelaki tua itu dengan exspresi serius mendengarkan kalimat selanjutnya.


"Aku merindukan kakek.. lihat, setelah kakak Han pergi tinggalah aku seorang diri.Aku merindukan saat kita berkebun bersama,kemudian memetik buah yang kita tamam. "Celoteh Jia dengan mulut kecilnya,wajah cantiknya berbinar karena senang.


"Oh Jiaku.. Maka kemarilah,ayo tinggal bersama kakek kita akan menghabiskan waktu bersama di kebun,pergi memancing lalu kakek akan membuatkanmu ikan kukus yang sangat lezat," Pei Si'an dengan semangat meracuni pikiran cucu menantunya.

__ADS_1


Hanya Shen Jia yang mendapatkan kehormatan merasakan masakan, lelaki tua Pei. Bahkan kedua cucu laki laki nya pun tidak seberuntung itu.


Jangan salah, setiap mereka bersama memang seperti itulah kegiatan mereka. Kasih sayang mereka telah terjalin sejak lama, Shen Jia lahir di keluarga Shen tetapi gadis itu tumbuh di keluarga Pei. Pei Si'an mengambil andil besar dalam tumbuhnya Shen Jia.


"Bisakah aku kakek? " Jia Jia ragu,gadis itu sedikit takut jika Pei Han akan keberatan dengan tinggal di rumah besar Pei.Tetapi membayangkan ikan kukus lezat yang di masak kakek, membuatnya tidak bisa menahan air liur.


Seandainya gadis itu tahu jika Pei Han akan sangat senang karenanya, mungkin Shen Jia akan meninju wajah tampan suaminya.


"Mengapa tidak bisa? Kau cucu kesayanganku..siapa yang akan melarangmu menemui kakekmu ini? " Seolah ingat sesuatu Pei Si'an kembali berkata. "Kau tahu nak, Pei Xia dan Sanye mu akan kembali dari komplek militer." Membicarakan cucu pertamanya ada kilatan cahaya bangga di kedua mata tua itu.


Pei Ji'an adalah keturunan yang paling memuaskan di keluarga Pei. Betapa tidak, Pei Ji'an telah mewarisi keberanian lelaki tua itu. Setelah Pei Si'an pensiun. Pei Ji'an mulai bergabung dengan militer. Kesulitan, bahaya apapun tidak membuat semangant cucu itu menyerah. Hingga sekarang Pei Ji'an berhasil menyandang gelar Mayor Jendral di usia yang baru 29 tahun.


Berbeda dengan cucu keduanya yang memilih penjadi seorang pengusaha. Pei Ji'an mengikuti jejak sang kakek, sedangkan Pei Han mengikuti jejak sang Ayah.


"Benarkah...?Ah aku sudah lama tidak melihat boneka lucu itu."Shen Jia menepuk kepala kecilnya penuh semangat. "Kakek tunggu aku aku akan segera tiba..sampai jumpa kakek, aku mencintaimu.. "Girang Shen Jia kemudian segera menutup telfon dan bergegas lari.


"Heiii tunggu... hati hati, kau dengar aku bocah... "Sayang sekali, yang di ujung sana sudah lama pergi.


Pei Si'an menggelengkan kepala tanpa daya" Hei pak tua, kau lihat itu cucu perempuanmu sudah berusia 20 tahun..Tetapi masih seperti bocah 5 tahun. "Pei Si'an tersenyum bergumam memandang foto besar yang terpanjang di dinding megah kediamannya.


Foto itu, Miliknya bersama rekan seperjuangannya Jiang Yuan.Lekaki tua Pei bangkit sambil menyeka sudut matanya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2